• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bleaching Miss V seperti Cardi B, Ketahui Dulu Risikonya

Bleaching Miss V seperti Cardi B, Ketahui Dulu Risikonya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Kegiatan mencukur bulu Miss V, dapat membuat area intim wanita menggelap. Masalah ini rupanya juga membuat rapper cantik asal Amerika, Cardi B, gusar. Dalam postingan instagram story-nya, Cardi B membagi pengalaman melakukan bleaching Miss V. Sambil berbaring di tempat tidur, ia menjelaskan prosedur perawatan kecantikan tersebut secara rinci. 

Bleaching Miss V atau prosedur memutihkan area kewanitaan memang terbilang belum lumrah dilakukan, terutama di Indonesia. Sebab, biasanya orang-orang hanya berupaya memutihkan wajah atau kulit tubuh saja. Itulah sebabnya kegiatan bleaching Miss V yang dilakukan Cardi B sontak membuat warganet heboh. 

Baca juga: 5 Mitos Kecantikan Ini Terbukti Benar


Risiko Melakukan Bleaching Miss V seperti Cardi B

Menurut Cardi B, memutihkan Miss V adalah hal yang baik untuk dilakukan. Sebab, kebanyakan wanita hanya rutin membersihkan dan mencukur bulu Miss V yang membuat area tersebut menghitam. Namun, kalau dilihat dari kacamata medis, prosedur bleaching Miss V tidak selalu memberikan efek positif.

Jika bleaching Miss V dilakukan, ada beberapa risiko yang mengintai. Di antaranya:

  • Iritasi

Menurut dr. Vanessa Mackay, spesialis ginekologi dan juru bicara Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, kulit di area Miss V dan vulva itu sensitif. Teknik bleaching Miss V dilakukan dengan cara memasukkan alat yang dipanaskan ke dalam Miss V, lalu diberi krim khusus yang berfungsi untuk mencerahkan. 

Bleaching Miss V juga bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam Miss V. Bakteri tersebut secara alami memang ada di Miss V, untuk melindungi dari infeksi. Jika keberadaan bakteri baik itu terganggu, risiko untuk mengalami iritasi, peradangan dan infeksi pada Miss V akan meningkat.

  • Luka Bakar

Prosedur bleaching Miss V yang dilakukan dengan menggunakan laser, berpotensi menimbulkan luka bakar pada area Miss V. Akibatnya, akan muncul gejala perih yang mengganggu.

  • Ruam

Penggunaan krim pemutih di area Miss V tanpa anjuran dokter, dapat memicu munculnya ruam dan bintik kemerahan yang terasa gatal. Hal ini karena kulit di sekitar Miss V sangatlah sensitif terhadap obat atau paparan zat kimia.

Baca juga: Mitos dan Fakta tentang Kulit dan Jerawat

  • Risiko Dispareunia

Risiko kesehatan lain yang mungkin timbul akibat bleaching Miss V adalah dispareunia, yaitu kondisi yang ditandai dengan rasa panas dan kram pada area Miss V. Hal ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri saat berhubungan intim. 

Itulah beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi jika melakukan bleaching Miss V. Karena ada banyak risiko, sebaiknya kamu berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk mencoba bleaching Miss V. Lebih baik lagi jika kamu bicarakan dengan dokter kulit di Halodoc. Dokter mungkin akan memberi saran terbaik untuk melakukan bleaching Miss V yang aman dan menjelaskan lebih rinci tentang risiko yang dapat ditimbulkan.


Lebih Lanjut tentang Bleaching Miss V

Bleaching Miss V atau disebut juga vaginal bleaching, adalah prosedur perawatan khusus untuk mencerahkan area labia atau vulva, yaitu area kulit terluar dari Miss V. Area tersebut memang biasanya lebih gelap dibanding area kulit tubuh lainnya, sehingga membuat wanita merasa kurang percaya diri. 

Sama halnya seperti prosedur pemutihan area kulit lain, bleaching Miss V dilakukan dengan menggunakan penyinaran laser atau pengolesan krim khusus pada kulit. Lalu, apa benar bleaching Miss V bisa memutihkan area intim wanita? Iya, benar kok. Setelah menjalani prosedur, umumnya area intim akan terlihat lebih cerah. 

Baca juga: 5 Simbol Kecantikan Unik di Seluruh Dunia

Namun, biasanya kecerahan itu tidak berlangsung lama. Ife J. Rodney, MD, FAAD, direktur pendiri Eternal Dermatology + Aesthetics , mengatakan bahwa karena warna alami vulva memang lebih gelap dibanding area kulit lainnya, prosedur pemutihan apapun hanya dapat memberi efek cerah yang sementara saja. Begitu kamu berhenti melakukan prosedur bleaching Miss V, warga yang gelap akan kembali muncul.

Jadi, cobalah pertimbangkan baik-baik manfaat dan risiko dari bleaching Miss V sebelum kamu mencoba perawatan ini. Apakah masuk akal jika risiko yang mungkin terjadi lebih serius, padahal hasil yang ditawarkan hanya bersifat sementara?

Ketahui juga bahwa area kulit tertentu, termasuk area intim, memang normalnya berwarna lebih gelap dibanding bagian tubuh lainnya. Jadi, alih-alih terus melakukan upaya untuk mengubah tubuh, dengan risiko besar yang mengintai, cobalah untuk mulai lebih percaya diri dengan apa adanya tubuhmu sendiri, selama itu sehat dan normal.


Referensi:
Health. Diakses pada 2020. What Is Vaginal Bleaching? Doctors Warn Against Potentially Dangerous Treatment.
Vox News. Diakses pada 2020. The dangerous rise of vaginal lightening.