Bisakah Orang Awam Membaca Hasil Laboratorium?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bisakah Orang Awam Membaca Hasil Laboratorium?

Halodoc, Jakarta - Tes laboratorium adalah prosedur yang dilakukan ketika penyedia layanan kesehatan mengambil sampel darah, urine, cairan tubuh lain, atau jaringan tubuh untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan kamu.

Beberapa tes laboratorium digunakan untuk membantu dokter supaya dapat mendiagnosis, menyaring, dan memantau penyakit atau kondisi tertentu. Tes lainnya dapat memberikan informasi yang lebih umum tentang organ dan sistem tubuh kamu.

Tes laboratorium memainkan peran penting dalam perawatan kesehatan seseorang. Kendati demikian, dokter tidak memberikan gambaran lengkap tentang kesehatan kamu. Layanan tersebut kemungkinan akan mencakup pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, tes, serta prosedur lain untuk mengambil keputusan diagnosis dan perawatan.

Baca Juga : Begini Hasil Tes Pemeriksaan dari Tes Mikrobiologi

Poin-Poin dari Hasil Laboratorium

Sebelum dilakukannya pemeriksaan laboratorium, seseorang akan ditanya mengenai data pribadi, kesehatan tubuhnya, serta beberapa hasil lab yang pernah dilakukan sebelumnya. Pada hasil laboratorium, terdapat beberapa hal yang akan dicatat selain data pribadi, seperti:

  • Sumber spesimen, bila perlu. Beberapa tes dapat dilakukan pada lebih dari satu jenis sampel. Sebagai contoh, protein dapat diukur dalam darah, urine, atau cairan serebrospinal. Hasil dari berbagai jenis spesimen ini dapat menunjukkan hal-hal yang sangat berbeda.

  • Tanggal dan waktu pengumpulan spesimen. Beberapa hasil tes mungkin dipengaruhi oleh hari dan waktu pengumpulan sampel. Informasi ini dapat membantu praktisi kesehatan untuk menginterpretasikan hasilnya.

  • Nama tes yang dilakukan. Nama uji sering disingkat pada laporan laboratorium. Kamu mungkin ingin mencari nama tes yang disingkat dalam halaman beranda situs penyedia layanan tersebut untuk menemukan informasi tentang tes tertentu.

  • Hasil tes. Beberapa hasil dituliskan sebagai angka ketika suatu zat diukur dalam sampel dengan kadar kolesterol. Laporan lain mungkin hanya memberikan hasil positif atau negatif seperti dalam tes kehamilan. Yang lain mungkin menyertakan teks, seperti nama bakteri untuk hasil sampel yang diambil dari area yang terinfeksi.

  • Hasil tes tidak normal. Laporan lab akan sering menarik perhatian pada hasil yang tidak normal atau di luar rentang referensi dengan memisahkan atau menyorotnya dengan cara tertentu. Contohnya, "H" di sebelah hasil dapat berarti lebih tinggi dari rentang referensi. "L" dapat berarti "rendah" dan "WNL" biasanya berarti "dalam batas normal."

Baca Juga : Ketahui Hasil dari Pemeriksaan Tes Imunitas

Cara Membaca Hasil Lab

Hasil lab sering ditampilkan sebagai serangkaian angka yang dikenal sebagai rentang referensi atau "nilai normal." Kamu dapat melihat sesuatu seperti ini pada hasil : "normal: 77-99 mg/dL" (miligram per desiliter).

Rentang referensi didasarkan pada hasil tes normal sekelompok besar orang yang sehat. Rentang ini membantu untuk menunjukkan seperti apa hasil normal pada umumnya. Walau begitu, mungkin saja seseorang yang mengalami masalah kesehatan tetap menghasilkan angka yang normal.

Hasil lab tersebut dapat mencantumkan beberapa status, seperti :

  • Negatif atau normal, yang berarti penyakit atau zat yang diuji tidak ditemukan.

  • Positif atau abnormal, yang berarti penyakit atau zat itu ditemukan.

  • Tidak meyakinkan atau tidak pasti, yang berarti tidak ada informasi yang cukup dalam hasil untuk mendiagnosis atau menyingkirkan penyakit. Jika kamu mendapatkan hasil yang tidak meyakinkan, kamu mungkin harus melakukan lebih banyak tes.

Tes yang berfungsi untuk mengukur berbagai organ dan sistem sering memberikan hasil sebagai rentang referensi. Sedangkan tes yang mendiagnosis atau menyingkirkan penyakit sering menggunakan istilah yang tercantum di atas.

Baca Juga : Inilah yang Termasuk Hasil Cek Sperma dalam Kondisi Baik

Itulah cara membaca hasil lab yang harus kamu ketahui. Jika kamu membutuhkan janji temu dengan dokter di rumah sakit, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!