• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Orang Lanjut Usia Terkena Campak?

Bisakah Orang Lanjut Usia Terkena Campak?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Campak merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh virus, yang ditandai dengan ruam kulit kemerahan. Gejala tersebut biasanya akan muncul setelah 7-14 hari seseorang terinfeksi. Ruam tersebut dapat bertahan pada tubuh selama 4-10 hari. Sebelum imunisasi campak diwajibkan, campak merupakan salah satu endemik yang menyebabkan banyaknya orang kehilangan nyawa.

Penyakit ini disebabkan oleh keluarga virus paramyxovirus yang ditularkan langsung lewat udara atau kontak fisik dengan pengidap. Awalnya virus akan menginfeksi saluran pernapasan dan menyebar ke seluruh tubuh. Jika terjadi pada anak, campak dapat menyebabkan komplikasi serius yang dapat berujung pada kehilangan nyawa. Selain pada anak, apakah campak pada lansia bisa terjadi?

Baca juga: Berapa Lama Waktu Penyembuhan Campak?

Campak pada Lansia, Apakah Bisa Terjadi?

Perlu diketahui bahwa campak pada lansia bisa terjadi, saat orang dewasa tidak melakukan vaksinasi sebelumnya. Bukan itu saja, campak pada lansia juga bisa terjadi saat mereka belum pernah sama sekali mengidap penyakit ini sebelumnya. Saat seseorang sudah pernah melakukan vaksinasi campak, maka seumur hidup mereka akan terlindung dari penyakit ini, karena dalam tubuhnya sudah terbentuk antibodi terhadap penyakit campak.

Saat seseorang belum pernah melakukan vaksinasi tapi pernah mengidap penyakit ini saat ini, maka mereka tidak akan pernah mengalaminya kembali. Pasalnya, dalam tubuh sudah terbentuk antibodi terhadap penyakit campak. Jadi, penyakit ini bisa muncul pada seseorang, tergantung dari karakteristik masing-masing individu.

Baca juga: Berbahayakah Ibu Hamil yang Terkena Campak?

Apa Saja Gejala yang Perlu Diperhatikan?

Virus campak berasal dari udara dan debu. Proses penularannya sendiri bisa terjadi sebelum munculnya gejala pada tubuh, seperti ruam kulit. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, virus akan bertahan pada tubuh selama 4-10 hari. Setelah itu, virus akan hilang dengan sendirinya. Meski dapat hilang dengan sendirinya, bukan berarti pengidap campak tidak membutuhkan penanganan yang tepat, ya!

Penanganan yang tepat tetap dibutuhkan guna menghindari serangan infeksi kedua yang disebabkan oleh bakteri pneumonia, peradangan pada otak, infeksi telinga, atau diare parah. Saat terinfeksi virus campak, beberapa gejala yang tampak meliputi:

  • Demam.

  • Lemas.

  • Pegal linu.

  • Pilek.

  • Hidung tersumbat.

  • Batuk kering.

  • Diare.

  • Muntah-muntah.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Mata merah dan berair.

  • Mata sensitif terhadap cahaya.

  • Kelopak mata membengkak.

  • Bercak putih dalam mulut.

Gejala biasanya akan muncul dan menghilang secara bertahap. Penyakit ini dapat dicegah dengan memberikan vaksinasi saat anak berusia 9 bulan, yang dilanjutkan dengan vaksin MMR saat anak berusia 15 bulan dan 5 tahun. Jika kamu belum pernah menjalani vaksinasi sebelumnya, hal tersebut bisa kamu diskusikan langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Saat seseorang yang belum pernah menjalani vaksinasi tertular campak, sistem kekebalan tubuh akan menjadi lebih lemah. Karena hal tersebut, segera temui dokter di rumah sakit terdekat jika muncul serangkaian gejala parah, seperti batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, linglung, serta kejang. Pasalnya jika dibiarkan, gejala tersebut dapat menimbulkan komplikasi parah yang berujung pada hilangnya nyawa.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Diperhatikan saat Imunisasi Campak Anak

Pada dasarnya, campak dapat dapat sembuh dengan sendirinya dengan melakukan pengendalian virus dalam tubuh, agar tidak menyebar ke organ vital lainnya, seperti paru-paru dan otak. Beberapa hal yang dapat dilakukan guna mengatasi campak dengan perawatan di rumah, antara lain:

  1. Banyak istirahat, dengan mengurangi aktivitas fisik harian agar sistem kekebalan tubuh semakin kuat dalam melawan virus.

  2. Batasi kontak dengan orang lain, karena penyakit ini dapat menular dengan sangat mudah melalui udara dan sentuhan fisik.

  3. Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang seperti sayuran dan buah-buahan guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari dalam.

  4. Jangan takut untuk mandi untuk mengurangi gatal karena ruam yang muncul. Pakailah sabun yang tidak mengiritasi kulit. Setelah mandi, keringkan tubuh dengan handuk atau kain lembut.

Selain beberapa cara tersebut, campak biasanya akan menimbulkan gejala berupa demam tinggi. Demam yang muncul biasanya akan menguras cairan dan elektrolit dalam tubuh. Karena hal tersebut, kamu disarankan untuk mengonsumsi banyak air putih guna menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik.

Referensi:
WHO. Diakses pada 2020. Measles.
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About the Measles.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Measles.