• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bidai Tulang Kering buat Orang Sulit Beraktivitas?

Bidai Tulang Kering buat Orang Sulit Beraktivitas?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Masih asing dengan masalah kesehatan bernama bidai tulang kering? Bidai tulang kering yang juga biasa disebut dengan medial tibial stress syndrome umumnya terjadi pada pelari jarak jauh. Meski begitu, olahraga lainnya, seperti bola basket, sepak bola, dan lain-lain,  juga bisa menyebabkan cedera ini. 

Seseorang yang mengalami cedera bidai tulang kering akan mengalami rasa nyeri pada tulang kering atau tulang tibia, yang merupakan tungkai bawah bagian depan. Selain hal-hal di atas, cedera ini juga bisa terjadi pada seseorang yang berolahraga terlalu keras.

Olahraga inilah yang bisa mengakibatkan tulang kering dan jaringan ikat mengalami tekanan berulang-ulang. Alhasil, jaringan tungkai bawah menjadi rusak. Bidai tulang kering ini bukanlah kondisi yang serius. Namun, kondisi ini bisa membuat pengidapnya kesulitan untuk beraktivitas seperti biasanya. Lho, kok bisa? 

Baca juga: Sering Olahraga Lari Berisiko Alami Bidai Tulang Kering

Timbulnya Beragam Keluhan

Cedera yang kerap diderita pecinta olahraga ini terjadi di bawah tungkai bagian depan. Gejalanya bisa muncul pada saat atau setelah usai berolahraga. Nah, berikut ini gejala-gejala yang mesti diketahui: 

  • Timbul rasa nyeri pada kedua tulang kering.

  • Beberapa orang bisa mengalami pembengkakan ringan di sekitar tibia. 

  • Timbul rasa nyeri dalam tulang kering. Mulanya nyeri ini dapat hilang setelah berhenti berolahraga, tetapi akan timbul lagi hingga mengakibatkan patah tulang karena tekanan pada tungkai.

  • Nyeri akan bertambah parah ketika menaiki tangga.

  • Tungkai bagian bawah sedikit bengkak.

Nah, berbagai masalah yang timbul inilah yang bakal membuat pengidapnya kesulitan beraktivitas seperti biasa. Oleh sebab itu, bila mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga:  9 Cedera Olahraga yang Sering Terjadi

Tips Atasi Bidai Tulang Kering

Untungnya, bidai tulang kering bisa diatasi dengan pengobatan di rumah. Biasanya pengidap cedera ini bisa pulih dalam waktu beberapa minggu. Pengobatannya cukup sederhana kok. Biasanya dokter akan menyarankan untuk beristirahat dari aktivitas berat atau olahraga. Apalagi aktivitas yang melibatkan penekanan pada tulang kering (setidaknya selama dua minggu). Nah, dengan istirahat diharapkan rasa nyeri yang menyerang itu berangsur-angsur akan menghilang. 

Selain beristirahat, pengidap cedera ini amat dianjurkan untuk mengompres bagian yang terasa nyeri. Akan lebih baik lagi bila menggunakan kantong es selama 10–15 menit (4–8 kali sehari). Kata ahli, kompres ini dapat membantu untuk meredakan rasa nyeri dan bengkak. 

Di samping itu, kamu juga perlu menghindari HARM (heat, alcohol, rungging, and massage) selama beberapa hari pertama setelah cedera. Pasalnya, hal-hal di atas merupakan faktor yang bisa meningkatkan suplai darah ke daerah cedera. Nah, hal inilah yang nantinya bisa menyebabkan lebih banyak peradangan. 

Baca juga: Jangan Panik, Inilah Pertolongan Pertama Pada Patah Tulang

Andaikan hal-hal di atas tak amat membantu, kamu bisa mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit yang dijual bebas. Misalnya, parasetamol atau obat lainnya. Selain itu, kamu juga bisa memilih obat antiinflamasi non-steroid, seperti Voltaren atau Nurofen. Namun, untuk lebih aman dan efektif, sebaiknya mintalah saran dokter untuk memilih obat-obatan yang akan kamu konsumsi. 

Nah, ketika rasa nyeri sudah mulai mereda, barulah kegiatan fisik atau olahraga bisa kamu mu\lai kembali. Namun, lakukanlah kegiatan itu secara bertahap. Pendek kata, jangan langsung melakukan kegiatan fisik dalam waktu yang lama dan berat. 

Mau tahu lebih jauh mengenai cedera bidai tulang kering? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Shin Splints. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Shin Splints.  Patient. Diakses pada 2020. Shin Splints.