Berinteraksi dengan Difabel, Ketahui Tutur dan Gesture Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 Difabel, cara komunikasi dengan difabel

Halodoc, Jakarta - Difabel atau disabilitas merupakan dua kata yang memiliki maksud yang sama. Difabel sendiri merupakan orang normal yang memiliki keterbatasan. Umumnya, semua orang pasti akan mendadak atau canggung bagaimana cara berinteraksi yang tepat dengan penyandang difabel yang mereka temui di tempat umum.

Sebagian orang akan cenderung berbicara dengan nada kasihan atau malah berbicara dengan mengeluarkan kata-kata yang cenderung menyakiti perasaan mereka. Meskipun tidak disengaja, tapi mereka dengan keadaan yang “istimewa” cenderung memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, berikut hal-hal yang harus kamu lakukan ketika menemui penyandang difabel:

Baca juga: Inilah 6 Penyakit yang Disebabkan Genetik

Disabilitas Intelektual

Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengalami keterbatasan pada tingkat kecerdasan, sehingga mereka membutuhkan waktu yang lama dalam berinteraksi dengan lingkungan. Mereka juga kerap menemui hambatan dalam pergaulan sehari-harinya. Jika kamu menemui seseorang dengan keistimewaan ini, hal yang harus kamu lakukan adalah:

  • Berbicara langsung dengannya. Jangan lupa untuk senyum dan menyapanya dengan ramah.

  • Pengidap kondisi ini akan kesulitan dalam mengekspresikan perasaannya. Jadi, kamu hanya perlu peka dengan kondisinya, ya!

Disabilitas Netra

Kondisi ini terjadi pada seseorang yang memiliki hambatan pada indra penglihatannya. Ketika kamu menemui pengidap difabel ini, berikut hal-hal yang harus kamu lakukan:

  • Ucapkan salam atau sapa dengan kata-kata yang jelas. Kamu hanya perlu memberikan sedikit sentuhan pada punggung tangan untuk menjelaskan kehadiranmu. Jangan lakukan kontak langsung secara tiba-tiba, karena akan membuat mereka kaget.

  • Jika kamu berniat baik ingin membantu mereka menyebrang jalan atau mengantarkannya menuju tempat, tawarkan siku tangan agar mereka memegangmu. Posisikan kaki selangkah lebih depan dari orang yang ingin kamu tolong. Jangan lupa untuk memberikan informasi jalan selagi kalian berdua berjalan bersama.

Baca juga: 4 Bahaya Kehamilan Sedarah

Disabilitas Daksa

Kondisi ini terjadi pada seseorang yang memiliki cacat fisik karena kecelakaan atau bawaan lahir. Jika kamu menemui penyandang disabilitas daksa, berikut hal-hal yang harus kamu lakukan:

  • Tawarkan bantuan dengan bertanya lebih dulu. Pasalnya, bantuan secara tiba-tiba yang kamu lakukan bisa saja berbahaya bagi mereka.

  • Jangan memaksakan bantuan jika mereka menolak bantuanmu. Dalam hal ini, kamu dapat menawarkan bantuan secara halus, tapi jangan memaksa.

Disabilitas Rungu 

Kondisi ini terjadi pada seseorang ketika mereka memiliki masalah pada indra pendengarannya. Kamu dapat melakukan sejumlah hal-hal berikut ini jika menemuinya di tempat umum:

  • Lakukan salam atau sapa dengan sentuhan. Lakukan kontak mata dengan mereka, jangan berpaling muka.

  • Pastikan gerakan bibir dan bahasa tubuhmu mudah dipahami. Jika kata-kata yang disampaikan terlalu rumit untuk dimengerti, berikan informasi secara tertulis.

Disabilitas Mental

Kondisi yang satu ini termasuk dalam disabilitas yang tidak terlihat. Kamu dapat berinteraksi dengan mudah, yaitu dengan tetap tenang saat mereka mengalami relapse dan berikan ruang jika mereka ingin sendiri. Dalam hal ini, kamu dapat bertanya lebih lanjut dengan dokter, ya!

Baca juga: Inilah Cara Mencegah Terjadinya Retardasi Mental

Para penyandang difabel biasanya akan selalu ditemani oleh para pendamping. Kebanyakan orang memang akan lebih memilih untuk berkomunikasi dengan pendampingnya untuk menyampaikan sesuatu. Padahal, sebenarnya hal yang ingin disampaikan bukanlah hal yang menyinggung pengidap difabel. Namun, mereka merasa obrolan tersebut menyinggungnya dan membuat mereka merasa berbeda.

Ketika ingin memulai komunikasi, jangan anggap mereka berbeda, agar kamu tidak canggung untung menyapa dan memberinya salam. Ketika sudah mengetahui hal-hal apa yang harus dilakukan, mulai sekarang hindari semua persepsi “berbeda” yang lekat menempel pada penyandang difabel. Mulailah untuk berpikir bahwa kita semua sama.

Referensi:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diakses pada 2019. Etika Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas.
Respect Ability. Diakses pada 2019. Etiquette: Interacting with People with Disabilities.