• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Gangguan Tidur Dihilangkan dengan Terapi Psikologi?

Bisakah Gangguan Tidur Dihilangkan dengan Terapi Psikologi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Gangguan tidur adalah kondisi yang memengaruhi kemampuan tidur nyenyak secara teratur. Kondisi ini dapat disebabkan oleh masalah kesehatan, gangguan stres, atau gangguan kesehatan mental lainnya. Kamu mungkin sulit tidur karena memiliki masalah seperti serangan panik, mimpi buruk, atau psikosis. Maka penanganannya harus dengan bantuan psikolog dengan terapi psikologi.

Jika kamu mengalami gangguan tidur, ada banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk mengubah perilaku dan gaya hidup supaya kamu dapat tidur berkualitas. Namun perawatan umumnya mencakup kombinasi perawatan medis dan perubahan gaya hidup. 

Baca Juga : Enggak Hanya Karena Stres, Ini Penyebab Gangguan Tidur Berjalan

Mengatasi Gangguan Tidur dengan Terapi Psikologi

Cara mengatasi gangguan tidur akibat faktor gangguan mental ini tentu dengan mengobati masalah psikologis yang dihadapi. Jika gangguan mental sudah teratasi, maka gangguan tidur pun dapat berkurang atau hilang dengan sendiri. Dengan begitu kualitas tidur pun semakin baik.

Bagi kamu yang mengalami gangguan tidur karena faktor psikologis, perlu meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan ahli medis atau psikolog melalui aplikasi Halodoc mengenai masalah yang sedang dihadapi. Biasanya, kamu akan diberikan terapi, baik terapi perilaku kognitif atau terapi obat. 

Obat-obatan tertentu juga terbukti mempersingkat waktu yang diperlukan orang dengan gangguan tidur. Sementara terapi perilaku kognitif untuk gangguan tidur juga terbukti efektif. Terapi perilaku memiliki tujuan untuk mendorong proses berpikir yang lebih positif dan realistis.

Dengan menjalani terapi kognitif, kamu akan terdorong pada kebiasaan tidur yang baik, yaitu tidur berkualitas di malam hari dan gangguan selama tidur pun hilang. Ada juga sejumlah terapi relaksasi dan metode pengurangan stres yang mungkin bisa dicoba untuk merilekskan pikiran dan tubuh sebelum tidur. Misalnya, relaksasi otot progresif (dengan rekaman audio), teknik pernapasan dalam, meditasi, dan biofeedback. 

Baca Juga : Kenali 3 Tanda Alami Gangguan Tidur Selain Sulit Tidur Malam

Kombinasikan dengan Perubahan Gaya Hidup

Penyesuaian gaya hidup juga dapat mempengaruhi peningkatan kualitas tidur, terutama jika dilakukan bersamaan dengan perawatan medis. Kamu perlu juga mempertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Mengonsumsi lebih banyak sayuran dan ikan ke dalam makanan dan kurangi asupan gula.
  • Berolahraga dan melakukan peregangan tubuh secara teratur.
  • Buat dan patuhi jadwal tidur yang teratur.
  • Minum air putih sebelum tidur. 
  • Batasi asupan kafein, terutama di sore atau malam hari. 
  • Kurangi penggunaan rokok dan alkohol.
  • Makan makanan rendah karbohidrat sebelum tidur.
  • Jaga berat badan yang sehat berdasarkan rekomendasi dokter.
  • Tidur dan bngun pada waktu yang sama setiap hari untuk meningkatkan kualitas tidur secara signifikan. 

Cara untuk mendiagnosis gangguan tidur, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dulu dan mengumpulkan informasi mengenai gejala dan riwayat kesehatan. Kamu juga akan menjalani beberapa pemeriksaan, termasuk:

  • Polisomnografi (PSG): Studi tidur laboratorium ini akan mengevaluasi kadar oksigen, gerakan tubuh, dan gelombang otak untuk menentukan bagaimana terjadinya gangguan tidur.
  • Electroencephalogram (EEG): Pemeriksaan ini akan menilai aktivitas listrik di otak dan mendeteksi potensi masalah yang berkaitan dengan aktivitas tidur.
  • Tes Latensi Tidur Ganda: Studi tidur siang ini digunakan bersama dengan polisomnografi di malam hari untuk membantu mendiagnosis narkolepsi. Tes ini penting untuk menentukan pengobatan yang tepat untuk gangguan tidur. 

Baca Juga : Sama-Sama Gangguan Tidur, Ini Beda Insomnia dan Parasomnia

Efek gangguan tidur bisa sangat mengganggu sehingga kamu mungkin sangat ingin segera sembuh. Sayangnya, dalam kasus jangka panjang ini membutuhkan waktu lebih lama untuk disembuhkan. Jika kamu tetap pada rencana perawatan dan secara teratur berkomunikasi dengan dokter, kamu bisa menemukan cara untuk tidur yang lebih baik.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Sleep Disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Sleep Disorder.
Mind. Diakses pada 2020. How to cope with sleep problems