Bisakah Anak-Anak Terkena Dermatitis Herpetiformis?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
dermatitis herpetiformis, penyakit autoimun

Halodoc, Jakarta - Dermatitis herpetiformis merupakan penyakit autoimun yang menyerang kulit. Pengidap akan mengalami sejumlah gejala, salah satunya adalah ruam gatal yang disebabkan oleh gluten-sensitive enteropathy (GSE), yaitu reaksi sistem kekebalan tubuh ketika adanya kandungan gluten yang dicerna oleh tubuh. Apakah kondisi ini dapat menyerang anak-anak?

Baca juga: Adakah Pengobatan Rumahan untuk Dermatitis Herpetiformis?

Apakah Anak-Anak Dapat Terserang Dermatitis Herpetiformis?

Penyakit autoimun yang menyerang kulit ini jarang sekali memengaruhi anak-anak. Umumnya, dermatitis herpetiformis akan memengaruhi seseorang yang berusia 30-40 tahun. Selain berusia 30-40 tahun, faktor risiko lainnya yang dapat memicu terjadinya dermatitis herpetiformis, antara lain:

  • Mempunyai keluarga yang juga mengidap gangguan sistem imun.

  • Mengidap sindrom turner, yaitu kelainan genetik pada wanita yang menyebabkan pengidapnya bertubuh pendek dan mengalami gangguan kesuburan.

  • Mengidap sindrom Down, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan pengidapnya memiliki tingkat kecerdasan yang rendah, serta kelainan fisik yang khas.

  • Mengidap diabetes tipe 1, yaitu kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar gula atau glukosa dalam darah.

  • Mengidap penyakit kelenjar tiroid, yaitu gangguan yang disebabkan oleh kelainan fungsi kelenjar tiroid. Penyakit kelenjar tiroid lebih sering dialami oleh wanita dan bukan merupakan penyakit menular.

  • Mengidap sindrom Sjogren, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar penghasil cairan dalam tubuh, seperti, kelenjar air liur atau air mata.

  • Mengidap kolitis ulseratif, yaitu peradangan yang terjadi pada usus besar, dan bagian usus yang tersambung ke anus. Kolitis muncul ditandai dengan diare parah, dan adanya kandungan darah atau nanah pada feses.

Jika kamu mengalami salah satu faktor pemicu terjadinya dermatitis herpetiformis, segera periksakan diri ke dokter, ya! Dalam hal ini, kamu dapat langsung membuat janji dengan dokter ahli di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc untuk mencegah terjadinya komplikasi yang dapat membahayakan.

Baca juga: Kenali Dermatitis Herpetiformis, Penyakit Autoimun yang Berdampak pada Kulit

Apa Gejala yang Muncul pada Pengidap Dermatitis Herpetiformis?

Gejala yang muncul akan tergantung pada lokasi daerah yang terkena dermatitis herpetiformis, yaitu:

  • Jika dermatitis herpetiformis muncul pada kulit, gejala akan meliputi gatal, lepuh kulit, kulit memerah, serta sensasi rasa terbakar pada kulit.

  • Jika dermatitis herpetiformis muncul pada gigi, gejala akan meliputi perubahan pada email gigi, serta sariawan pada mulut.

  • Jika dermatitis herpetiformis muncul pada organ pencernaan, gejala akan meliputi kram perut, perut kembung, diare, sembelit, serta nyeri pada perut.

Gejala yang muncul akan tergantung pada lokasi munculnya dermatitis herpetiformis. Oleh karena itu, kondisi ini akan sulit untuk dideteksi pada awalnya. 

Baca juga:  Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Dermatitis Herpetiformis

Adakah Cara untuk Mencegah Dermatitis Herpetiformis?

Satu-satunya cara yang dapat dilakukan guna mencegah kondisi adalah gaya hidup sehat dengan membatasi asupan gluten dalam tubuh. Gluten sendiri merupakan protein dalam biji-bijian yang terbuat gandum, seperti roti, kue gandum, atau sereal gandum. Namun, diet gluten yang kamu lakukan harus dengan bimbingan ahli gizi untuk menentukan makanan atau suplemen pengganti gluten.

Jika gejala muncul, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk meredakan gejala, seperti gatal, kemerahan pada kulit, dan sensasi rasa terbakar pada kulit. Antibiotik yang dikonsumsi pun dapat menyebabkan komplikasi. Oleh karena itu, antibiotik yang dikonsumsi membutuhkan pemantauan oleh dokter dan pengujian laboratorium rutin.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. What to Know About Dermatitis Herpetiformis.
Healthline. Diakses pada 2019. Dermatitis Herpetiformis and Gluten Intolerance.