• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Kleptomania Disembuhkan?

Bisakah Kleptomania Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Seseorang yang kerap melakukan tindakan mencuri bisa dikategorikan sebagai tindakan kriminal. Namun, tidak hanya itu, seseorang yang kerap mencuri atau mengutil barang milik orang lain juga dapat menjadi ciri-ciri dari salah satu gangguan kesehatan mental yaitu kleptomania. Pengidap kleptomania akan melakukan tindakan pencurian berdasarkan hasrat keinginan untuk mencuri atau mengutil yang tidak bisa ditahan.

Baca juga: Anak yang Kesepian Cenderung Jadi Kleptomania, Benarkah?

Tidak hanya itu, ciri lain dari pengidap kleptomania yaitu sering mengambil barang yang tidak dibutuhkan. Tidak jarang, pengidap kleptomania memiliki kehidupan ekonomi yang cukup baik. Segera atasi kondisi kleptomania karena dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan maupun sosial. Lalu, apakah kleptomania bisa disembuhkan? Simak di sini untuk ulasannya.

Kleptomania Bisa Disembuhkan?

Kleptomania merupakan gangguan kesehatan mental yang masuk dalam kategori gangguan kendali impulsif. Terkadang pengidap kleptomania sulit mengatasi kondisi ini karena perasaan malu ketika menyadari dirinya memiliki penyakit kleptomania. Padahal, sebaiknya kondisi kleptomania segera diatasi karena dapat menyebabkan dampak yang cukup buruk bagi diri sendiri maupun lingkungan sosial.

Bagi pengidap kleptomania, pengobatan yang diberikan berguna untuk mengurangi atau menekan keinginan impulsif atau hasrat ingin mencuri. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dengan penggunaan obat-obatan atau melakukan terapi.

Jenis obat yang digunakan merupakan jenis antidepresan yang dapat membuat serotonin bekerja lebih efektif. Obat ini digunakan untuk membantu menstabilkan emosi pengidap kleptomania. Sedangkan, jenis psikoterapi yang tepat untuk mengatasi kondisi kleptomania adalah terapi perilaku kognitif. Terapi ini dilakukan untuk membantu pengidap kleptomania mengendalikan keinginan mencuri. 

Kenali Gejala Kleptomania

Pengobatan yang dilakukan tentu memerlukan dukungan keluarga agar pengobatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Tidak hanya itu, pengobatan berkelanjutan dan dilakukan secara rutin juga dapat membuat pengidap kleptomania lebih mengenali dirinya dan mampu menahan keinginan atau hasrat untuk mengutil.

Baca juga: Begini Cara Menghadapi Teman yang Kleptomania

Keinginan mencuri atau hasrat mengutil adalah salah satu gejala dari penyakit kleptomania. Umumnya, pengidap kleptomania menyadari bahwa mencuri atau mengambil barang yang bukan miliknya merupakan tindakan yang salah. Namun, pengidap kleptomania tidak dapat menahan hasrat atau keinginan untuk mencuri sehingga kegiatan ini rutin dilakukan.

Selain kesulitan menahan keinginan untuk mencuri, biasanya setelah mencuri pengidap kleptomania merasakan perasaan yang lega dan senang. Jangan abaikan jika kamu atau kerabat pernah mengalami kondisi ini. Tidak ada salahnya periksakan kondisi kesehatan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab gejala yang dialami.

Jika mencuri yang didasarkan tindakan kriminal umumnya direncanakan, berbeda dengan pengidap kleptomania. Pengidap kleptomania melakukan aksinya tanpa perencanaan. Mereka akan melakukan kegiatan tersebut jika keinginan mencuri muncul dan terjadi secara tiba-tiba.

Benarkah Kleptomania Disebabkan Gangguan Otak?

Penyebab pasti penyakit kleptomania belum diketahui. Namun, ada faktor yang diduga membuat seseorang alami kleptomania, seperti adanya gangguan serotonin pada otak. Kadar serotonin yang rendah pada otak membuat seseorang bertindak impulsif dan memiliki hasrat yang tidak tertahankan akan sesuatu.

Baca juga: Orang dengan Kleptomania Sadar dengan Tindakannya?

Selain adanya gangguan pada otak, beberapa faktor lain dapat sebabkan seseorang alami kleptomania, seperti riwayat keluarga dan memiliki riwayat gangguan kesehatan mental. Pengidap gangguan bipolar, gangguan kecemasan, dan gangguan kepribadian lebih rentan alami kleptomania.

Selain itu, wanita lebih rentan alami kleptomania dibandingkan pria. Tidak hanya kesehatan fisik, sebaiknya jaga kesehatan mental agar kamu terhindar dari berbagai gangguan kesehatan mental dengan mengonsumsi makanan sehat dan rutin olahraga.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Kleptomania
Healthline. Diakses pada 2019. Stealing