• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bidan Erat Kaitannya dengan Persalinan, Apa Tugasnya?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bidan Erat Kaitannya dengan Persalinan, Apa Tugasnya?

Bidan Erat Kaitannya dengan Persalinan, Apa Tugasnya?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 27 Juni 2022

“Seperti hanya tenaga kesehatan lainnya, peran bidan dalam kehamilan dan persalinan juga tidak kalah pentingnya. Salah satunya yaitu membantu persalinan ibu dan memastikan kondisi ibu serta janin tetap sehat.”

Bidan Erat Kaitannya dengan Persalinan, Apa Tugasnya?

Halodoc, Jakarta – Selama menjalani masa kehamilan hingga tiba waktu melahirkan, ibu harus melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin. Tentunya, pemeriksaan dilakukan di fasilitas kesehatan dengan tenaga ahli sesuai dengan bidangnya. Selain dokter kandungan, pemeriksaan kehamilan juga bisa ibu lakukan bersama bidan. 

Jika diartikan, bidan merupakan tenaga kesehatan yang mendapatkan pelatihan khusus untuk membantu merawat ibu hamil selama menjalani masa kehamilan, bersalin, hingga pemulihan setelah melahirkan. Selain itu, bidan juga biasanya mendampingi ibu dalam melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) dengan sang buah hati, sekaligus melakukan pemeriksaan dasar pada bayi baru lahir. 

Peran Bidan di Rumah Sakit

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2017 yang membahas mengenai Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan, seorang bidan sebagai tenaga kesehatan profesional mempunyai hak untuk melaksanakan beberapa hal, di antaranya:

1. Memberikan Pelayanan Kesehatan pada Ibu

Seorang bidan memiliki peran untuk memastikan kesehatan ibu hamil tetap terjaga selama masa kehamilan, persalinan, nifas, menyusui, dan masa antara dua kehamilan. Adapun bentuk pelayanan kesehatan yang menjadi tugas bidan untuk ibu yaitu: 

  • Memberikan konseling pada ibu dan ayah sebelum menjalani kehamilan.
  • Melakukan antenatal untuk kehamilan yang normal.
  • Membantu kelancaran persalinan secara normal.
  • Memastikan ibu bisa melalui masa nifas dengan baik tanpa kendala. 
  • Membantu ibu melakukan IMD dan proses menyusui awal. 
  • Memberikan konseling pada pasangan antara dua kehamilan.

Ketika memberikan pelayanan kesehatan untuk ibu, seorang bidan juga memiliki kewenangan untuk melakukan beberapa hal berikut: 

  • Episiotomi, merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan untuk melebarkan vagina, sehingga dapat membantu memudahkan proses persalinan secara normal. 
  • Membantu persalinan normal.
  • Memberikan jahitan pada luka jalan lahir di tingkat I dan II.
  • Memberikan penanganan pada keadaan gawat darurat yang diteruskan dengan pemberian rujukan.
  • Memberikan obat penambah darah untuk ibu hamil.
  • Memberikan vitamin A dengan dosis tinggi untuk ibu yang sedang menjalani fase nifas.
  • Memberikan bimbingan IMD dan pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama.
  • Memberikan uterotonika pada manajemen aktif kala tiga dan pascalahir. 
  • Mengeluarkan surat keterangan hamil dan melahirkan. 

2. Memberikan Pelayanan Kesehatan pada Anak

Tak hanya ibu, seorang bidan juga memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan pada bayi yang baru lahir, bayi usia di atas satu bulan, balita, dan anak usia menjelang sekolah. Berkaitan dengan pemberian pelayanan kesehatan tersebut, seorang bidan juga memiliki kewenangan untuk melaksanakan hal berikut: 

  • Menyediakan pelayanan neonatal esensial, termasuk memotong dan merawat tali pusat, memberikan injeksi vitamin K1, memberikan imunisasi B0, serat melakukan pemeriksaan fisik pada bayi yang baru lahir.
  • Melakukan penanganan terhadap kondisi gawat darurat, misalnya penanganan pertama kondisi asfiksia pada bayi yang baru lahir, memberikan penanganan awal untuk kondisi hipotermia, dan melakukan tindakan penanganan awal terhadap kondisi infeksi tali pusat. Setelah itu, bidan akan melanjutkan dengan memberi rujukan.
  • Melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Termasuk menimbang berat badan, melakukan pengukuran pada lingkar kepala, tinggi badan, memberikan stimulasi deteksi dini sekaligus tindakan penanganan dini, jika terdapat kondisi yang menyimpang dari tumbuh kembang yang normal sesuai usia.
  • Memberikan penyuluhan dan konseling kepada ibu dan keluarga mengenai cara perawatan bayi yang baru lahir, memberikan ASI eksklusif, mengenali apa saja tanda bahaya pada bayi baru lahir, memberikan pelayanan kesehatan, imunisasi dan memastikan anak mendapatkan gizi seimbang.

3. Memberikan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Wanita dan KB

Tak kalah pentingnya, seorang bidan juga memberikan pelayanan terkait kesehatan organ reproduksi pada wanita beserta keluarga berencana (KB), termasuk:

  • Melakukan bimbingan dan memberikan penyuluhan yang berkaitan dengan kesehatan organ reproduksi wanita dan seputar keluarga berencana.
  • Menyediakan layanan kontrasepsi, baik dengan kondom, suntik, atau oral.

Terkadang, seorang bidan juga memiliki tugas untuk menyediakan pelayanan kesehatan sesuai dengan surat tugas dari pemerintah atau melaksanakan tindakan atas perintah dokter. 

Demikian tadi tugas dan peranan seorang bidan sebagai seorang tenaga kesehatan profesional. Jadi, ibu tetap bisa melakukan kontrol kandungan ke bidan, kok! Jangan lupa cek kebutuhan vitamin ibu selama hamil dan menyusui, ya! Cek lebih mudah di Toko Kesehatan aplikasi Halodoc. Ibu bisa download aplikasi Halodoc di App Store atau Play Store. 

Referensi:
Better Health. Diakses pada 2022. Midwife.
Ikatan Bidan Indonesia. Diakses pada 2022. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2017