• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Gangguan Kepribadian Diturunkan dalam Keluarga?

Bisakah Gangguan Kepribadian Diturunkan dalam Keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Gangguan kepribadian atau personality disorder mengacu pada kondisi yang membuat seseorang yang mengalaminya memiliki pola perilaku dan pola pikir yang berbeda dan cenderung tidak sehat jika dibandingkan dengan orang normal pada umumnya. Masalah yang termasuk dalam kategori gangguan mental ini pun bisa membuat pengidapnya sulit untuk berinteraksi dengan orang lain. 

Akibatnya, sering ditemui pengidap gangguan kepribadian yang bermasalah dalam hubungan dan lingkungan sosialnya, baik dalam keluarga, tetangga, sekolah, hingga pekerjaan. Menunjukkan perilaku yang aneh dan tidak biasa, lebih senang menyendiri, kesulitan membina hubungan dengan orang lain, hingga sering berprasangka buruk menjadi ciri gangguan kepribadian yang bisa kamu kenali.

Benarkah Gangguan Kepribadian Diturunkan dalam Keluarga?

Masalah kepribadian memiliki banyak variasi, dengan gejala yang cenderung berbeda bergantung pada jenis gangguan yang dialami. Selain ketidakstabilan emosi, pengidap gangguan kepribadian juga mungkin mengidap masalah mental lainnya, termasuk stres, depresi, hingga gangguan kecemasan dan ketakutan berlebihan.

Baca juga: 7 Tanda Pasangan Idap Gangguan Kepribadian Narsistik

Sayangnya, sampai sekarang, belum diketahui dengan pasti apa sebenarnya yang menyebabkan terjadinya gangguan kepribadian pada seseorang. Meski demikian, para pakar meyakini ada keterlibatan genetik yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap gangguan kepribadian. Artinya, orang yang memiliki anggota keluarga atau orangtua dengan kondisi gangguan kepribadian lebih berisiko mengalami kondisi serupa. 

Namun, bukan berarti masalah kejiwaan ini sudah pasti menurun dari orangtua pada anak-anaknya. Hanya saja, risiko kamu mengidapnya sudah pasti menjadi lebih besar. Kamu perlu tahu bahwa masih ada banyak faktor lain selain genetik yang bisa membuat seseorang mengidap gangguan kepribadian, termasuk lingkungan dan perubahan pada otak. 

Baca juga: Penjelasan yang Perlu Dipahami Tentang Narcissistic Communicator

Sejumlah faktor psikis juga bisa memicu munculnya gangguan kepribadian pada seseorang. Bahkan, beberapa waktu terakhir, faktor ini menyumbang peranan yang cukup besar dalam penyakit mental. Peristiwa yang menimbulkan trauma, seperti kekerasan dan terjadinya pelecehan seksual, perceraian, kehilangan anggota keluarga, hingga masalah finansial bisa menjadi penyebabnya. 

Bagaimana Mendiagnosis Gangguan Kepribadian?

Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat, dokter akan menyarankan untuk melakukan evaluasi mengenai bagaimana pengidap berpikir dan bertindak, pun mengetahui apa sebenarnya yang mereka rasakan. Jika memang diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti bertanya apakah ada gejala khusus yang mengacu pada masalah kepribadian.

Tidak ketinggalan, pemeriksaan kadar konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu. Pasalnya, beberapa masalah kepribadian dan gangguan mental lainnya terjadi karena kadar konsumsi alkohol dan obat yang berlebihan. Tanpa adanya penanganan, kondisi ini justru membuat pengidap rentan melakukan tindakan yang membahayakan, baik pada diri sendiri maupun orang lain. 

Baca juga: Kurang Empati pada Orang Lain Bisa Jadi Gangguan Narsistik

Jika kamu atau orang terdekat menunjukkan gejala gangguan kepribadian, segera lakukan pengobatan agar komplikasi bisa dicegah. Kamu tidak perlu malu untuk bercerita, karena sekarang psikolog Halodoc siap membantu kamu kapan saja tanpa harus keluar rumah. Namun, jika memang perlu untuk berobat ke rumah sakit terdekat, kamu pun bisa pakai aplikasi Halodoc untuk membuat janji. 

Ternyata, memang ada unsur genetik terhadap munculnya gejala gangguan kepribadian. Jadi, apabila mendapati orangtua atau anggota keluarga menunjukkan gejala tersebut, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan untuk melindungi diri sendiri dari masalah kesehatan mental serupa. 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Personality Disorder.
Healthline. Diakses pada 2020. Personality Disorder.
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Personality Disorder.