• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Lasik Hilangkan Mata Minus? Ini Penjelasannya

Bisakah Lasik Hilangkan Mata Minus? Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Miopia atau rabun jauh, atau yang lebih sering disebut sebagai mata minus adalah kondisi yang membuat objek yang dekat tampak jelas, tetapi objek yang jauh tampak buram. Kondisi ini terjadi saat bola mata seseorang terlalu panjang, atau jika kornea, yang merupakan penutup depan mata, memiliki kelengkungan yang berlebihan.

Saat ini terjadi, cahaya yang masuk ke mata tidak fokus dengan benar, yang menyebabkan objek di kejauhan tampak kabur. Miopia memengaruhi hampir 40 persen orang di Amerika Serikat, dan beberapa penelitian menyimpulkan bahwa terjadinya rabun jauh adalah sifat keturunan. Namun, ada juga bukti baru bahwa rabun jauh disebabkan oleh tekanan visual akibat terlalu banyak pekerjaan jarak dekat. Beredar kabar bahwa mata minus bisa diatasi dengan prosedur operasi lasik. Untuk mengetahui kebenarannya, simak ulasannya berikut ini!

Baca juga: 9 Cara Mengatasi Rabun Jauh Secara Alami

Lasik untuk Atasi Rabun Jauh

Lasik memang bisa mengatasi masalah rabun jauh. Alih-alih mengangkat jaringan dari permukaan kornea, operasi LASIK pada rabun jauh akan mengangkat jaringan dari lapisan dalam. Permukaan luar kornea dipotong dan kemudian dilipat kembali untuk memperlihatkan jaringan yang ada di dalamnya. Kemudian laser digunakan untuk menghilangkan secara tepat jumlah jaringan yang dibutuhkan. Ini dilakukan agar berhasil membentuk kembali mata. Setelah pembentukan kembali selesai, tutup luar jaringan dipasang kembali ke posisi yang tepat untuk penyembuhan.

Namun, LASIK yang digunakan untuk rabun jauh, efektivitasnya terbatas. Ini karena jumlah jaringan di kornea yang dapat diangkat dengan aman terbatas. Dalam beberapa kasus, mereka yang mengalami rabun jauh memiliki kornea mata yang terlalu tipis untuk menggunakan prosedur LASIK dengan aman. Sebaliknya, orang-orang ini mungkin perlu mengoreksi penglihatan mereka dengan memasang lensa kecil ke mata mereka.

Kamu juga bisa tanyakan pada dokter spesialis mata di Halodoc mengenai efektivitas operasi LASIK untuk masalah rabun jauh yang kamu alami. Dokter akan menjelaskan efektivitas dan kemungkinan efek samping yang mungkin terjadi. Dengan Halodoc, bicara dengan dokter spesialis kini jadi lebih mudah dilakukan kapan dan di mana saja.

Baca juga: Kenali Pemeriksaan yang Bisa Mendeteksi Rabun Jauh

Mengenal Berbagai Pengobatan Rabun Jauh

Karena efektivitasnya terbatas, maka kamu tak bisa mengandalkan prosedur LASIK. Sementara itu, beberapa pengobatan untuk atasi rabun jauh yang kini tersedia antara lain: 

Kacamata atau Lensa Kontak

Perawatan yang paling umum untuk orang yang menderita rabun jauh adalah dengan menggunakan lensa korektif. Lensa bisa datang dalam bentuk kacamata atau lensa kontak. Ini akan dibentuk untuk membelokkan gambar yang masuk ke mata dan memfokuskan cahaya. Kemudian, gambar akan terlihat jelas di bagian belakang mata.

Beberapa orang hanya perlu memakai lensa korektif untuk aktivitas tertentu, seperti mengemudi atau menonton televisi. Namun, jika kondisinya parah, seseorang mungkin harus memakai lensa korektif sepanjang waktu.

Orthokeratology

Orthokeratology lebih sering disebut sebagai terapi refraksi kornea. Ini adalah prosedur yang tidak membutuhkan pembedahan. Sebaliknya, kamu akan mengenakan serangkaian lensa kontak yang dirancang khusus dan sangat kaku. Lensa ini berfungsi untuk membentuk kembali lengkungan kornea secara bertahap. Lensa memberikan tekanan pada kornea mata untuk meratakannya. Ini akan mengubah cara cahaya memasuki mata dan cara fokusnya.

Baca juga: Apakah Rabun Jauh Bisa Menjadi Penyakit Turunan?

Bedah Refraktif

Jika kamu mengidap rabun jauh tingkat tinggi, pilihan operasi yang tersedia adalah refraksi tersedia. Prosedur ini melibatkan implantasi lensa kecil yang dipasang langsung ke mata. Lensa akan ditempatkan di depan lensa alami, yang disebut sebagai implan lensa intraokuler phakic. Penggantian lengkap lensa alami juga bisa dilakukan, yang dikenal sebagai ekstraksi lensa bening dengan implantasi lensa intraokuler. Prosedur ini sangat mirip dengan prosedur yang digunakan untuk pasien yang menderita katarak.

Referensi:
All About Vision. Diakses pada 2020. Can Myopia be Cured?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. LASIK surgery: Is It Right for You?
Rebuild Your Vision. Diakses pada 2020. Can LASIK Eye Surgery Cure Myopia?