Bisakah Delirium Tremens Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bisakah Delirium Tremens Disembuhkan?

Halodoc, Jakarta – Kecanduan adalah kondisi yang sulit untuk ditinggalkan. Entah itu merokok atau minum alkohol, keduanya sulit dihentikan ketika pecandunya berusaha berhenti. Nah, delirium tremens (DT) adalah kondisi yang bisa dialami oleh pecandu alkohol ketika mereka mencoba untuk mengurangi minum atau berhenti sama sekali. DT dapat menyebabkan kebingungan tubuh sampai mengubah cara otak dalam mengatur sirkulasi darah dan pernapasan.

DT adalah kondisi serius yang dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan benar. Gejala DT biasanya muncul setelah 48 jam setelah konsumsi alkohol terakhir dan paling intens 4-5 hari setelah minuman terakhir. Kondisi ini dapat berlangsung antara 1-8 hari. Lantas, apakah DT bisa disembuhkan?

Baca Juga: Inilah Cara Alkohol Pengaruhi Kesehatan Liver

Apakah Kondisi Ini Bisa Disembuhkan?

Meskipun dianggap sebagai darurat medis, DT masih bisa diobati. Melansir dari American Addiction Centers, DT yang tidak diobati berisiko menyebabkan kematian sebanyak 37 persen. Risiko kematiannya cukup tinggi, sehingga tanda-tanda vital pengidapnya harus dipantau selama pengobatan. Pengobatan melibatkan perawatan suportif melalui pemberian benzodiazepin. 

Baca Juga: Pemeriksaan untuk Diagnosis Delirium Tremens

Cairan intravena biasanya juga perlu diberikan untuk mengatasi masalah elektrolit yang bisa sebabkan pengidapnya mengalami dehidrasi. Obat antipsikotik juga bisa diberikan untuk menenangkan agitasi dan mencegah halusinasi. 

Setelah detoksifikasi medis selesai dilakukan, pasien harus menjalani rehabilitasi di rumah sakit. Selama rehabilitasi, terapi perilaku kognitif akan dilakukan untuk mengedukasi pengidap dalam mengatasi kecanduan alkoholnya. 

Gejala Delirium Tremens yang Wajib Diwaspadai

Tanda dan gejala delirium biasanya dimulai beberapa jam atau beberapa hari. Gejalanya bisa  berfluktuasi sepanjang hari dan mungkin ada periode tanpa gejala. Gejala cenderung lebih buruk pada malam hari karena kurangnya penerangan. Melansir dari Mayo Clinic, berikut gejala umum dari delirium tremens:

  • Kurangnya Kesadaran Lingkungan

Kondisi ini membuat pengidapnya tidak fokus, sehingga tidak mampu menanggapi pertanyaan atau percakapan dengan tepat. Mereka lebih mudah terganggu oleh hal-hal yang tidak penting.

  • Mulai Mengalami Gangguan Kognitif

Pengidap mulai kesulitan untuk mengingat peristiwa yang baru terjadi. Mereka juga mengalami disorientasi, sehingga membuatnya tidak sadar sedang ada di mana dan dengan siapa. Pengidap mengalami kesulitan berbicara atau mengingat kata-kata, mulai mengoceh atau bicara omong kosong, sulit memahami pembicaraan dan sulit membaca atau menulis.

  • Perubahan Perilaku

Pengidap DT dapat mengalami halusinasi, gelisah, agitasi atau perilaku agresif. Mereka bisa tiba-tiba memanggil, mengerang atau membuat suara lainnya. Gerakan tubuhnya mulai lambat atau lesu. Kebiasaan tidur juga dapat terganggu, seperti tidur di siang hari dan bangun di malam hari. 

  • Gangguan Emosi

Pengidap dapat mengalami kecemasan, ketakutan dan paranoia. Akibatnya, mereka rentan mengalami depresi. Pengidap menjadi lekas marah atau perasaan senang tiba-tiba. Suasana harinya bisa berubah tiba-tiba tak terduga. Mereka juga menjadi apatis dengan keadaan di sekitarnya.

Pendekatan untuk mencegah delirium adalah menargetkan faktor-faktor risiko yang mungkin memicu gejala. Terkadang lingkungan rumah sakit dapat memperburuk gejala. Pasalnya,  perubahan ruangan, prosedur invasif, suara keras, pencahayaan yang buruk, dan kurangnya cahaya alami, dan tidur dapat memperburuk kebingungan.

Baca Juga: Waspada Komplikasi yang Diakibatkan Delirium Tremens

Mengubah kebiasaan tidur yang baik, membantu pengidap tetap tenang dan berorientasi dengan baik, serta membantu mencegah masalah medis atau komplikasi lainnya untuk mencegah atau mengurangi keparahan delirium. Kalau kamu punya pertanyaan lain terkait kondisi ini, kamu bisa bertanya kepada dokter Halodoc. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi  dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi :
American Addiction Centers. Diakses pada 2020. Delirium Tremens: Symptoms and Treatment.
Medline Plus. Diakses pada 2020. Delirium tremens.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Delirium.