Bolehkah Akupuntur Dilakukan pada Bayi 

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bolehkah Akupuntur Dilakukan pada Bayi 

Halodoc, Jakarta – Salah satu teknik pengobatan alternatif yang populer adalah akupuntur. Pengobatan ini diyakini bisa mengatasi berbagai masalah kesehatan, mulai dari yang ringan hingga terapi untuk mengobati penyakit berat. Karena itu, banyak orang yang memilih menjalani teknik ini sebagai terapi tambahan. Namun, amankah akupuntur dilakukan pada bayi

Akupuntur merupakan istilah yang digunakan untuk pada terapi pengobatan tradisional dari Tiongkok. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan jarum khusus ke beberapa titik di tubuh. Cara pengobatan ini sudah dilakukan mungkin sejak ribuan tahun lalu di negara asalnya. Ada beberapa penelitian yang menemukan bahwa akupuntur bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kolik pada bayi.

Baca juga: Waspada Bayi Rewel Karena Kolik Infantil

Apakah Aman? 

Pada bayi, akupuntur disebut bisa digunakan untuk mengatasi kolik. Bayi sangat mungkin mengalami kolik, yaitu bayi menangis terus menerus, bahkan berlebihan. Sebenarnya, menangis adalah hal yang wajar dan merupakan cara alami bayi dalam berkomunikasi. Bayi umumnya akan menangis saat ia merasa lapar, haus, tidak nyaman, atau ingin buang air besar. 

Namun, jika bayi menangis secara berlebihan dan terus menerus, bisa jadi itu tanda kolik. Umumnya, bayi yang mengalami kolik akan menangis selama lebih dari 3 jam berturut-turut dalam satu hari hingga beberapa hari. Menangis berlebihan juga mungkin terjadi hingga beberapa minggu. Umumnya, kolik terjadi pada bayi yang masih berusia 2 hingga 8 minggu. 

Intensitas tangis dan kolik pada bayi akan mulai menurun saat ia memasuki usia beberapa bulan. Kondisi ini diduga terjadi akibat sensitivitas bayi yang masih tinggi terhadap suara, sensasi, dan hal-hal di sekitarnya. Orangtua mungkin dibuat panik dengan kondisi ini, sehingga berpikir untuk melakukan apa saja agar kolik bisa segera mereda. 

Baca juga: Cantik dengan Akupuntur, Ayo Ketahui Manfaatnya!

Salah satu cara yang mungkin dipilih adalah terapi akupuntur. Ada penelitian yang menyebut bahwa akupuntur relatif aman untuk dilakukan pada bayi di bawah usia 2 tahun. Pasalnya, secara keseluruhan akupuntur tidak melukai tubuh bayi serta jarang menimbulkan efek samping tertentu. Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk membuktikan hal tersebut. 

Selain itu, akupuntur pada bayi juga tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Praktisi akupuntur haruslah sudah berpengalaman puluhan tahun serta metode yang dilakukan pun hanya akupuntur sederhana atau dengan sesedikit mungkin tusukan. Masih banyak pro dan kontra terhadap praktik akupuntur untuk bayi. 

Jika ingin mencoba teknik akupuntur pada bayi, sebaiknya lakukan persiapan dan riset yang matang sebelumnya. Cari tahu terlebih dahulu seputar klinik yang akan dituju serta pengalaman praktisi yang akan melakukan akupuntur. Selain itu, coba juga untuk terlebih dahulu membicarakan hal ini pada dokter untuk mengetahui apakah kondisi tubuh bayi bisa menerima akupuntur. 

Sebaiknya orangtua tidak terburu-buru dan sembarangan menentukan teknik pengobatan pada bayi. Apalagi jika kondisi yang dialami, misalnya kolik, disertai dengan gejala tertentu. Sebaiknya, segera lakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh jika bayi di bawah usia 2 tahun menangis terus-menerus yang disertai dengan gejala demam, sesak napas, dan muntah-muntah serta diare. 

Baca juga: Kenali Manfaat Terapi Akupunktur untuk Kesehatan Tubuh

Cari tahu lebih lanjut seputar akupuntur, kolik bayi, atau informasi seputar kesehatan lain dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2020. Can colic really be cured by acupuncture?
What to Expect. Diakses pada 2020. Acupuncture for Babies.