Bukan Hanya Sebagai Penanda Cinta, Cokelat Juga Bisa Redakan Batuk

Bukan Hanya Sebagai Penanda Cinta, Cokelat Juga Bisa Redakan Batuk
DIET & NUTRISI 13 February 2018

Halodoc, Jakarta – Menjelang hari kasih sayang alias Valentine’s day kamu mungkin menyadari beberapa toko yang menjual berbagai macam cokelat. Mulai dari bentuk yang beragam, rasa hingga harga. Cokelat memang sering diidentikkan dengan perayaan yang jatuh pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya.

Biasanya cokelat dan bunga sering dijadikan sebagai lambang kasih sayang yang diberikan pada orang-orang terkasih. Tapi tahukah kamu kalau ternyata sebatang cokelat memiliki khasiat lebih dari sekadar tanda kasih sayang?

Mengonsumsi cokelat ternyata mampu meredakan gejala penyakit batuk pada seseorang. Mengutip Daily Mail, seorang ahli dari University of Hull sekaligus anggota International Society for the Study of Cough, Profesor Alyn Morice, kandungan yang ada pada cokelat dapat memberi efek meredakan batuk.

Cokelat disebut memiliki kandungan theobromine yang ternyata ampuh untuk melawan gejala batuk. Bahkan kandungan ini disebut lebih baik daripada kodein yang biasanya ada pada produk obat pereda batuk. Selain meredakan batuk, mengonsumsi cokelat juga bisa membantu seseorang tidur lebih nyenyak di malam hari. Sebuah studi tentang obat batuk menunjukkan bahwa orang menjadi lebih mudah tidur saat mengonsumsi cokelat dibanding obat pereda batuk.

Bagaimana cara kerja cokelat dalam meredakan gejala batuk? Selain memiliki kandungan theobromine, peneliti menyebut bahwa biji cokelat ternyata memiliki efek sebagai penawar rasa sakit. Hal itu juga bisa membantu mengurangi peradangan atau iritasi yang sering menjadi pemicu batuk.

Namun, untuk mendapatkan manfaat tersebut, perlu trik khusus dalam mengonsumsi cokelat. Mengurangi batuk dengan cokelat dianjurkan dengan cara mengunyah atau mengonsumsi cokelat dalam bentuk batangan. Sebaliknya, cokelat panas yang cair atau yang berbentuk minuman disebut tak memiliki kemampuan yang sama.

Hal itu terjadi karena jika diminum, cokelat tidak “bersentuhan” secara langsung dengan tenggorokan, dan menyebabkan kandungan cokelat gagal membentuk lapisan pelindung. Maka cara terbaik adalah dengan mengunyah cokelat secara perlahan. Tapi pastikan untuk tidak mengonsumsi cokelat secara berlebihan, ya. Apalagi yang mengandung tinggi gula.

Manfaat Kesehatan Lain dari Cokelat

Selain dapat meredakan batuk, ternyata cokelat juga memiliki sejumlah khasiat lain bagi kesehatan. Dari dua jenis cokelat, yaitu cokelat hitam (dark chocolate) dan cokelat susu, jika dikonsumsi dengan benar ternyata bisa membawa manfaat.

Cokelat hitam ternyata lebih bergizi karena mengandung antioksidan yang dapat menurunkan tekanan darah pada tubuh. Selain itu, kandungan utaman cokelat, yaitu kokoa memiliki efek antioksidan yang dapat mengurangi kerusakan sel serta menurunkan risiko penyakit. Salah satunya penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung.

Mengonsumsi cokelat telah terbukti secara ilmiah dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal tersebut bisa terjadi karena ada beberapa efek dari cokelat terhadap tubuh seperti menurunkan tekanan darah sistolik hingga dua poin. Mengonsumsi cokelat juga bisa meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh atau high-density lipoprotein (HDL). Dan pada saat yang bersamaan akan menurunkan tingkat kolesterol jahat alias low-density lipoprotein (LDL).  

Mengonsumsi cokelat juga bisa memberi efek menenangkan pada tubuh. Hal ini baik untuk membuat seseorang merasa rileks dan menghindari tekanan seperti stres. Namun, ingat untuk tetap harus berhati-hati, karena cokelat pun bisa membeirkan dampak negatif jika dikonsumsi berlebihan.

Cokelat memiliki kandungan lemak, yang jika terlalu banyak dikonsumsi bisa berdampak pada tubuh. Biasanya cokelat juga memiliki kandungan gula, maka penting untuk selalu membersihkan gigi dan mulut setiap habis mengonsumsi cokelat. Hal ini penting untuk menghindari masalah gigi berlubang dan penyakit mulut lainnya.

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dari dokter? Download aplikasi Halodoc untuk bicara dengan dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Dokter di Halodoc bisa dihubungi kapan saja. Dapatkan resep digital dan tebus obat dengan aplikasi yang sama. Pesanan akan diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Kamu juga bisa memilih paket pemeriksaan laboratorium dengan Halodoc!


Rekomendasi Artikel

DIET & NUTRISI

14 August 2018

Agar konsumsi jeroan tak menimbulkan masalah kesehatan, sebaiknya kamu perlu memperhatikan porsi mengonsumsiny...

Selengkapnya

KECANTIKAN

14 August 2018

Agar ibadah haji berjalan dengan lancar, jamaah haji dengan penyakit jantung harus tetap mengonsumsi obat-oba...

Selengkapnya

KECANTIKAN

14 August 2018

Sakit kepala berkepanjangan sebaiknya jangan disepelekan. Siapa tau itu tanda tumor otak. berikut ini gejala ...

Selengkapnya