• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Mengetahui Tanda Remaja Sedang Berbohong?

Bisakah Mengetahui Tanda Remaja Sedang Berbohong?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta - Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya, anak akan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Mungkin, ada hal-hal yang dilakukannya yang membuat ibu dan ayah menjadi tidak berkenan, dan ini meningkatkan kemungkinan anak untuk berbohong agar tidak dimarahi ayah dan ibu. Memang, berbohong umum dilakukan oleh remaja, tetapi studi yang dilakukan oleh Victoria Talwar pada 2008 silam menunjukkan bahwa anak berusia 3-8 tahun sudah bisa berbohong dan ini terjadi tanpa diajari. 

Mendeteksi Kebohongan pada Remaja, Bisakah?

Terkadang, muncul pertanyaan pada benak orangtua, bisakah mendeteksi kebohongan yang dilakukan oleh anak remaja. Ternyata, meski terbilang kompleks, sangat mungkin mendeteksi apabila seorang remaja sedang berbohong. Tidak hanya melalui perubahan sikap dan perilaku, berikut beberapa tanda yang bisa ibu dan ayah perhatikan apabila anak sedang berbohong pada orangtuanya:

  • Perkataan dan Bahasa Tubuh yang Tidak Sama

Ketika seorang remaja menyatakan kemarahan tetapi wajahnya justru menunjukkan ekspresi ketakutan, bisa saja ia merasa takut tetapi memaksa diri agar terlihat tidak demikian. Adanya jeda antara ucapan dan gerak tubuh juga bisa menjadi tanda jika seorang anak sedang berbohong. 

Baca juga: Mythomania Jadi Penyakit Suka Bohong yang Perlu Orangtua Tahu

  • Perubahan Topik Bicara Membuatnya Lega

Terkadang, remaja juga butuh sedikit privasi dan merasa tidak nyaman ketika orangtuanya membicarakan beberapa masalah, seperti misalnya hubungan asmara. Bisa jadi ia tidak ingin bercerita pada ayah dan ibu, sehingga tak jarang ia akan berbohong untuk menutupinya. Namun, ketika ibu dan ayah mengganti tema obrolan dan anak menunjukkan ekspresi lega, ini tanda bahwa ia sedang berbohong. Bisa jadi, mereka pula yang berusaha untuk mengubah atau mengganti topik pembahasan. 

  • Anak yang Tidak Ingin Berkontak Mata

Orang yang berbohong sebenarnya mudah dikenali, ia akan menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya. Begitu pula dengan anak remaja. Namun, agar tidak ketahuan, biasanya remaja akan menjaga kontak mata agar konsisten hanya di satu titik. Ibu bisa mengetahuinya apabila mata anak terlihat membesar ketika ia melakukannya atau terjadi perubahan pada ekspresi wajahnya. 

Baca juga: Awas, 7 Perilaku Anak yang Tak Boleh Diabaikan

  • Anak Menunjukkan Ekspresi Mikro

Ekspresi mikro hanya muncul sekitar seperlima belas atau seperdua puluh lima detik. Ini artinya, ibu harus benar-benar jeli. Bentuk ekspresi ini bisa berupa alis yang naik, pandangan mata ke bawah ketika anak sedih, rahang jatuh saat kaget, dan mulut terbuka serta bibir tegang kala takut.

  • Petunjuk Verbal

Apabila anak remaja menjawab pertanyaan ibu dengan kalimat yang panjang, mungkin mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Misalnya, ibu bertanya apakah ia merokok dan ia tidak langsung menjawab dengan ya atau tidak.

  • Nada Suara Menjadi Lebih Tinggi

Jika nada suara anak meninggi, bisa jadi ia sedang takut atau cemas. Namun, bisa juga ia sedang merasa terpojokkan dengan pertanyaan yang diutarakan ayah dan ibu. 

  • Mengulangi Pertanyaan

Ini dilakukan untuk mengulur waktu, sehingga anak bisa menyusun kalimat untuk menutupi kebohongan yang sedang ia lakukan. 

Baca Juga: Orangtua Perlu Tahu, Ini Cara Menyikapi Anak yang Mulai Pacaran

Penting untuk diketahui, memaksa anak hanya akan membuatnya semakin berbohong untuk menutupi kebohongan awalnya. Jadi, ibu bisa melakukan pendekatan yang lebih baik dengan menghargai kejujurannya. Mungkin, ibu membutuhkan saran lain dari psikologi, dan ini bisa dengan mudah ibu dapatkan dari aplikasi Halodoc

*artikel ini pernah tayang di SKATA