Waspadai Gejala Campak Pada Bayi

Waspadai Gejala Campak Pada Bayi
IBU & ANAK 28 July 2017

Halodoc, Jakarta - Penyakit Campak (rubeola, campak 9 hari, measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata atau konjungtiva) dan ruam kulit ke seluruh tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus campak golongan Paramyxovirus. Pengidap bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada. Jika seseorang pernah mengidap campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini. Penyakit campak pada bayi lebih sering terjadi pada bayi di atas usia 9 tahun dibandingkan dengan bayi pada usia 9 tahun ke bawah.

Penyakit campak pada bayi memang sangat menakutkan. Meskipun penyakit ini sangat umum ketika bayi tidak mendapatkan vaksin, namun dampak komplikasi bisa menyebabkan penyakit yang serius. Bayi dan anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak, sangat rentan untuk terkena penyakit campak. Mengenali gejal awal bisa membuat orang tua lebih perhatian dan cepat untuk mencari bantuan medis.

Berikut ini gejala campak pada bayi yang harus diperhatikan:

1.  Demam

Pada umumnya ketika gejala awal campak menyerang bayi, maka demam bisa menjadi tanda pertama. Demam pada bayi sering dianggap sebagai kondisi yang sangat biasa, mengingat sistem kekebalan tubuh belum sempurna. Demam menjadi pertanda bahwa virus sedang menyerang dan menyebabkan infeksi pada tubuh bayi. Perhatikan suhu normal bayi dan perubahan suhu bayi ketika demam. Jika demam berlangsung lebih dari 24 jam maka kamu membutuhkan bantuan medis.

2.  Hidung Berair (meler)
Hidung meler atau berair biasanya sering dianggap sebagai kondisi pilek atau flu pada bayi. Hidung meler seperti flu menjadi bentuk komplikasi gejala yang sangat umum ketika bayi terkena infeksi dari virus yang menyebabkan campak. Gejala ini biasanya muncul pada hari kedua setelah demam.

3.  Batuk
Bayi yang batuk terus menerus juga menjadi gejala campak yang sangat wajar. Umumnya bayi akan batuk saat hidung masih meler. Batuk ini menjadi tanda bahwa infeksi memang sudah menyerang dan virus berkembang dalam tubuh. Batuk biasanya akan sembuh jika campak sudah keluar dan timbulnya gejala lain.

4.  Mata Berair dan Merah

Mata merah pada bayi dan berair menjadi gejala lain dari penyakit campak. Gejala ini muncul saat bayi masih batuk atau flu. Bayi akan menjadi sangat lemah dan sering menangis. Kondisi mata berair dan merah biasanya membuat penularan campak ke bayi lain menjadi lebih cepat.

5.  Tidak Nafsu Makan
Semua gejala seperti mata berair dan merah, batuk, hidung meler dan demam akan disertai dengan kondisi bayi yang tidak nafsu makan. Gejala yang tidak menyenangkan ini membuat tubuh bayi tidak nyaman.

6.  Tubuh Lemah
Beberapa hari setelah berbagai gejala campak pada bayi mulai keluar, maka tubuh bayi akan menjadi sangat lemah. Bayi mungkin tidak berminat untuk bermain dan hanya ingin ada di atas tempat tidur. Bayi juga menjadi sangat rewel karena merasa ada yang tidak nyaman dengan tubuhnya.

7.  Muntah dan Diare
Beberapa bayi dengan kondisi yang lemah juga bisa terkena mual, muntah dan diare. Bayi akan menjadi sangat lemah karena kurang cairan jika ASI tidak tercukupi.

8.  Keluar Bintik Koplik
Beberapa hari setelah semua gejala campak keluar, maka beberapa bagian tubuh bayi mulai keluar bintik koplik. Bintik koplik adalah bintik merah pada kulit bayi dengan bentuk kecil-kecil, merah atau putih dan terlihat seperti pasir yang muncul dari dalam kulit. Bagian pertama yang sering terkena bintik koplik adalah pipi bayi dan selaput lendir yang ada di bagian dalam pipi. Bintik merah ini berbeda dengan biduran pada bayi.

9.  Ruam Campak
Setelah keluar bintik koplik maka beberapa bagian tubuh bayi juga akan mulai keluar ruam campak. Ruam campak bisa ditemukan pada bagian wajah, leher, punggung, lengan, tangan dan akhirnya ke kaki. Pada tahap ini maka biasanya gejala lain sudah mulai berkurang dan tubuh bayi tidak terlalu demam.

Mencegah Campak pada Bayi
Saat ini satu-satunya cara untuk mencegah campak pada bayi adalah dengan memberikan imunisasi campak pada bayi. Vaksin ini menjadi salah satu vaksin wajib yang telah tersusun dalam program vaksin pada bayi. Vaksin didapatkan dari virus campak yang masih hidup dan kemudian diolah dengan metode khusus agar menjadi lemah. Ketika vaksin sudah masuk ke dalam tubuh maka bayi tidak akan terkena campak. Virus hidup yang dilemahkan ini akan meningkatkan respon imunitas tubuh bayi sehingga bisa melawan infeksi dari virus campak. Efek ringan dari vaksin biasanya menyebabkan bayi demam dan ruam merah yang ringan. Umumnya efek ini tidak berbahaya untuk bayi. Cara ini juga akan mencegah berbagai bahaya bayi tidak imunisasi. Lakukan imunisasi di tempat yang direkomendasikan oleh dokter untuk menghindari bahaya imunisasi akibat vaksin palsu.


Coba diskusikan cara pencegahan campak pada bayi ini dengan dokter umum yang terdapat di aplikasi Halodoc. Diskusikan juga masalah kesehatan lainnya kepada dokter yang telah stand by 24/7. Sebagai aplikasi “simplifying healthcare” selain fitur Contact Doctor, Halodoc juga memberi layanan Pharmacy Delivery yang memudahkanmu saat ingin membeli obat melalui smartphone. Yuk, download di App Store dan Google Play sekarang!


Rekomendasi Artikel

DIET & NUTRISI

14 August 2018

Agar konsumsi jeroan tak menimbulkan masalah kesehatan, sebaiknya kamu perlu memperhatikan porsi mengonsumsiny...

Selengkapnya

SEKS

14 August 2018

Penyakit sifilis atau raja singa, sebenarnya sudah menjadi problem kesehatan global sejak berabad-abad lamanya...

Selengkapnya

DIET & NUTRISI

14 August 2018

Sama halnya dengan daging, sensasi kelezatan jeroan sapi ternyata menyimpan berbagai manfaat bagi tubuh. Nah, ...

Selengkapnya