Bikin Sering BAK, Begini Cara Mengobati Kandung Kemih Overaktif

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bikin Sering BAK, Begini Cara Mengobati Kandung Kemih Overaktif

Halodoc, Jakarta – Dikenal juga dengan sebutan overactive bladder (OAB), kandung kemih overaktif merupakan kondisi ketika fungsi penyimpanan kandung kemih mengalami gangguan, sehingga sering menimbulkan dorongan tiba-tiba untuk buang air kecil. Masalahnya, dorongan tersebut kerap sulit untuk dihentikan dan menyebabkan inkontinensia urine, atau keluarnya urine tanpa bisa dikontrol.

Ketika mengalami kandung kemih overaktif, pengidapnya dapat merasakan gejala seperti:

  • Merasakan dorongan tiba-tiba untuk buang air kecil yang sulit untuk ditahan.

  • Mengalami inkontinensia urgensi, yaitu ketika urine langsung keluar secara paksa setelah dorongan mendesak untuk buang air kecil.

  • Buang air kecil lebih sering, bisa delapan kali atau lebih dalam 24 jam.

  • Terbangun dua kali atau lebih di malam hari untuk buang air kecil (nokturia).

Baca Juga : Kenali 5 Penyebab Sering Buang Air Kecil

Dorongan mendesak untuk buang air kecil ini tentu sangat mengganggu aktivitas harian pengidapnya. Jika kamu mengalami berbagai gejala tersebut, segera download aplikasi Halodoc untuk diskusi dengan dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Bagaimana Cara Mengobati Kandung Kemih Overaktif?

Ketika diagnosis kandung kemih overaktif telah dipastikan, dokter biasanya akan menganjurkan kombinasi metode pengobatan untuk meringankan gejala yang dialami, seperti:

1. Intervensi Perilaku

Metode pertama yang dapat dilakukan untuk membantu atasi kandung kemih overaktif adalah intervensi perilaku. Metode ini biasanya cukup efektif dan tidak memberikan efek samping apapun. Dalam pelaksanaannya, intervensi perilaku dilakukan dengan cara:

  • Olahraga otot dasar panggul. Dapat berupa senam kegel, yang bertujuan untuk memperkuat otot-otot dasar panggul dan sfingter kandung kemih.

  • Jaga berat badan sehat. Dilakukan jika pengidap mengalami kelebihan berat badan. Menurunkan berat badan dapat membantu ringankan gejala, terutama jika memiliki inkontinensia tekanan urine.

  • Batasi asupan cairan. Dokter biasanya akan menganjurkan pengidap untuk membatasi jumlah cairan yang biasa dikonsumsi pada jumlah tertentu, dan waktu yang sesuai untuk mengonsumsinya. Pengidap disarankan untuk benar-benar mengikuti instruksi dokter dalam hal ini.

  • Buang air kecil dua kali. Dilakukan untuk mengosongkan kandung kemih lebih menyeluruh. Caranya, pengidap perlu menunggu beberapa menit setelah buang air dan kemudian mencoba untuk berkemih sekali lagi untuk mengosongkan kandung kemih.

Baca Juga: Urine Berwarna, Hati-hati 4 Penyakit Ini

2. Obat-Obatan

Metode selanjutnya selain intervensi perilaku yang bisa membantu ringankan gejala kandung kemih overaktif adalah pemberian obat-obatan. Dokter biasanya akan meresepkan beberapa jenis obat-obatan yang dapat membuat kandung kemih lebih relaks, sehingga episode dorongan buang air kecil dapat berkurang.

3. Stimulasi Saraf

Metode stimulasi saraf dilakukan dengan meregulasi impuls saraf terhadap kandung kemih, sehingga gejala dapat diredakan. Salah satu prosedur dilakukan dengan menggunakan kabel tipis yang ditempatkan dekat dengan saraf sacral, yaitu saraf yang bertugas membawa sinyal ke kandung kemih. 

Kemudian, dokter akan menggunakan alat yang tersambung ke kabel tersebut, untuk mengirimkan impuls listrik ke kandung kemih. Proses ini serupa dengan yang dilakukan pada pacu jantung. 

Baca Juga: 4 Penyakit yang Bisa Dideteksi Melalui Cek Urine

4. Operasi

Pada kasus yang parah dan tidak dapat diatasi dengan metode-metode pengobatan lainnya, dokter biasanya akan menyarankan prosedur operasi. Prosedur ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kandung kemih untuk menyimpan dan mengurangi tekanan pada kandung kemih. Namun, perlu diketahui bahwa prosedur ini tidak dapat membantu meringankan gejala nyeri pada kandung kemih.

Beberapa jenis intervensi yang dapat dilakukan dalam metode ini adalah:

  • Operasi peningkatan kapasitas kandung kemih. Operasi ini dilakukan dengan menggunakan potongan usus untuk mengganti sebagian kandung kemih pengidap. Metode ini hanya dilakukan pada kasus inkontinensia dorongan yang parah. Jika operasi ini dilakukan, pengidap kandung kemih overaktif akan perlu menggunakan kateter seumur hidup untuk mengosongkan kandung kemihnya.

  • Pengangkatan kandung kemih. Prosedur ini merupakan cara terakhir dan secara bedah membentuk pengganti atau bukaan di tubuh (stoma) untuk memasangkan kantung pada kulit untuk mengumpulkan urine.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Overactive bladder. 
Healthline. Diakses pada 2019. Overactive bladder.