• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi PPOK

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi PPOK

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi PPOK

“Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK terjadi karena saluran udara pada organ paru-paru mengalami penyumbatan. Akibatnya, pengidap akan mengalami kesulitan bernapas. Sayangnya masalah kesehatan ini dikatakan akan semakin memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Lalu, benarkah jika PPOK tidak bisa disembuhkan?”

Halodoc, Jakarta – Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau lebih dikenal dengan istilah PPOK muncul karena terjadinya penyumbatan atau kerusakan pada jaringan paru. Kondisi ini sering terjadi karena pengidap menghirup zat iritan dalam kurun waktu yang lama. Zat iritan ini, termasuk polusi udara, debu, bahan kimia, uap, gas, asap rokok, atau zat lainnya yang bisa mengakibatkan gangguan pada saluran pernapasan. 

Sayangnya, dikatakan bahwa masalah kesehatan ini tidak bisa disembuhkan. Inilah mengapa, pengobatan yang disarankan oleh dokter biasanya hanya membantu meringankan gejalanya dan memperpanjang masa hidup pengidapnya. Menjalani pengobatan yang tepat tentu akan membantu meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh, mencegah terjadinya kekambuhan penyakit dan menghindari bahaya komplikasi yang mungkin terjadi. 

Baca juga: PPOK Tidak Bisa Disembuhkan, Benarkah?

Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi PPOK

Sebelum memutuskan pilihan pengobatan yang tepat, dokter tentu akan melakukan pemeriksaan terkait gejala atau riwayat kesehatan pengidapnya. Jadi, jika kamu merasakan adanya gejala sesak napas yang mengganggu dan tidak kunjung sembuh, kamu harus segera melakukan pengecekan kesehatan. Kamu bisa langsung pakai aplikasi Halodoc untuk tanya dokter, atau membeli obat sesuai resep supaya tak perlu lagi keluar rumah dengan layanan pharmacy delivery. Caranya pastinya sangat mudah, cukup dengan download aplikasi Halodoc di ponselmu. 

Nah, berikut ini beberapa pilihan pengobatan yang bisa dijalani oleh pengidap PPOK untuk membantu meringankan gejalanya:

  1. Perubahan Gaya Hidup

Kebanyakan kasus PPOK ringan dianjurkan untuk menjalani pola hidup sehat. Namun, sebenarnya tak terbatas pada PPOK ringan, pengidap dengan PPOK sedang dan berat pun diwajibkan untuk melakukan perubahan pola hidup. Pertama, tentu saja adalah menghentikan kebiasaan merokok jika pengidap adalah seorang perokok aktif. 

Selanjutnya adalah rutin berolahraga. Kondisi PPOK memang membuat pengidapnya tidak mampu berolahraga dengan maksimal. Dokter juga biasanya akan menganjurkan untuk melakukan atau menghindari jenis olahraga tertentu agar tidak berdampak pada komplikasi buruk. 

Terakhir adalah perubahan pola makan. Terkadang, PPOK juga membuat aktivitas makan menjadi lebih sulit yang berujung pada tubuh mudah mengalami kelelahan. Jadi, sebaiknya makanlah dengan porsi kecil tetapi sering. Konsumsi suplemen jika memang dianjurkan dan diperlukan. 

Baca juga: Waspadai 5 Penyakit Paru yang Umum Terjadi

  1. Terapi

Ada tiga jenis terapi yang bisa dilakukan untuk membantu meringankan PPOK, yaitu:

  • Terapi oksigen. Terapi ini dilakukan untuk membantu pengidapnya bernapas lebih mudah dengan memasok oksigen sesuai dengan kebutuhan organ paru. Terapi ini juga membantu mengurangi gejala dan membuat pengidapnya lebih mudah beristirahat. 
  • Rehabilitasi paru. Terapi ini khusus dilakukan untuk pengidap penyakit paru. Melalui program ini, pengidap akan diajarkan untuk mengendalikan pernapasan melalui banyak cara, seperti asupan nutrisi yang tepat, berolahraga, dan meditasi dengan mengutamakan pikiran positif.
  • Terapi ventilasi non-invasif. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu pernapasan tanpa harus memotong jalan napas dengan bantuan masker yang bisa membantu meningkatkan pernapasan.

Tentunya, terapi juga dilakukan sesuai dengan anjuran dokter dan kondisi medis pengidapnya. 

  1. Konsumsi Obat 

Ada beberapa pilihan obat yang bisa dikonsumsi oleh pengidap PPOK, di antaranya:

  • Bronkodilator yang digunakan untuk membantu membuka saluran bronkus, biasanya menggunakan nebulizer atau inhaler. 
  • Kortikosteroid untuk membantu mengurangi peradangan pada paru-paru yang terjadi karena infeksi.
  • Vaksin dan antibiotik yang digunakan untuk membantu mencegah terjadinya infeksi pada pengidap PPOK. Sementara vaksin dilakukan untuk mencegah PPOK yang terjadi karena virus. 
  • Obat untuk membantu berhenti merokok, misalnya inhaler atau permen karet.
  • Obat anti kecemasan atau anxiolitik untuk membantu mengurangi gangguan kecemasan yang rentan terjadi pada pengidap PPOK. 
  • Opioid yang sering diberikan pada pengidap PPOK tingkat lanjut.

Baca juga: Inilah 5 Faktor Pemicu Paru Obstruktif Kronis

  1. Operasi

Tindakan ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu organ paru bekerja lebih maksimal. Umumnya, prosedur operasi untuk mengatasi PPOK terbagi menjadi tiga macam:

  • Bullectomy. Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat kantung udara yang sering muncul apabila paru-paru mengalami kerusakan.
  • Pengurangan volume paru. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat bagian paru yang mengalami kerusakan.
  • Transplantasi paru. Prosedur yang dilakukan untuk kondisi PPOK yang parah. 

Nah, itu tadi beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk meringankan gangguan PPOK yang dialami. Pastikan kamu selalu diskusi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik, ya!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. COPD.
Lung. Diakses pada 2021. Treating COPD.