• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bolehkah Anjing Mengonsumsi Makanan Kucing?

Bolehkah Anjing Mengonsumsi Makanan Kucing?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bolehkah Anjing Mengonsumsi Makanan Kucing?

Halodoc, Jakarta – Hampir sebagian besar anjing akan melahap makanan apa pun yang mereka temukan. Apakah itu makanan anjing, makanan kucing, makanan kamu yang tidak sengaja jatuh bahkan sampah yang anjing temukan saat berjalan. Beberapa makanan manusia mungkin masih aman dikonsumsi anjing. Sedangkan, memakan sampah yang ada di jalan dapat membuat hewan kesayangan kamu sakit karena terkontaminasi bakteri.

Lantas, bagaimana dengan makanan kucing? Apakah makanan kucing aman dan boleh dikonsumsi oleh anjing ? Atau justru sebaliknya? Sebaiknya simak penjelasan berikut ini. 

Baca juga: Begini Cara Menentukan Makanan yang Baik untuk Anjing

Bisakah Anjing Mengonsumsi Makanan Kucing?

Melansir dari Reader’s Digest, anjing tidak boleh makan makanan kucing. Menurut dokter Gary Richter, ahli kesehatan hewan, nutrisi untuk makanan kucing berbeda dengan makanan anjing. Makanan kucing cenderung mengandung protein dan lemak lebih tinggi, sehingga anjing yang memakannya berisiko mengalami masalah pencernaan. 

Meskipun tidak berbahaya untuk anjing, makanan kucing tidak memberikan nutrisi yang tepat dan optimal untuk anjing. Kucing dan anjing memiliki kebutuhan makanan yang berbeda. Kucing adalah hewan karnivora yang kebutuhan biologisnya adalah makan daging. Sedangkan anjing adalah hewan omnivora, artinya mereka perlu makanan yang lebih bervariasi daripada hanya daging.

Jika dibandingkan dengan makanan anjing, makanan kucing umumnya mengandung daging berprotein tinggi. Ini mungkin menjadi alasan mengapa makanan kucing menarik untuk anjing karena bau dan rasa dagingnya sangat kuat. 

Bahaya Memberi Makanan Kucing pada Anjing

Apabila anjing kesayangan kamu sering mengonsumsi makanan kucing secara teratur, sebaiknya mulai atasi kebiasaan ini. Jika kebiasaan ini diteruskan, anjing berisiko mengalami komplikasi karena tidak memiliki keseimbangan protein, serat, dan semua nutrisi yang anjing buruhkan. Ketidakseimbangan nutrisi dapat menyebabkan gangguan pencernaan, obesitas, dan pankreatitis pada anjing. 

Baca juga: Cara Memilih Makanan Anjing dengan Pencernaan Sensitif

Pankreatitis adalah salah satu penyakit serius yang membutuhkan perawatan hewan segera. Gejalanya dapat berupa sakit perut, punggung bungkuk, lesu, lemas, kehilangan nafsu makan, muntah, diare, perut buncit, dan demam.

Meskipun anjing tidak mengalami gejala penyakit yang jelas, kadar protein yang tinggi dalam makanan kucing dapat mengganggu hati dan ginjalnya. Namun, masalah kesehatan yang umum terjadi akibat mengonsumsi makanan kucing adalah muntah, sakit perut dan diare. Sakit perut bisa terjadi karena kandungan lemak yang lebih tinggi dalam makanan kucing.

Tips Mengatasi Anjing yang Suka Mengonsumsi Makanan Kucing

Umumnya, masalah ini dialami oleh seseorang yang memelihara anjing dan kucing sekaligus. Kalau kamu salah satunya, waktu makan bisa menjadi tantangan untuk kamu. Tidak perlu khawatir. Ada beberapa tips yang bisa dicoba untuk mengatasi masalah ini. Pertama, cobalah memberi mereka makan di ruangan yang berbeda atau pada waktu yang berbeda dalam sehari. 

Kunci kucing atau anjing peliharaan kamu di kamarnya sendiri sampai mereka selesai makan. Jika kucing peliharaan kamu sangat suka makan sepanjang hari, kamu dapat meletakkan mangkuk di atas jendela atau meja atau tempat di mana anjing tidak bisa mendapatkannya.

Baca juga: Makanan Terbaik untuk Anjing Berperawakan Kecil

Bila kamu punya kendala lainnya, kini kamu bisa menghubungi dokter hewan melalui aplikasi Halodoc. Hanya dengan smartphone yang kamu punya, kamu dapat berkonsultasi sepuasnya dengan dokter hewan. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Reader’s Digest. Diakses pada 2020. Can Dogs Eat Cat Food?
American Kennel Club. Diakses pada 2020. Can Dogs Eat Cat Food?