• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Kutu Kucing dan Anjing Menular ke Manusia?

Bisakah Kutu Kucing dan Anjing Menular ke Manusia?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bisakah Kutu Kucing dan Anjing Menular ke Manusia?

Halodoc, Jakarta - Memelihara kucing atau anjing sangat rentan terjangkit kutu. Adanya kutu pada hewan peliharaan akan membuat mereka terus-menerus menggaruk tubuhnya. Jika terlalu sering dilakukan, hal tersebut dapat membuat kulitnya terluka, lho. Untuk mengatasi kutu pada hewan peliharaan, kamu dapat memandikannya secara rutin, kemudian membersihkan kutu-kutu di sekujur tubuhnya. Pertanyaannya adalah, apakah kutu peliharaan menular pada manusia? Jangan menduga-duga, yuk, ketahui penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Seberapa Seringkah Kucing Harus Minum Air?

Perlu Diketahui, Kutu Peliharaan Tidak Menular ke Manusia 

Kutu merupakan serangga parasit yang membutuhkan tempat hangat untuk hidup, bertelur, serta menetaskannya. Tempat yang memiliki kriteria tersebut adalah bulu hewan peliharaan, terutama kucing dan anjing ras berbulu lebat. Hal sama juga terjadi pada manusia, kutu lebih suka hinggap pada rambut yang tebal. Kutu akan meletakkan telurnya di helai bulu dan mengisap darah melalui kulit hewan, sehingga memicu rasa gatal.

Hal yang perlu kamu ketahui adalah, meskipun manusia dan hewan sama-sama bisa terinfeksi kutu, tetapi kutu yang menyerang berbeda jenis. Namun, mungkinkah kutu hewan peliharaan menular ke manusia? Jawabannya adalah tidak. Kutu peliharaan tidak menular ke manusia, bahkan tidak dapat hidup di tubuh manusia. Selain berbeda jenis, manusia tidak memiliki bulu yang lebat layaknya hewan peliharaan.

Kutu yang menginfeksi hewan peliharaan memiliki bentuk tubuh yang rata, sehingga membuatnya lebih mudah berjalan dan menjelajah di antara bulu-bulu. Sedangkan manusia tidak memiliki bulu yang lebat pada tubuh. Mereka hanya memiliki rambut di bagian kepala saja. Hal tersebut yang membuat kutu peliharaan tidak menular ke manusia. Kutu tidak dapat bersembunyi, sehingga membuat mereka mudah terlihat jika hinggap di tubuh manusia.

Baca juga: Bagaimana Cara Membantu Kucing Menurunkan Berat Badan?

Meski Tidak Menular, tetapi Dapat Mengisap Darah

Meskipun kutu peliharaan tidak menular ke manusia, tetapi kamu juga harus waspada. Tubuh manusia tidak berbulu layaknya hewan, sehingga kutu tidak akan menular. Namun, kutu hewan bisa saja mampir dan mengisap darah pada tubuh kamu, lho. Jika terjadi, kamu akan mengalami rasa gatal pada kulit, layaknya kutu rambut mengisap kulit kepala. Untuk mencegah adanya kutu pada hewan peliharaan, selalu perhatikan kondisi kebersihan hewan dengan memandikannya secara rutin, dan pastikan agar tidak ada kutu yang bersarang pada bulunya, ya.

Baca juga: Apa yang Menyebabkan Anjing Mengalami Cacingan?

Jika hewan peliharaan terus-menerus menggaruk tubuhnya, coba diskusikan masalah ini dengan dokter hewan di aplikasi Halodoc, ya. Kamu perlu mengetahui jika hewan peliharaan juga dapat merasakan tidak nyaman saat terus-menerus merasa gatal. Jadi, atasi dengan cara yang tepat, ya.

Referensi:
UK.mypetandi.com. Diakses pada 2021. Can dog and cat fleas live on humans?
My-petdoctor.com. Diakses pada 2021. Cat Fleas & Humans: 6 Things You Need to Know!
PetMD. Diakses pada 2021. 4 Surprising Flea Diseases You Need to Know.