• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Psikoterapi Mengatasi Pyrophobia? Ini Faktanya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Psikoterapi Mengatasi Pyrophobia? Ini Faktanya

Bisakah Psikoterapi Mengatasi Pyrophobia? Ini Faktanya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 09 Desember 2022

"Psikoterapi adalah salah satu pengobatan utama pyrophobia. Terapis akan membantu pengidapnya untuk mengubah pola pikirnya tentang api."

Bisakah Psikoterapi Mengatasi Pyrophobia? Ini FaktanyaBisakah Psikoterapi Mengatasi Pyrophobia? Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta – Takut dengan api adalah hal yang wajar karena berpotensi membahayakan. Namun, bagi pengidap pyrophobia, ketakutannya sangat ekstrim dan masuk akal. Mereka bahkan takut dengan api kecil maupun api yang tidak membahayakan. Contohnya seperti kompor atau bahkan lilin. Bahkan, membicarakan soal api saja bisa membuat pengidapnya cemas. 

Saat melihat api yang sesungguhnya, mereka bisa panik setengah mati. Alhasil, pengidap pyrophobia selalu menghindari tempat dan situasi apapun yang ada hubungannya dengan api. Nah, salah satu treatment untuk mengatasi ketakutan ini adalah lewat terapi.  Terapis akan membantu pengidapnya untuk mengontrol rasa takutnya supaya tidak berlebihan. 

Psikoterapi untuk Mengatasi Pyrophobia

Psikoterapi adalah salah satu pengobatan fobia, termasuk pyrophobia. Jenis-jenis terapinya meliputi:

1. Terapi perilaku kognitif (CBT)

Lewat terapi ini, terapis membantu pengidap untuk mengubah cara berpikirnya tentang api. Misalnya dengan mempelajari cara memadamkan api, memberi tahu statistik kebakaran dan fakta-fakta lain seputar kebakaran. Terapis juga mengajarkan teknik untuk mengatasi serangan panik ketika ada api. Misalnya dengan melakukan pernapasan dalam atau meditasi. Dengan pemahaman yang semakin meningkat ini, pengidap diharapkan bisa lebih mengontrol rasa takutnya. 

2. Terapi paparan 

Seperti namanya, terapi ini dilakukan dengan memaparkan pemicu fobia, dalam hal ini adalah api. Terapis bisa mengkondisikan lingkungan pengidap agar dirinya merasa aman dan tetap terkontrol. Lalu, mereka mulai memaparkan api dengan melihat gambar atau video kebakaran. Ketika kemampuan pengidapnya mulai meningkat, terapi bisa memaparkan korek api atau lilin yang menyala. 

Pengobatan yang Membantu Psikoterapi

Psikoterapi umumnya dikombinasikan bersama terapi obat-obatan, seperti:

  • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs). Obat antidepresan yang membantu untuk mengobati kecemasan. Jenis obat-obatan ini bekerja dengan menghambat reuptake dari neurotransmitter serotonin, pembawa pesan kimia yang berperan dalam suasana hati.
  • Benzodiazepin. Obat ini memiliki efek sedatif sehingga bisa mengobati kecemasan atau panik yang akut. Benzodiazepin mempengaruhi reseptor GABA di otak untuk menimbulkan perasaan tenang. Namun, obat ini perlu digunakan secara terkontrol karena meningkatkan risiko ketergantungan dan kecanduan.

Selain mengonsumsi obat-obatan di atas, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah fobia kambuh, seperti: 

  • Menghindari kafein, obat-obatan atau alkohol, yang bisa memperburuk kecemasan.
  • Temui terapis atau penyedia layanan kesehatan lainnya untuk mendapatkan terapi.
  • Bicara dengan teman dan anggota keluarga tentang ketakutan kamu akan api.

Penyebab Seseorang Mengalami Pyrophobia

Sejumlah ahli menduga kalau kondisi ini berkaitan dengan faktor-faktor berikut:

  • Seseorang dengan riwayat keluarga yang mengidap fobia, gangguan kecemasan atau gangguan kesehatan mental lainnya lebih rentang mengalami pyrophobia.
  • Peristiwa traumatis yang berhubungan dengan api, seperti pernah mengalami kebakaran rumah atau berada dalam peristiwa lain yang mengancam jiwa yang melibatkan api, bisa memicu pyrophobia 
  • Seseorang yang sudah memiliki fobia lain juga rentan mengalami pyrophobia. 

Punya keluhan kesehatan? Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan praktis. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya semakin memburuk. Download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Clveland Clinic. Diakses pada 2022. Pyrophobia (Fear of Fire).
Verywell Mind. Diakses pada 2022. What Is Pyrophobia?