Biar Janin Tetap Sehat, Ini Aturan Puasa Bagi Bumil

Biar Janin Tetap Sehat, Ini Aturan Puasa Bagi Bumil

Halodoc, Jakarta – Berpuasa selama sebulan adalah salah satu dari lima rukun Islam, meskipun ibu hamil dikecualikan jika berisiko bagi kesehatannya. Namun, beberapa ibu hamil memilih untuk berpuasa, terlepas dari implikasi kesehatannya.

Sejatinya sebelum melakukan puasa, ibu hamil harus memeriksakan diri ke dokter untuk tahu bagaimana kondisi fisik dan janin. Apakah siap untuk menjalani puasa, atau justru malah bisa membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Menurut hukum Islam, seseorang menjalankan puasa ketika merasa kuat dan cukup sehat untuk melakukannya. Bagaimanapun ketika seseorang merasa tidak sehat, maka ia akan dibebaskan dari puasa. Ini termasuk kehamilan.

Baca juga: Puasa saat Hamil, Boleh atau Tidak

Jika ibu berencana untuk merayakan hari-hari suci dengan puasa, pastikan dokter atau bidan tahu:

  • Berapa lama ibu akan berpuasa

  • Apakah ibu hamil dapat minum air, serta aturan apa yang perlu diketahui dan menjadi pilihan jika ibu mulai merasa tidak enak badan.

Puasa bisa berbahaya jika ibu hamil sudah mengalami dehidrasi, karena mual dan muntah kehamilan atau jika ibu memiliki kondisi medis, seperti diabetes.

Pada tahap awal kehamilan ibu hamil cenderung mengalami:

  • Kelelahan

  • Sembelit

  • Sakit kepala dan sakit kepala ringan

Ini mungkin menjadi lebih jelas jika ibu tidak makan atau minum untuk waktu yang lama. Sebab, puasa mengubah rutinitas, karena tidak makan dan minum selama berjam-jam dapat menyebabkan stres.

Satu studi menemukan bahwa wanita hamil yang berpuasa memiliki kadar hormon stres kortisol, dalam darah mereka lebih tinggi daripada wanita yang tidak puasa. Selain kekhawatiran alami yang mungkin dirasakan sebagai perempuan yang baru hamil, dapat mengganggu kesehatan.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Trimester Awal Puasa?

Berikut beberapa tips untuk membuat ibu tetap fit dan janin sehat saat puasa:

  1. Selalu Minum Banyak Air

Salah satu alasan paling umum untuk merasa sakit saat puasa adalah dehidrasi. Pastikan untuk makan dengan baik dan minum banyak cairan sebelum matahari terbit. Jangan pernah melewatkan Sahur (makan sebelum fajar) sebagai bagian paling penting untuk menjaga tingkat energi di siang hari.

Ini juga mengurangi rasa lapar, sakit kepala, dan mengantuk. Sahur harus terdiri dari makanan sehat yang akan mengisi dan menyediakan energi yang cukup untuk bertahan selama puasa.

  1. Makan-Makanan Tinggi Serat dan Karbohidrat Kompleks

Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memecah dan menyerap makanan-makanan ini, sehingga dapat memberikan tubuh bahan bakar yang lebih baik selama jam puasa. Makanan sehat dapat meliputi roti gandum dengan sedikit selai, keju, sereal berserat tinggi dengan susu semi-skim, buah segar dan kering, termasuk pisang dan kurma, kacang tawar, dan granola bar.

Baca juga: Tips Aman Puasa Bagi Ibu Hamil 5 Bulan

  1. Hindari Mengonsumsi Kopi dan Teh

Kopi mengandung kafein yang dapat membuat ibu hamil kehilangan lebih banyak air saat buang air kecil, karena bersifat diuretik. Minum teh dengan makanan dapat mengurangi jumlah zat besi yang dapat diserap tubuh, jadi tetaplah minum saat makan. Jika air terasa membosankan, berikan tambahan lemon!

  1. Hemat Energi

Hindari terlalu memaksakan diri dengan pekerjaan dan pekerjaan rumah tangga, dan biarkan diri sering istirahat. Jika merasa pusing atau pusing, segera minum. Jika otak tidak mendapatkan cukup aliran darah dan oksigen (penyebab sakit kepala ringan) bayi mungkin juga tidak.

Jika ibu mulai mengalami kontraksi rahim (perasaan menggembung atau mengencang, atau kram menstruasi), ibu harus minum beberapa cairan. Dehidrasi dapat menyebabkan kontraksi preterm dan kemungkinan persalinan prematur. Waktu paling sensitif dalam kehamilan adalah trimester terakhir. Jika kontraksi tidak berhenti dengan istirahat dan cairan hubungi dokter atau bidan atau pergi ke rumah sakit.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai aturan puasa ibu hamil, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu hamil. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, ibu hamil bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.