• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisa Menyerang Berbagai Organ, Ini Gejala Kanker Sarkoma Kaposi

Bisa Menyerang Berbagai Organ, Ini Gejala Kanker Sarkoma Kaposi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu pernah mendengar salah satu jenis kanker bernama sarkoma kaposi? Meski tidak ‘setenar’ kanker payudara, paru-paru, atau kanker serviks, kanker sarkoma kaposi juga harus diwaspadai.

Kanker yang satu ini menyerang tanpa pandang bulu, usia, dan jenis kelamin. Namun, sebagian besar kasus sarkoma kaposi lebih cenderung terjadi pada mereka yang pengidap HIV. Lantas, seperti apa gejala sarkoma kaposi yang umumnya dialami pengidapnya? 

Baca juga: Jenis Sarkoma Kaposi yang Perlu Diketahui

Gejala Berdasarkan Organ yang Terserang

Kanker sarkoma kaposi ini bisa menyerang berbagai organ atau bagian tubuh. Sebagian besar kasusnya kanker ini menyerang bagian bawah kulit, hidung, atau tepi mulut. Namun, kanker ini juga bisa menyerang organ pencernaan, paru-paru, kelenjar limpa, bahkan meluas ke organ tubuh lainnya. Lantas, bagaimana dengan gejalanya?

Pada dasarnya, gejala sarkoma kaposi bisa berbeda-beda pada tiap individu. Gejala yang timbul bergantung pada bagian organ tubuh yang terserang. Berikut ini gejala kanker sarkoma kaposi yang perlu diwaspadai. 

Pada sistem pencernaan

  1. Muntah darah, BAB berdarah atau hitam.
  2. Adanya sumbatan pada usus.
  3. Rasa nyeri saat menelan atau kesulitan menelan.
  4. Mual, muntah, dan nyeri perut. 

Pada lesi kulit 

  • Lesi datar (makula), benjolan kurang dari 1 cm (papular) atau benjolan yang lebih besar (nodular) atau mirip seperti plak.
  • Lesi kulit dapat terjadi di lokasi manapun, tapi biasanya lebih sering pada kaki, daerah kepala, dan leher. 
  • Lesinya tidak terasa sakit atau nyeri
  • Warna lesi dapat cokelat, merah muda, merah, atau ungu. Pada orang dengan kulit gelap, lesi biasanya tersamar atau sulit dibedakan.
  • Diameter lesi mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter.

Pada organ paru-paru 

Kanker sarkoma kaposi yang menyerang jantung biasanya ditemukan melalui pemeriksaan rontgen secara tidak sengaja dan tanpa gejala. Namun, ada pula yang mengalami gejala berupa:

  • Sesak napas.
  • Batuk.
  • Nyeri dada.
  • Batuk darah.

Baca juga: Waspada, Virus Herpes Mampu Sebabkan Sarkoma Kaposi

Akibat Infeksi Virus HHV 8

Mau tahu apa penyebab utama dari kanker sarkoma kaposi? Kanker ini disebabkan oleh infeksi virus jahat herpes virus terkait sarkoma Kaposi (Kaposi Sarcoma associated Herpes Virus—KSHV), juga dikenal sebagai human herpesvirus 8 (HHV 8).

Pada beberapa kasus, virus HHV 8 dapat ditularkan melalui hubungan intim atau dari ibu ke bayi melalui plasenta. Virus ini dapat ditemukan di darah, air liur atau saliva, cairan vagina, dan cairan semen.

Biasanya seseorang yang terinfeksi virus ini tidak mengalami keluhan. Serangan dari virus ini bisa diatasi dengan sistem kekebalan tubuh yang normal. Namun, bila kekebalan tubuh sedang melemah, maka kamu perlu waspada. 

Virus ini dapat bereplikasi dan menginfeksi sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan pembuluh limfa (sel endotel). Selanjutnya, virus membawa gen ke dalam sel endotel tersebut menyebabkan sel membelah terlalu banyak, tidak terkendali, dan sel dapat bertahan hidup lebih lama dari normalnya. 

Gen yang sama ini dapat menyebabkan sel endotel membentuk pembuluh darah baru. Kondisi ini juga bisa meningkatkan produksi bahan kimia tertentu yang menyebabkan peradangan. Nah, perubahan ini yang ujung-ujungnya bisa membentuk lesi kanker.

Baca juga: Penyebab Kanker Sarkoma Jaringan Lunak

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 



Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Kaposi's Sarcoma
NHS Choices UK. Diakses pada 2021. Health A – Z. Kaposi's sarcoma.  
WebMD. Diakses pada 2021. What Is Kaposi's Sarcoma?
American Cancer Society. Diakses pada 2021. What Is Kaposi Sarcoma?