• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Biduran Bisa Menular, Ini Faktanya

Biduran Bisa Menular, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Biduran tidak menular, artinya kamu tidak akan terkena biduran hanya karena tersentuh atau menyentuh seseorang dengan biduran. Namun, pemicu yang menyebabkan reaksi kulit ini bisa menular.

Beberapa penyebab biduran yang bisa menular adalah infeksi bakteri, virus, radang tenggorokan, dan flu biasa. Meskipun alergi dapat memicu biduran, hal-hal lain juga dapat menyebabkan gatal-gatal. Memahami penyebabnya dapat membantu mengatasi cara untuk mencegah reaksi dan menghindari penyebaran biduran.

Fakta tentang Penyebaran Biduran

Kontak dengan alergen adalah penyebab paling umum dari biduran gatal-gatal.  Alergen umum yang dapat memicu biduran adalah makanan, gigitan serangga, obat-obatan, dan serbuk sari. Beberapa infeksi bakteri dan jamur dapat menyebabkan gatal-gatal. Contoh kondisi ini meliputi:

  1. Masuk angin;
  2. Mononukleosis; dan
  3. Radang tenggorokan.

Baca juga: Apa Bedanya Biduran Akut dengan Biduran Kronis?

Jenis biduran ini sendiri tidak menular, tetapi jika kondisi yang menyebabkan menyebar, kamu dapat mengalami biduran dan mengembangkan kondisi tersebut. Infeksi ini dapat menyebar melalui:

  1. Kuman di udara karena bersin dan batuk.
  2. Kebersihan yang buruk.
  3. Berbagi peralatan makan.
  4. Kontak langsung dengan air liur orang yang terinfeksi.
  5. Kontak dengan tinja.

Kamu berisiko mengalami infeksi dan terkena gatal-gatal biduran jika:

  1. Lebih muda dari 5 tahun atau lebih tua dari 65 tahun.
  2. Sedang hamil.
  3. Memiliki sistem kekebalan yang tidak berkembang atau bermasalah.
  4. Memiliki kondisi medis yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
  5. Paparan sinar matahari yang berlebihan, dingin, atau air dapat menyebabkan gatal-gatal fisik. Panas tubuh dari aktivitas fisik juga dapat menyebabkan reaksi. 
  6. Jika kamu memiliki gatal-gatal kronis.

Perawatan dan Pencegahan Biduran

Biduran biasanya hilang dalam 48 jam, kecuali jika kamu mengidap biduran kronis. Biduran kronis dapat bertahan atau berulang hingga enam minggu sekaligus. Kamu harus segera menghubungi medis jika selain dari gatal-gatal kamu juga mengalami mengi, sesak napas, tenggorokan terasa kencang, disfagia, atau kesulitan menelan, dan demam.

Baca juga: Biduran Tak Kunjung Sembuh, Apa Penyebabnya?

Bagaimana mencegah gatal-gatal? Melakukan perubahan gaya hidup dan tindakan pencegahan dengan menjauhi alergi dapat membantu mencegah reaksi biduran. Jika kamu memiliki alergi yang diketahui, kamu dapat melakukan hal berikut untuk mencegah gatal-gatal:

  1. Hindari makanan yang memicu alergi.
  2. Bawa obat alergi jika terjadi keadaan darurat akibat alergi.
  3. Temukan alternatif untuk obat atau resep yang mengandung alergen.

Bakteri menular juga dapat menyebabkan kondisi yang memicu gatal-gatal. Berikut ini beberapa tips yang dapat dicoba untuk mencegah terinfeksi bakteri ini:

  1. Cuci tangan secara teratur.
  2. Menjaga kebersihan dengan baik.
  3. Dapatkan vaksinasi untuk pencegahan infeksi.
  4. Batasi kontak dengan orang yang sakit atau menunjukkan gatal-gatal.
  5. Hindari sabun keras yang bisa menyebabkan iritasi.
  6. Hindari pakaian ketat.

Sebagai informasi tambahan, biduran kronis adalah kondisi yang menyakitkan yang ditandai dengan bekas merah pucat, atau gatal-gatal, pada kulit dengan sensasi gatal dan terbakar. Biduran kronis umumnya mudah dikenali oleh bentuknya yang berukuran seperempat, meskipun kadang-kadang bisa membengkak menjadi sebesar piring makan dan mungkin diisi dengan cairan.

Gatal-gatal dapat muncul tiba-tiba dan di mana saja di tubuh, termasuk wajah, bibir, lidah, tenggorokan, atau telinga. Biduran biasanya umumnya tidak dianggap berbahaya atau mengancam jiwa. Pastikan untuk segera mencari perawatan medis jika biduran kronis terjadi pada kamu. Butuh informasi lebih detail mengenai biduran, bisa ditanyakan langsung di aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. Are Hives Contagious?
Health Central. Diakses pada 2020. What are Chronic Idiopathic Hives, Anyway?