• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berbagai Kondisi yang Bisa Diatasi dengan Amoxicillin

Berbagai Kondisi yang Bisa Diatasi dengan Amoxicillin

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Berbagai Kondisi yang Bisa Diatasi dengan Amoxicillin

“Amoxicillin menjadi salah satu jenis antibiotik yang sering dipakai. Obat golongan penisilin ini efektif untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Ini kegunaan amoxicillin dalam mengatasi berbagai penyakit.”

Halodoc, Jakarta – Amoxicillin termasuk antibiotik dalam golongan penisilin, yaitu obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Obat ini umum diberikan oleh dokter saat mengetahui pasiennya mengalami infeksi akibat bakteri. Apa saja kegunaan amoxicillin dalam mengatasi berbagai keluhan kesehatan? Yuk, simak penjelasan kegunaan amoxicillin selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Ini 4 Obat Demam yang Bisa Dibeli Tanpa Resep Medis

Kondisi yang Bisa Diatasi dengan Amoxicillin

Obat ini bekerja dengan membunuh untuk menghentikan perkembangbiakan bakteri. Amoxicillin tidak diperjualbelikan secara bebas, sehingga konsumsinya harus dengan resep dokter. Berikut ini kegunaan amoxicillin dalam mengatasi sejumlah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri:

1. Mengatasi Bronkitis Akut

Bronkitis merupakan peradangan saluran napas akibat infeksi bakteri yang menyebabkan paru-paru berlendir. Gejalanya termasuk sesak di dada, batuk berdahak, mengi, sakit tenggorokan, demam dan menggigil, serta pegal-pegal.

2. Mengatasi Infeksi THT

Mengatasi infeksi THT (telinga, hidung, dan tenggorokan) menjadi kegunaan amoxicillin selanjutnya. Infeksi THT tersebut, termasuk sinus, infeksi telinga luar (otitis eksterna), dan infeksi telinga tengah (otitis media). Untuk mengatasinya, amoxicillin membunuh bakteri Streptococcus pneumoniae dan bakteri Haemophilus influenzae yang menjadi penyebab infeksi.

3. Mengatasi Infeksi Kulit

Kegunaan amoxicillin selanjutnya adalah mengatasi gejala eksim. Eksim ditandai dengan peradangan atau bengkak, kemerahan, dan rasa gatal pada kulit. Walaupun tidak menular, gejala akan menyebabkan rasa tidak nyaman pada bagian kulit yang terkena. Beberapa kasus eksim dapat menyebabkan lepuhan yang mengeluarkan air. Keluarnya air inilah yang menjadi tanda jika eksim sudah menjadi infeksi.

4. Mengatasi Infeksi Saluran Kencing (ISK)

Penyakit yang satu ini terjadi saat bakteri sudah masuk ke dalam kandung kemih, saluran kencing, dan juga ginjal. Pemberian obat amoxicillin akan tergantung pada keparahan gejala, serta jenis bakteri yang menjadi penyebab penyakit. ISK akan ditandai dengan sejumlah gejala, seperti nyeri saat buang air kecil, penurunan volume urine, sering ingin buang air kecil, juga urine berbau tidak sedap.

Baca juga: Bahaya Penggunaan Obat Aborsi Tanpa Pengawasan Dokter

Begini Aturan Pakai Amoxicillin

Setelah mengetahui apa saja kegunaan amoxicillin, kamu juga perlu mencari tahu bagaimana aturan pakainya. Antibiotik ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan, sebanyak dua kali sehari. Dalam kasus yang memerlukan perhatian lebih, kamu dapat mengonsumsinya setiap 8 jam sekali. Tentunya sesuai dengan persetujuan dan arahan dokter, ya.

Dosisnya sendiri akan tergantung dari masing-masing pasien. Obat ini terbagi menjadi beberapa bentuk, yaitu kapsul dan cair. Saat mengonsumsi obat kapsul, disarankan untuk banyak minum air putih, ya. Sedangkan dalam bentuk cair, obat dapat dicampur dengan susu formula, jus buah, susu, atau air mineral. Jangan lupa untuk mengocok botol obat cair sebelum mengonsumsinya, ya.

Baca juga: 3 Faktor yang Tingkatkan Risiko Alami Kecanduan Obat

Efek Samping yang Bisa Saja Terjadi

Sama halnya dengan obat lainnya, amoxicillin dapat menyebabkan efek samping dalam intensitas ringan. Beberapa efek samping yang mungkin saja muncul, yaitu:

  • Mual;
  • Muntah;
  • Sakit kepala;
  • Ruam pada kulit;
  • Diare.

Dalam kasus yang jarang terjadi amoxicillin dapat memicu sejumlah efek samping serius. Beberapa efek samping tersebut, yaitu:

  • Nyeri otot dan sendi beberapa hari setelah mengonsumsi obat.
  • Diare berkepanjangan selama lebih dari 4 hari.
  • Gejala gangguan fungsi hati, seperti kram perut, urine berwarna gelap, serta kekuningan pada mata dan kulit.
  • Mudah memar atau mengalami perdarahan pada hidung, mulut, atau vagina.

Segera hentikan konsumsi obat jika mengalami sejumlah efek samping seperti yang telah disebutkan, ya. Jika dokter meresepkan obat ini untuk mengatasi penyakit yang tengah dialami, kamu bisa membelinya dengan menggunakan fitur “toko kesehatan” di aplikasi Halodoc.

Referensi:
BPOM RI. Diakses pada 2021. Cek BPOM. Amoxicillin.
Drugs.com. Diakses pada 2021. Amoxicillin.
MIMS Indonesia. Diakses pada 2021. Amoxicillin.