• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Mata Ikan Sebabkan Komplikasi Kesehatan?

Bisakah Mata Ikan Sebabkan Komplikasi Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Mata ikan atau istilah medisnya clavus adalah bagian kulit yang telah menjadi keras dan tebal karena gesekan, tekanan, atau iritasi dan seringnya terjadi pada kaki. Mata ikan bisa mengakibatkan komplikasi kesehatan jika terasa sangat menyakitkan. 

Orang yang mengidap diabetes, kulit sensitif, atau masalah peredaran darah, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli penyakit kaki, yang berspesialisasi dalam perawatan kaki untuk mengobati komplikasi mata ikan. Informasi lebih lengkap mengenai ini bisa dibaca di bawah ini!

Komplikasi dan Penanganan Mata Ikan

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Cedar-Sinai, disebutkan kalau mata ikan dapat memengaruhi kemampuan untuk berjalan akibat gesekan ataupun tekanan. Ketika kamu mengalami mata ikan, ada baiknya kamu mencari luka ataupun tanda-tanda infeksi lainnya. 

Baca juga: Mata Ikan, Tidak Terlihat tapi Ganggu Kaki Melangkah

Perawatan untuk mata ikan bisa dengan memotong kulit, menggunakan bantalan alias alas yang lembut, obat-obatan untuk kulit, atau mengganti sepatu. Dalam beberapa kasus, pembedahan dapat membantu untuk menangani mata ikan.

Butuh informasi kesehatan mengenai penanganan mata ikan? Tanyakan saja langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja. 

Kamu juga bisa melakukan pencegahan terjadinya mata ikan, berikut ini rekomendasinya:

  1. Cuci kaki dengan sabun dan air setiap malam. Gunakan sikat gosok berbahan lembut.
  2. Oleskan krim kaki pelembap khusus setelah mencuci dan mengeringkan kaki. 
  3. Kenakan sepatu dan kaus kaki yang pas dengan jahitan yang tidak menggosok kulit.
  4. Segera atasi rasa sakit kaki atau iritasi kulit yang timbul.
  5. Lakukan pemeriksaan rutin dengan spesialis kaki.
  6. Saat memotong kuku kaki, potong lurus melintang, dan jangan turun pada sudut atau melewati tepi.
  7. Gunakan batu apung secara teratur, dan gosok kulit keras dengan lembut. 
  8. Kenakan kaus kaki bersih setiap hari dan gunakan bedak untuk mencegah keringat. 
  9. Lindungi tangan saat menggunakan alat, baik dengan sarung tangan empuk maupun dengan melapisi gagang alat.

Sejatinya dengan perawatan, kapalan dapat dihilangkan, tetapi dapat kembali tanpa perubahan gaya hidup ataupun penggunaan alas kaki yang semestinya.

Risiko Pemicu Mata Ikan

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan terjadinya mata ikan mulai dari bunion yang merupakan tonjolan tulang yang abnormal yang terbentuk pada sendi di dasar jempol, kelainan bentuk jari-jari kaki seperti cakar yang disebut dengan hammertoe yang dapat mengakibatkan gosokan yang konstan di dalam sepatu, serta tidak menggunakan alas kaki, sehingga kulit mengalami gesekan yang berlebihan.

Baca juga: Ketahui Prosedur untuk Mengobati Mata Ikan

Penelitian baru, dari Universitas Queen Mary London di Inggris, meneliti hubungan antara keratin (protein yang ditemukan di lapisan luar kulit yang memainkan peran kunci dalam membentuk kapalan) dan bentuk kanker kerongkongan yang disebut "tylosis . "

Tylosis menyerang lebih dari 8.000 orang di Inggris. Penyakit ini menyebabkan penebalan kulit yang parah di tangan dan kaki, dan telah dikaitkan dengan risiko kanker kerongkongan lebih dari 95 persen.

Di Amerika Serikat, kanker kerongkongan menempati urutan ke 11 sebagai penyebab utama kematian, karena hampir 16.000 orang diperkirakan meninggal akibat penyakit ini pada tahun 2016.

Penelitian sebelumnya telah menyelidiki hubungan antara tylosis, kapalan, dan kanker kerongkongan, tetapi studi baru ini berfokus pada gen tertentu yang ditemukan memainkan peran penting dalam menebalkan kulit.

Referensi:

Cedars-Sinai. Diakses pada 2020. Calluses and Corn.
Medical News Today. Diakses pada 2020. All about corns and calluses
Medical News Today. Diakses pada 2020. How are calluses and throat cancer related?