• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berendam Air Hangat Mampu Redakan Kista Bartholin
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berendam Air Hangat Mampu Redakan Kista Bartholin

Berendam Air Hangat Mampu Redakan Kista Bartholin

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 28 Oktober 2020
Berendam Air Hangat Mampu Redakan Kista Bartholin

Halodoc, Jakarta – Kelenjar Bartholin adalah kelenjar yang berada di setiap sisi lubang vagina yang berfungsi untuk memproduksi cairan yang membantu melumasi vagina. Ketika bukaan kelenjar terhalang, cairan kembali ke kelenjar. 

Hasilnya adalah pembengkakan yang relatif tidak nyeri yang disebut kista Bartholin. Jika cairan di dalam kista terinfeksi, ini akan memicu nanah yang dikelilingi oleh jaringan yang meradang (abses). Bagaimana perawatan untuk kista Bartholin? Benarkah berendam air hangat mampu meredakan kista Bartholin? Baca selengkapnya di sini!

Perawatan untuk Kista Bartholin

Perawatan kista Bartholin bergantung pada ukuran kista, seberapa nyeri kista dan apakah kista terinfeksi. Terkadang perawatan untuk kista Bartholin bisa dilakukan di rumah, tetapi dalam kondisi lain kista Bartholin perlu dibedah. Pilihan perawatan lain untuk mengatasi kista jenis ini adalah dengan pemberian antibiotik.

Berendam air hangat dapat meredakan kista Bartholin. Lakukan tiga sampai empat kali sehari untuk membuat kista kecil yang terinfeksi pecah dan biarkan mengering dengan sendirinya. Jika kondisi kista Bartholin tidak kunjung sembuh dan menyebabkan masalah yang lebih signifikan, segera hubungi dokter.

Baca juga: 5 Penanganan yang Bisa Dilakukan Saat Terkena Kista Bartholin

Kamu bisa mendapatkan informasi mengenai kista Bartholin langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Perlu diketahui terkadang kista Bartholin tidak kelihatan, tetapi bisa berdampak pada penampakan labia, di mana salah satu bibir labia menjadi lebih besar dari yang lain. Ukuran kista dapat bervariasi mulai dari seukuran lentil hingga bola golf. 

Meskipun kista Bartholin tidak dapat menular dari orang ke orang melalui kontak seksual, penyakit kelamin gonore ataupun klamidia dapat menjadi pemicu dari kista Bartholin. Ukuran kista yang lebih besar lebih mungkin menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri pada vulva, terutama saat berhubungan intim, berjalan, atau dalam posisi duduk.

Umumnya kista Bartholin tidak akan menjadi masalah yang serius untuk orang-orang yang berada pada usia reproduksi. Namun, setelah menopause, jika kista ini muncul, ada baiknya melakukan konsultasi dengan dokter. 

Baca juga: Bolehkah Membersihkan Miss V dengan Sabun Pembersih Kewanitaan?

Aktif Secara Seksual Picu Kista Bartholin

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyebab pasti kista Bartholin sering kali tidak jelas. Namun, bakteri berperan terhadap terjadinya infeksi. Secara umum, ada beberapa faktor yang dapat memicu seseorang mengalami kista Bartholin. Salah satunya adalah sudah aktif secara seksual. Faktor-faktor risiko lainnya adalah:

1. Berusia di antara 20 dan 30 tahun.

2. Pernah mengidap kista Bartholin sebelumnya.

3. Mengalami trauma fisik di area yang terkena.

4. Pernah menjalani operasi vagina atau vulva.

Jika kista Bartholin kecil dan tidak menunjukkan gejala, pengobatan medis mungkin tidak diperlukan. Namun, dokter cenderung meminta orang tersebut untuk memantau kista dan melaporkan apakah ukurannya bertambah atau menimbulkan ketidaknyamanan.

Baca juga: 3 Faktor yang Tingkatkan Risiko Vaginosis Bakterialis

Selain berendam dengan air hangat, konsumsi pereda nyeri direkomendasikan, seperti asetaminofen dan ibuprofen. Kamu juga bisa mengompres area yang bengkak dengan air hangat. Berikan tekanan lembut pada kista dengan kain flanel atau kapas yang sudah dibasahi air panas sebelumnya. Ini dapat membantu meredakan pembengkakan.

Nah, jika kista Bartholin diiringi demam 38 derajat Celsius atau lebih tinggi, kemudian ada kemerahan, bengkak, atau kebocoran cairan dari kista yang semakin parah dan timbul gejala baru, itu artinya kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is a Bartholin's cyst?
WebMD. Diakses pada 2020. Bartholin’s Cyst.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Bartholin's Cyst
Fairview. Diakses pada 2020. Understanding Bartholin Cyst and Abscess.