• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berbagai Infeksi Kulit yang Disebabkan Staphylococcus Aureus

Berbagai Infeksi Kulit yang Disebabkan Staphylococcus Aureus

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Berbagai Infeksi Kulit yang Disebabkan Staphylococcus Aureus

Halodoc, Jakarta - Staphylococcus adalah jenis bakteri yang dapat menyebabkan berbagai penyakit di tubuh. Kelompok bakteri ini terdiri sekitar 30 jenis bakteri yang berbeda. Hanya saja, Staphylococcus aureus yang paling sering menyebabkan berbagai masalah kesehatan di tubuh manusia, salah satunya adalah infeksi kulit.

Umumnya, bakteri ini dapat ditemukan di permukaan kulit maupun hidung dan tidak menyebabkan terjadinya gangguan apa pun. Bakteri ini dapat menginfeksi saat ia masuk ke tubuh melalui lapisan kulit yang terbuka akibat luka, gesekan, atau penyakit lainnya. Apa saja masalah kulit yang dapat disebabkan Staphylococcus aureus?

Baca juga: Mengapa Lansia Rentan Mengalami Infeksi Kulit?

Infeksi Kulit yang Disebabkan Staphylococcus Aureus

Masalah kulit yang disebabkan Staphylococcus aureus berkaitan dengan beberapa racun yang diproduksi oleh bakteri. Hal ini menimbulkan infeksi kulit, seperti:

  • Bisul

Ini adalah jenis infeksi kulit paling umum yang disebabkan Staphylococcus aureus. Benjolan berisi nanah ini berkembang dalam folikel rambut atau kelenjar minyak. Kulit di area yang terinfeksi biasanya menjadi merah dan bengkak. Apabila bisul pecah, kemungkinan akan mengeluarkan nanah. Bisul paling sering terjadi di bawah lengan dan di sekitar selangkangan atau bokong. 

  • Impetigo

Infeksi kulit ini menimbulkan ruam yang menular dan terasa menyakitkan. Impetigo biasanya berbentuk lepuh besar yang mengeluarkan cairan dan membentuk kerak berwarna seperti madu. 

  • Selulitis

Selulitis ini dalam bentuk infeksi lapisan kulit yang lebih dalam. Kondisinya menyebabkan kemerahan dan bengkak pada permukaan kulit. Terdapat luka atau area keluarnya cairan yang dapat semakin berkembang. 

  • Sindrom Kulit Melepuh Stafilokokus

Racun yang diproduksi oleh bakteri Staphylococcus aureus menyebabkan sindrom kulit melepuh stafilokokus. Umumnya, kondisi kulit ini terjadi pada bayi dan anak-anak. Kondisinya berupa demam, ruam, dan terkadang tampak lecet. Saat lepuhan pecah, lapisan atas kulit terlepas dan menyisakan permukaan merah yang tampak seperti luka bakar. 

Baca juga: Ini 3 Infeksi Kulit yang Bisa Terjadi pada Anak

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Berbagai faktor risiko meningkatkan seseorang terkena infeksi Staphylococcus aureus, seperti:

  • Memiliki Masalah Kesehatan Penyerta

Gangguan tertentu atau pengobatan yang sedang dijalani dapat membuat kamu lebih rentan terhadap infeksi Staphylococcus aureus. Kelompok orang yang berisiko terkena infeksi tersebut, yaitu:

  • HIV/ AIDS;
  • Gagal ginjal;
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah;
  • Transplantasi;
  • Kanker, terutama yang sedang menjalani kemoterapi atau radiasi;
  • Penyakit pernapasan, seperti fibrosis kistik atau emfisema;
  • Kerusakan kulit akibat kondisi seperti eksim, gigitan serangga, atau trauma ringan yang membuka kulit.
  • Baru Saja Menjalani Rawat Inap

Perlu diketahui bahwa bakteri Staphylococcus aureus tetap ada di rumah sakit, dan rentan terjadi terhadap orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, serta mengalami luka bakar atau luka bedah.

  • Kontak saat Berolahraga

Bakteri Staphylococcus aureus dapat menyebar dengan mudah melalui luka, lecet, dan kontak kulit ke kulit. Infeksi kulit dapat menyebar di ruang ganti olahraga melalui pisau cukur, handuk, seragam, atau peralatan olahraga yang dipakai bersama. 

Baca juga: 5 Faktor Risiko yang Dapat Sebabkan Infeksi Kulit

Mungkin sulit untuk mencegah infeksi Staphylococcus aureus, karena hampir banyak orang memiliki bakteri ini di kulitnya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terkena infeksi atau menyebarkan bakteri ke orang lain, yaitu:

  1. Mencuci tangan dengan sabun dan air secara teratur.
  2. Menjaga kebersihkan kulit dengan mandi setiap hari.
  3. Menjaga agar luka tetap bersih dan tertutup.
  4. Menggunakan tisu sekali pakai untuk membuang ingus. 

Perlu diketahui, gejala dan pengobatan infeksi kulit yang disebabkan Staphylococcus aureus dapat bervariasi berdasarkan jenisnya. Untuk dapat lebih waspada, sebaiknya segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc jika melihat gejala yang tidak kamu kenali di kulit. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Staph Infections
NHS. Diakses pada 2020. Staph Infections
Healthline. Diakses pada 2020. MRSA (Staph) Infection