4 Alasan Mengapa Anak Harus Melakukan Olahraga Tim

olahraga tim
IBU & ANAK 09 August 2018

 

Halodoc, Jakarta - Ada banyak sekali olahraga yang bisa diajarkan pada Si Kecil demi menunjang daya tahan tubuhnya yang dikelompokkan menjadi dua jenis utama, yaitu olahraga beregu atau olahraga tim dan olahraga individu. Beberapa jenis olahraga individu adalah seperti bersepeda, lari, jalan kaki, berenang, dan masih banyak lagi. Sementara untuk olahraga beregu adalah sepak bola, bola basket, bola voli, sepak takraw, atau kasti.

Baik olahraga individu maupun olahraga tim memang sama-sama menyehatkan tubuh Si Kecil. Meski begitu, pasti masing-masing pun memiliki keunggulan sendiri yang tidak dimiliki satu sama lain. Tidak hanya olahraga individu yang harus dibiasakan pada Si Kecil, ibu juga perlu mengajarinya turut bergabung dalam olahraga tim. Mengapa?

1. Mengajari Anak Bekerja Sama

Sesuai namanya, olahraga beregu tentu tidak hanya dilakukan oleh satu orang, tetapi minimal tiga hingga 11 orang. Dengan mengikutsertakan anak dalam olahraga tim, anak akan lebih mengetahui apa itu kerja sama dan bagaimana melakukannya agar tercipta keharmonisan dalam permainan yang mengarahkan mereka dalam kemenangan.

Kerja sama ini akan menunjukkan Si Kecil bahwa satu orang yang memiliki kemampuan atau bakat tertentu tak lantas membuat regu tersebut meraih kemenangan jika tidak dibantu oleh rekan-rekannya. Melalui olahraga tim ini, anak pun akan belajar bagaimana cara mengatur strategi untuk tim agar bisa memenangkan pertandingan.

2. Mengajari Anak Saling Menghormati

Setiap anak terlahir dengan ciri khas dan karakter masing-masing. Jika disatukan dalam sebuah tim, akan tampak bagaimana ciri khas dari setiap anak ini. Nah, olahraga tim ini secara tidak langsung turut mengajari anak bagaimana belajar saling menghormati satu sama lain, menurunkan gengsi, dan bagaimana menyikapi jika karakter orang lain tidak sesuai dengan dirinya.

Baca juga: 5 Olahraga untuk Anak Autis

3. Mengajari Anak Bagaimana Cara Bersosialisasi dan Berkomunikasi

Dalam menjalin hubungan sosial, anak perlu tahu bagaimana caranya berkomunikasi. Dalam olahraga tim, komunikasi sangat penting karena akan berdampak pada kesatuan tim dalam menghadapi lawan. Tanpa adanya komunikasi, tim akan terpecah-belah karena ego.

Misalnya saja, Si Kecil menjadi kapten dalam tim olahraga yang diikutinya. Jika Si Kecil tidak belajar bagaimana bersosialisasi sekaligus cara komunikasi yang baik, ia cenderung akan mengalami kesulitan ketika dipimpin atau memimpin orang lain. Ketika kemampuan bekerja sama belum terasah dan ego masih tinggi, Si Kecil bisa menyalahkan anggota atau pemimpin timnya. Di sisi lain, ia rentan terpuruk ketika disalahkan ketika mengalami kekalahan.

4. Meningkatkan Rasa Saling Percaya

Manfaat olahraga tim selanjutnya untuk tumbuh kembang anak dalam pergaulan di lingkungannya adalah menumbuhkan sekaligus meningkatkan rasa saling percaya. Memang, bertemu orang baru yang bukan merupakan saudara tidak bisa membuat Si Kecil langsung percaya begitu saja. Nah, inilah gunanya ia ikut olahraga tim.

Kesatuan tim akan tampak bukan hanya dari kerja sama yang kuat, melainkan juga dari sikap saling percaya. Masing-masing pemain tentu harus percaya pada kemampuan anggota lainnya. Jika tidak, jangan harap tim tersebut akan mendapatkan kemenangan.

Baca juga: Olahraga untuk Anak yang Obesitas

Nah, sekarang ibu sudah tahu beberapa manfaat dari mengikutsertakan anak dalam olahraga tim. Namun, ibu juga jangan sampai lupa untuk memerhatikan kesehatan tubuhnya ya. Jangan sampai terlalu asyik olahraga dan bermain membuatnya menjadi cepat lelah dan mudah sakit. Ibu harus memberinya asupan nutrisi yang cukup dan suplemen jika dibutuhkan.

Sepaya lebih mudah, ibu bisa membeli berbagai vitamin untuk Si Kecil melalui aplikasi Halodoc melalui fitur Apotek Antar. Cukup tuliskan vitamin yang ibu butuhkan beserta alamat tujuan. Tak lama, pesanan ibu pun tiba di tangan. Yuk, segera download aplikasi Halodoc!


Rekomendasi Artikel

DIET & NUTRISI

16 August 2018

Bosan mengonsumsi daging kambing, ayam atau sapi? Coba deh cicipi daging rusa yang tak kalah bergizinya dari k...

Selengkapnya

KEHAMILAN

16 August 2018

Kualitas sperma dan ovum dipengaruhi oleh usia, benarkah? Simak faktanya di Halodoc, yuk!...

Selengkapnya

KECANTIKAN

16 August 2018

Xerostomia merupakan kondisi yang bisa dialami sesekali oleh siapapun. Khususnya dalam kondisi gugup atau cema...

Selengkapnya