• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berbagai Hal yang Bisa Menyebabkan Kehamilan Ektopik

Berbagai Hal yang Bisa Menyebabkan Kehamilan Ektopik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Kehamilan yang normal adalah kehamilan yang terjadi di dalam rahim. Namun, terkadang, ada kondisi ketika kehamilan justru tidak terjadi di dalam rahim, tetapi pada organ lain yang dekat dengan rahim. Kondisi ini dinamakan dengan kehamilan ektopik. Bagian bawah perut, tuba fallopi, dan serviks menjadi organ yang sering menjadi tempat terjadinya kehamilan ektopik.

Sudah pasti, kehamilan ektopik bukanlah kehamilan yang normal dan perlu segera mendapatkan penanganan. Biasanya, kehamilan ini rentan terjadi pada usia trimester pertama. Bahkan, banyak kasus keguguran atau kematian janin terjadi pada usia antara satu hingga 12 minggu pertama kehamilan. 

Apa Penyebabnya?

Ternyata, ada banyak hal yang bisa menyebabkan seorang wanita mengalami kehamilan ektopik. Seringnya, kondisi ini disebabkan karena kerusakan pada struktur tuba falopi yang terjadi karena peradangan. Hal ini mengakibatkan sel telur yang telah dibuahi tersangkut ketika sedang menuju rahim. 

Baca juga: Benarkah Kehamilan Ektopik menghambat Promil Selanjutnya?

Selain itu, berbagai kondisi lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya kehamilan ektopik, yaitu:

  • Adanya riwayat kehamilan ektopik sebelumnya.
  • Mengidap infeksi menular seksual, seperti gonore atau klamidia yang memicu terjadinya peradangan pada saluran tuba.
  • Pernah menjalani operasi pada bagian tuba falopi.
  • Menggunakan alat kontrasepsi yang tidak tepat.
  • Menjalani perawatan kesuburan.
  • Kondisi hormon yang tidak stabil.
  • Adanya riwayat genetik atau keluarga yang memiliki kondisi yang serupa.
  • Kondisi bawaan lahir.
  • Perkembangan pada organ reproduksi yang tidak normal.

Baca juga: Benarkah Hamil di Usia Tua Berisiko Alami Kehamilan Ektopik?

Sementara itu, beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik, di antaranya:

  • Telah berusia 35 tahun atau lebih ketika mendapatkan kehamilan.
  • Pernah menjalani pembedahan atau operasi pada area panggul dan perut.
  • Mengalami keguguran berulang kali.
  • Memiliki kebiasaan merokok.

Kenali Gejala dan Cara Penanganannya

Ketika masih berada pada tahap awal, kehamilan ektopik sering kali tidak menunjukkan adanya gejala. Gejalanya sangat mirip dengan kehamilan normal pada umumnya, yaitu menstruasi berhenti, merasa mual, dan payudara menjadi lebih keras. Ketika kondisi ini berlanjut, mulai muncul gejala seperti nyeri pada perut dan perdarahan yang semakin memburuk seiring waktu.

Segera periksakan kondisimu ke rumah sakit terdekat jika mengalami nyeri yang menusuk pada area bahu, leher, perut, dan panggul, perdarahan berat, diare, pusing dan lemas, nyeri pada perut bagian bawah, dan nyeri pada anus ketika kamu buang air besar. Pasalnya, gejala ini menandakan terjadinya pecah pada tuba falopi karena kehamilan ektopik.

Kamu bisa membuat janji terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc jika ingin berobat di rumah sakit terdekat, sehingga nantinya tidak harus lagi mengantre. Bertanya pada dokter kandungan pun bisa kamu lakukan kapan saja melalui Halodoc

Baca juga: Janin Ada di Luar Rahim, Apa Dampaknya?

Sayangnya, sel telur yang sudah dibuahi tidak akan bisa tumbuh dan berkembang dengan normal di luar rahim, sehingga jaringan ektopik ini harus segera diangkat agar tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Ada beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi kehamilan ektopik, yaitu:

  • Operasi laparoskopi;
  • Operasi laparotomi;
  • Suntik methotrexate.

Menghindari melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan dan tidak merokok menjadi cara terbaik untuk mencegah terjadinya kehamilan ektopik pada wanita. Jangan lupa untuk selalu melakukan pengecekan kondisi kehamilan secara rutin dengan USG, karena pemeriksaan rutin bisa membantu mendeteksi adanya kondisi kehamilan ektopik lebih dini, Dengan begitu, penanganan pun bisa segera dilakukan.



Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2020. What to Know About Ectopic Pregnancy.
Healthline. Diakses pada 2020. Ectopic Pregnancy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Ectopic Pregnancy.