Bisakah Hemiplegia Terjadi di Usia Muda?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
bisakah-hemiplegia-terjadi-di-usia-muda-halodoc

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mendengar istilah medis hemiplegia? Hemiplegia adalah kondisi di mana salah satu sisi tubuh mengalami lemah otot atau kelumpuhan. Biasanya, orang yang mengalami hemiplegia adalah orang yang terkena stroke atau mengalami cedera, seperti cedera saraf tulang belakang atau patah leher. Namun, bisakah kondisi tersebut terjadi di usia muda? Yuk, cari tahu jawabannya di sini.

Kelumpuhan artinya adalah hilangnya kemampuan otot untuk bergerak. Perlu diketahui, tubuh bergerak berdasarkan sinyal yang dikirim dari otak ke otot untuk menciptakan gerakan. Pada kasus hemiplegia, ada bagian otak yang rusak akibat suatu kondisi seperti stroke, sehingga penyampaian sinyal dari otak ke otot terganggu. Akibatnya, pengidap kesulitan menggerakan sebagian atau bahkan seluruh bagian tubuhnya.

Hemiplegia biasanya hanya memengaruhi salah satu sisi tubuh saja, seperti salah satu lengan, kaki, ataupun sisi wajah. Kondisi ini bisa membuat pengidap mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti makan, berpakaian, bahkan buang air.

Hemiplegia bisa terjadi secara tiba-tiba maupun berkembang secara bertahap. Kondisi kesehatan tersebut bisa dikatakan relatif umum dan dapat terjadi pada orang dengan usia berapa saja. Hal ini berarti orang yang masih muda pun bisa mengalami hemiplegia.

Baca juga: Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Hemiplegia

Penyebab Hemiplegia

Penyebab hemiplegia yang paling umum adalah stroke. Sebanyak 9 dari 20 orang yang terserang stroke, dapat mengalami kelumpuhan pada tingkatan tertentu setelah serangan tersebut terjadi. Kelumpuhan biasanya terjadi pada sisi tubuh yang berlawanan dengan sisi otak yang rusak akibat stroke. Namun, tidak menutup kemungkinan, kelumpuhan juga bisa terjadi pada bagian tubuh manapun.

Selain stroke, berikut ini beberapa faktor lainnya yang juga menjadi penyebab umum hemiplegia:

  • Cedera otak traumatis yang hanya terjadi pada satu sisi otak saja. Hal ini mungkin disebabkan oleh kecelakaan mobil, jatuh, tindakan kekerasan, dan lain-lain.

  • Masalah kardiovaskular, terutama aneurisma dan perdarahan di otak.

  • Infeksi, terutama ensefalitis dan meningitis. Beberapa infeksi serius, seperti sepsis dan abses di leher, juga dapat menyebar ke otak bila tidak diobati dengan baik.

  • Kondisi yang menyebabkan demielinasi otak, seperti multiple sclerosis dan beberapa penyakit autoimun lainnya.

  • Efek samping setelah pembedahan, pengobatan, ataupun anestesi.

  • Hilangnya oksigen ke otak karena tersedak atau syok anafilaksis.

Waspadai Gejalanya

Bila kelumpuhan terjadi pada salah satu sisi tubuh dan membuat kamu tidak bisa bergerak, kondisi tersebut adalah hemiplegia. Namun, bila kamu mengalami kelemahan di salah satu sisi tubuh, tetapi kamu masih bisa menggerakkannya, kondisi tersebut adalah hemiparesis. 

Gejala hemiplegia secara umum adalah:

  • Kekakuan dan kelemahan pada otot di salah satu sisi tubuh.

  • Kesulitan berbicara, menelan dan juga bernapas.

  • Kehilangan kontrol kandung kemih.

  • Kesulitan berjalan.

  • Kehilangan keseimbangan tubuh.

  • Kesulitan untuk memegang benda.

  • Perubahan suasana hati.

  • Perubahan pada sisi lain tubuh, karena otot-otot tersebut mungkin mulai berhenti tumbuh atau terasa sakit karena kejang otot kronis.

Baca juga: Sering Kesemutan, Benarkah Gejala Awal Hemiplegia?

Cara Mengatasi Hemiplegia

Kabar baiknya, hemiplegia bisa diatasi dengan melakukan terapi dan beberapa perawatan tertentu. Semakin cepat perawatan dilakukan, semakin besar peluang kamu untuk memperoleh kembali kekuatan dan gerakan-gerakan yang sebelumnya tidak bisa dilakukan.

Salah satu perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi hemiplegia adalah modified constraint-induced therapy (mCIT). Terapi tersebut bertujuan untuk mendorong penggunaan bagian tubuh yang mengalami kelumpuhan. Selain itu, stimulasi listrik juga bisa dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan sensorik, memperkuat bagian tubuh yang melemah, serta meningkatkan jangkauan gerakan.

Baca juga: Adakah Cara untuk Mencegah Hemiplegia?

Jadi, segeralah mengunjungi dokter bila kamu mengalami kelemahan anggota gerak seperti gejala hemiplegia di atas. Kamu juga bisa kapan dan di mana saja buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu untuk melakukan pemeriksaan terkait kelemahan tubuh melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi:
Spinal Cord. Diakses pada 2019. Hemiplegia.