• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Hepatitis A Disembuhkan Total?

Bisakah Hepatitis A Disembuhkan Total?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Salah satu gangguan yang bisa menyerang organ hati adalah penyakit hepatitis A. Hepatitis ini merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat menular melalui makanan dan minuman. Pertanyaannya, apakah penyakit yang satu ini bisa disembuhkan secara keseluruhannya alias sembuh total? Jawabannya bisa. 

Hepatitis A merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini terjadi karena adanya peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Infeksi yang terjadi akan mulai memengaruhi dan mengganggu kinerja organ hati sehingga memicu gejala-gejala tertentu. 

Virus penyebab penyakit ini sangat mudah menular melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Lantas, bagaimana cara menyembuhkan penyakit hepatitis A? SImak jawabannya di bawah ini!

Baca juga: Inilah yang Dimaksud dengan Hepatitis A

Cara Menyembuhkan Hepatitis A

Penyakit ini terjadi karena infeksi virus. Kabar buruknya, gejala hepatitis A muncul dengan lambat, biasanya baru akan muncul beberapa minggu setelah infeksi virus terjadi. Tanda paling khas dan sering disadari pengidap penyakit ini adalah perubahan warna mata dan kulit menjadi kuning. Selain itu, ada gejala lain yang mungkin juga akan muncul, yaitu demam, tubuh lemas, mual dan muntah, warna urine menjadi gelap, serta feses terlihat pucat. 

Meski begitu tidak perlu khawatir, penyakit hepatitis A sebenarnya merupakan penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya. Hal itu terjadi berkat sistem kekebalan tubuh yang membasmi virus penyebab penyakit. Artinya, orang yang terinfeksi virus disarankan untuk banyak beristirahat agar tubuh bisa dengan maksimal melawan penyakit. Istirahat total juga bertujuan untuk mengurangi beban kerja liver yang memiliki kondisi tidak maksimal akibat infeksi. Istirahat total bisa membantu tubuh lebih cepat pulih dan proses penyembuhan terjadi dengan sempurna.

Baca juga:  Perbedaan Penyakit Kuning dengan Hepatitis A

Meski begitu, kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Pengobatan dan pemeriksaan tetap dibutuhkan pengidap penyakit hepatitis A. Konsumsi obat-obatan tertentu bertujuan untuk meringankan gejala-gejala yang muncul, dan membantu penyembuhan.

Selain menjalani pengobatan, orang yang terinfeksi virus hepatitis A harus menjaga kebersihan lingkungan dan makanan yang dikonsumsi. Dengan begitu, penularan ke orang lain atau penularan kembali penyakit ini tidak akan terjadi. Saat seseorang sembuh dari penyakit ini, maka ia akan memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit hepatitis A. 

Jika perawatan dilakukan dengan benar, hepatitis A jarang menyebabkan komplikasi dan tidak akan menyebabkan penyakit liver jangka panjang alias kronis. Meski begitu, penyakit ini masih memiliki risiko komplikasi. Hepatitis A berpotensi memicu gagal hati, terutama pada lansia dan orang yang memiliki riwayat penyakit liver kronis sebelumnya.

Namun jangan khawatir, hepatitis A bisa dicegah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari infeksi virus penyebab penyakit ini, mulai dari menghindari konsumsi makanan yang mentah atau setengah matang, dan jangan meminum air mentah atau air yang tidak jelas asalnya. Pastikan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, melindungi diri dari penyakit ini juga bisa dilakukan dengan vaksinasi hepatitis A. 

Baca juga: Komplikasi yang Bisa Disebabkan Hepatitis A

Masih penasaran tentang penyakit hepatitis A dan fakta-faktanya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Sampaikan keluhan kesehatan dan dapatkan rekomendasi pengobatan dari dokter terbaik. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2020. Hepatitis A.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hepatitis A.
Web MD. Diakses pada 2020. Hepatitis A: FAQ.