Bisakah Gastroschisis Dideteksi dari Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bisakah Gastroschisis Dideteksi dari Dalam Kandungan?

Halodoc, Jakarta - Kehamilan adalah sesuatu yang diharapkan oleh kebanyakan pasangan. Seorang ibu hamil pasti mengharapkan bayinya tumbuh sehat dan kuat. Walau begitu, semua risiko pasti ada, termasuk gangguan yang disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan, seperti gastroschisis.

Gangguan ini terjadi ketika janin berada di dalam kandungan. Gastroschisis dapat menyebabkan cacat lahir pada sang bayi. Penyakit tersebut menyebabkan cacat pada dinding perut bayi. Meski begitu, kondisi ini dapat dideteksi ketika bayi masih berada di dalam kandungan.

Baca juga: Gastroschisis yang Terjadi pada Bayi, Ini yang Perlu Diketahui

Mendeteksi Gastroschisis di Dalam Kandungan

Gastroschisis adalah sebuah gangguan yang terjadi pada dinding perut bayi. Gangguan tersebut dapat menyebabkan usus bayi keluar dari tubuh melalui lubang di samping pusar. Lubang tersebut dapat berukuran kecil dan besar, serta organ lainnya juga dapat keluar melalui lubang itu.

Gastroschisis terjadi karena otot-otot pada tubuh bayi tidak terbentuk dengan sempurna. Usus pada manusia tidak mempunyai lapisan pelindung, sehingga dapat teriritasi ketika terkena cairan ketuban. Keadaan tersebut dapat menyebabkan pembengkakan pada usus.

Penyakit yang dapat membuat lubang pada perut bayi tersebut dapat dideteksi ketika janin memasuki usia 20 minggu. Pemeriksaan yang dilakukan dapat berupa USG anatomi secara lengkap. Anatomi bayi tersebut dapat mendeteksi kemungkinan kelainan pada dinding perut. Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Jangan ragu untuk men-download aplikasinya sekarang juga!

Selain USG anatomi, pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah sonogram. Pemeriksaan ini dilakukan mengevaluasi posisi usus atau organ lainnya terhadap tonjolan atau kenaikan berat badan. Umumnya, bayi yang mengalami gangguan ini akan memiliki berat badan rendah saat dilahirkan.

Untuk memeriksa kondisi janin, ibu hamil juga akan diminta untuk menghitung pergerakan janin secara harian. Cara ini dapat dimulai ketika usia janin memasuki minggu ke-26. Sebagai indikasinya, janin di dalam kandungan idealnya harus bergerak minimal 10 kali dalam periode dua jam. Dengan begitu, ibu hamil dapat mengetahui kondisi janin yang dikandung, kemudian dapat mendiskusikannya dengan dokter.

Baca juga: Bantu Zea Agar Perutnya Bisa Tertutup - KitaBisa

Kondisi Bayi dengan Gastroschisis setelah Dilahirkan

Bayi yang mengidap gangguan gastroschisis akan memiliki usus dan organ yang keluar ketika lahir. Maka dari itu, bagian penting dalam tubuh tersebut harus dikembalikan ke dalam tubuh, kemudian menutup lubang tersebut. Jika tidak ada gangguan terhadap organ yang keluar, penutupan lubang dapat langsung dilakukan.

Usus yang terkena air ketuban dapat mengalami pembengkakan dan tidak langsung dimasukkan ke rongga perut. Jika hal tersebut terjadi, usus tersebut akan ditempatkan ke dalam silo dengan larutan garam. Pembengkakan tersebut akan perlahan menghilang dan penutupan dapat segera dilakukan.

Baca juga: Tindakan Pengobatan untuk Mengatasi Gastroschisis

Setelah penutupan perut dilakukan, bayi tersebut umumnya akan membutuhkan pernapasan bantuan. Sebuah tabung akan diberikan untuk membantu pernapasannya. Makanan akan diberikan melalui jalur intravena sentral. Hal ini akan terus dilakukan hingga usus dalam tubuh merespons dan bayi dapat buang air besar.

Pemberian makanan tersebut harus perlahan dan diawasi dengan ketat. Bayi yang mengidap gastroschisis dapat mengalami pergerakan lambat pada usus, sehingga menyebabkan masalah refluks. Bayi harus dapat memproses makanan dengan optimal sebelum dipulangkan.