• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bercak Darah pada Miss V Menjadi Ciri-Ciri Hamil?

Bercak Darah pada Miss V Menjadi Ciri-Ciri Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bercak Darah pada Miss V Menjadi Ciri-Ciri Hamil?

Halodoc, Jakarta - Saat wanita secara aktif mencoba untuk hamil, ia mungkin akan menjadi sangat menanti-nanti datangnya gejala hamil. Ada banyak sekali ciri-ciri hamil yang bisa terdeteksi saat trimester pertama, dan salah satu yang bisa jadi paling menonjol adalah munculnya bercak darah. Lantas, jika kamu memiliki sedikit, apakah itu berarti program hamil yang dijalankan berhasil? 

Meskipun sulit untuk memastikannya, banyak wanita yang memiliki kehamilan normal dan sehat mengalami implantasi berdarah atau perdarahan implantasi pada saat embrio mulai masuk ke sisi rahim.

Baca juga: Muncul Flek Darah pada Ibu Hamil, Berbahayakah?

Apa itu Perdarahan Implantasi?

Perdarahan implantasi adalah perdarahan ringan atau bercak yang terjadi antara 7 dan 14 hari setelah pembuahan. Setelah ovulasi dan pada saat sel telur berhasil dibuahi oleh sperma di tuba falopi, embrio mulai membelah dan tumbuh. Selama waktu ini, lapisan dalam rahim, yang disebut endometrium, mulai berubah. Ia sudah menebal sepanjang siklus menstruasi, tetapi ia perlu tumbuh dan menjadi lebih matang untuk melindungi dan memberi makan embrio selama sembilan bulan.

Sekitar lima hingga enam hari setelah pembuahan, embrio yang tumbuh dengan cepat telah berpindah ke tuba falopi dan masuk ke dalam rahim. Ia mulai membutuhkan lebih banyak nutrisi, dan endometrium telah terisi cukup untuk mendukung embrio. Pada saat ini, embrio menempel pada endometrium, di mana ia menjadi bergantung pada tubuh ibu untuk mendapatkan nutrisi dan oksigen.

Pendarahan implantasi terjadi ketika embrio masuk ke rahim, yang dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan jika hal ini terjadi, atau saat masih merencanakan kehamilan. Dokter spesialis kandungan akan menjelaskan hal ini lebih detail sehingga kamu bisa mengantisipasinya jika ini terjadi.

Baca juga: Ibu Hamil Mengalami Flek, Ketahui 4 Penyebabnya

Kapan Perdarahan Implantasi Terjadi?

Ketika embrio ditanamkan di lapisan rahim, hal itu dapat mengganggu pembuluh darah kecil di tempat yang dimasuki. Kondisi ini tidak akan menimbulkan masalah. Namun, beberapa wanita akan mengalami perdarahan ringan, dari cairan berwarna merah muda atau merah ke cokelat. Perdarahan implantasi ini kemungkinan akan tiba lebih awal dari perkiraan siklus bulanan. Biasanya, sekitar tujuh hingga 10 hari setelah pembuahan atau pembuahan.

Gejala Perdarahan Implantasi

Ada beberapa gejala perdarahan implantasi sebagai ciri-ciri hamil yang paling umum, yaitu:

  • Perdarahan ringan atau bercak yang menurut beberapa wanita berbeda dengan perdarahan haid normal karena darahnya lebih gelap.
  • Kram ringan.
  • Perasaan pusing.
  • Payudara bengkak.
  • Sakit kepala.

Baca juga: Kehamilan di Usia Tua Berisiko Alami Perdarahan Postpartum

Perlukah Menghubungi Dokter?

Pendarahan ringan selama kehamilan, bahkan pada saat selain implantasi, sering kali normal. Penyebabnya bisa termasuk hal-hal biasa seperti iritasi pada serviks setelah pemeriksaan panggul, hubungan, sebagai salah satu ciri-ciri hamil, atau infeksi pada vagina.

Namun, karena perdarahan setelah tes kehamilan positif terkadang bisa menjadi tanda kehamilan ektopik atau keguguran dini lainnya, kamu harus selalu menghubungi dokter jika kamu khawatir. Kamu juga bisa hubungi dokter di Halodoc melalui smartphone untuk mendiskusikan hal ini. Namun kemungkinan besar perdarahan ringan tidak berlangsung lama, dan semuanya akan baik-baik saja.




Referensi:
Grow by WebMD. Diakses pada 2021. Bleeding During Pregnancy.
Healthline. Diakses pada 2021. Pregnancy Spotting.
What to Expect. Diakses pada 2021. Is It Implantation Bleeding — or Just My Period?