Bisakah Kusta Disembuhkan dengan Obat?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bisakah Kusta Disembuhkan dengan Obat?

Halodoc, Jakarta – Penyakit kusta dapat dikenali dengan munculnya bercak-bercak kulit yang mungkin terlihat lebih terang atau lebih gelap dari kulit normal. Terkadang area kulit yang terkena mungkin kemerahan. 

Biasanya akan hilang sensasi merasakan di area kulit yang mengalami perubahan warna ini. Tidak hanya tusukan, bahkan sentuhan ringan sekalipun. Bagaimana perawatan dan proses penyembuhan kusta? Baca selengkapnya di sini!

Pengobatan dan Perawatan Kusta

Untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter akan mengambil sampel kulit atau saraf melalui biopsi kulit atau saraf untuk mencari bakteri di bawah mikroskop dan mungkin juga melakukan tes untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit kulit lainnya.

Penyakit kusta diobati dengan kombinasi antibiotik. Biasanya 2–3 antibiotik digunakan secara bersamaan. Jenis obatnya adalah dapson dengan rifampisin dan clofazimine. Kombinasi obat ini adalah strategi untuk membantu mencegah perkembangan resistensi antibiotik oleh bakteri yang dapat terjadi karena lamanya pengobatan.

Baca juga: Jangan Salah Kaprah, Begini Cara Penularan Kusta yang Harus Dipahami

Perawatan biasanya berlangsung antara satu hingga dua tahun. Penyakit ini dapat disembuhkan jika pengobatan selesai seperti yang ditentukan. Jika kamu dirawat karena penyakit kusta, penting untuk :

  1. Beri tahu dokter jika kamu mengalami mati rasa atau kehilangan sensasi di bagian tubuh tertentu atau bercak di kulit. Ini mungkin disebabkan oleh kerusakan saraf akibat infeksi. Jika kamu mengalami mati rasa dan kehilangan sensasi, berhati-hatilah untuk mencegah cedera yang mungkin terjadi, seperti terbakar dan terpotong.
  2. Minumlah antibiotik sampai dokter mengatakan perawatan selesai. Jika kamu berhenti lebih awal, bakteri mungkin mulai tumbuh lagi dan kamu mungkin lebih sakit lagi.
  3. Beri tahu dokter jika bercak kulit yang terkena menjadi merah dan sakit, saraf menjadi sakit atau bengkak, atau kamu mengalami demam karena ini mungkin komplikasi dari penyakit kusta yang mungkin memerlukan perawatan lebih intensif dengan obat-obatan yang dapat mengurangi peradangan.

Mengapa Deteksi Dini Penting

Jika tidak ditangani, kerusakan saraf dapat menyebabkan kelumpuhan dan melumpuhkan tangan dan kaki. Dalam kasus yang sangat lanjut, orang tersebut mungkin mengalami beberapa cedera karena kurangnya sensasi dan akhirnya tubuh dapat menyerap kembali bakteri yang terkena dari waktu yang dulu sehingga mengakibatkan hilangnya jari kaki dan jari. 

Ulkus kornea atau kebutaan juga dapat terjadi jika saraf wajah terpengaruh, karena hilangnya sensasi kornea (di luar) mata. Tanda-tanda lain dari kusta lanjut mungkin termasuk hilangnya alis dan kelainan bentuk hidung akibat kerusakan pada septum hidung.

Antibiotik yang digunakan selama perawatan akan membunuh bakteri penyebab kusta. Namun, sementara pengobatan dapat menyembuhkan penyakit dan mencegahnya memburuk, sayangnya tidak bisa membalikkan kerusakan saraf atau cacat fisik yang mungkin terjadi sebelum diagnosis. 

Baca juga: Ketahui 3 Jenis Kusta dan Gejala yang Dialami oleh Pengidapnya

Dengan demikian, sangat penting bahwa penyakit kusta didiagnosis sedini mungkin, sebelum kerusakan saraf permanen terjadi. Menurut data yang dipublikasikan oleh lepra.org.uk, sekira 600 orang didiagnosis setiap harinya mengidap kusta dan 50 di antaranya adalah anak-anak.

Ada lebih dari 3 juta orang hidup dengan kusta yang tidak terdiagnosis. Lebih dari 4 juta orang hidup dengan cacat yang mengubah hidup yang disebabkan oleh kusta. Deteksi dini sangat penting, buat kamu yang ingin tahu lebih lanjut mengenai penanganannya tanyakan langsung ke Halodoc.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2019. How is the leprosy disease diagnosed?
Lepra.org.uk. Diakses pada 2019. Leprosy.