• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bolehkah Langsung Konsumsi Antibiotik saat Sakit Tenggorokan?

Bolehkah Langsung Konsumsi Antibiotik saat Sakit Tenggorokan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bolehkah Langsung Konsumsi Antibiotik saat Sakit Tenggorokan?

“Antibiotik bukan satu-satunya obat atau cara untuk mengatasi sakit tenggorokan. Oleh sebab itu, pengidapnya tidak dianjurkan untuk langsung mengonsumsi obat tersebut ketika mengalami sakit tenggorokan. Hati-hati, penggunaan antibiotik secara sembarangan dapat memicu resistensi, dan membuat bateri atau kuman sulit dibunuh.”

Halodoc, Jakarta - Sakit tenggorokan kerap kali membuat pengidap merasa tidak nyaman, terutama saat hendak mengonsumsi makanan atau minum. Pasalnya, kedua hal ini biasanya membuat nyeri pada tenggorokan semakin menjadi-jadi.

Hal yang perlu diingat, sakit tenggorokan menjadi salah satu gejala yang bisa disebabkan oleh berbagai penyakit. Pertanyaannya, benarkah pengidap sakit tenggorokan boleh langsung mengonsumsi antibiotik untuk mengatasi sakit tenggorokan? 

Baca juga: Sakit Tenggorokan setelah Makan Pedas, Apa Penyebabnya?

Langsung Atasi dengan Antibiotik?

Tidak sedikit orang yang mengonsumsi antibiotik ketika mengalami sakit tenggorokan. Pada beberapa kasus, mereka juga tidak sungkan untuk meminta dokter meresepkan jenis obat ini. Padahal, cara mengatasi sakit tenggorokan tidak harus selalu melalui antibiotik.

Menurut ahli di National Institutes of Health (NIH), dalam kebanyakan kasus sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus. Nah, untuk kasus yang satu ini, pengobatan radang tenggorokan yang menggunakan antibiotik tidak akan efektif. 

Antibiotik hanya berguna bila sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri. Dengan kata lain, sakit atau radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus atau asap rokok, obat jenis antibiotik tidak akan memberikan efek apa pun. 

Solusinya, kamu bisa mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan gejala sakit tenggorokan bila dirasa perlu. Obat-obat yang bisa dikonsumsi contohnya paracetamol, acetaminophen, atau ibuprofen.

Lalu, kapan antibiotik dapat dikonsumsi bila seseorang mengidap sakit tenggorokan? Umumnya, sakit tenggorokan dapat membaik dalam kurung waktu satu minggu.

Namun, bila sakit tenggorokan tak kunjung membaik dalam rentang waktu tersebut, kemungkinan dokter akan merekomendasikan penggunaan antibiotik. 

Di samping itu, untuk memastikan sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri, bila dianggap perlu dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti metode usap (swab) di sekitar tenggorokan. 

Nah, kesimpulannya cara mengatasi sakit tenggorokan tak harus selalu dengan mengonsumsi antibiotik. Di samping itu, jangan pernah mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter untuk menghindari masalah kesehatan lainnya. 

Baca juga: 7 Cara Ampuh Atasi Radang Tenggorokan

Waspada pada Resistensi Antibiotik

Ingat, jangan sembarangan atau sesuka hati mengonsumsi antibiotik. Menurut ahli di NIH, menggunakan obat-obatan ini ketika tidak diperlukan, justru dapat menyebabkan antibiotik tidak bekerja dengan baik saat dibutuhkan. 

Penggunaan antibiotik yang berlebihan atau secara tidak cepat adalah masalah yang dapat menyebabkan resistensi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, resistensi antibiotik terjadi ketika kuman seperti bakteri dan jamur mengembangkan kemampuan untuk mengalahkan obat yang dirancang untuk membunuh mereka. Artinya, kuman tersebut tidak mati dan terus berkembang.

Baca juga: Mengalami Radang Amandel Berisiko Alami Sakit Tenggorokan

Masih menurut CDC, infeksi yang disebabkan oleh kuman yang kebal antibiotik sulit sekali untuk diobati, bahkan terkadang tidak mungkin diobati. Pada kebanyakan kasus, infeksi bakteri yang kebal antibiotik memerlukan perawatan di rumah sakit yang lebih lama.

Hal yang paling mengkhawatirkan resistensi antibiotik berpotensi memengaruhi banyak hal di semua tatanan kehidupan. Mulai dari industri perawatan kesehatan, kedokteran hewan, hingga dunia pertanian. Resistensi antibiotik ini menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling mendesak di dunia.

Cara Mencegah Sakit Tenggorokan

Bagi kamu yang sering mengalami sakit tenggorokan, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah agar keluhan ini tak kambuh kembali. Nah, berikut ini cara yang bisa dilakukan untuk mencegah sakit tenggorokan:

  • Hindari rokok atau asap rokok.
  • Hindari sumber alergi yang memicu sakit tenggorokan.
  • Hindari orang yang sedang sakit (terutama seperti pilek atau flu).
  • Rutin mencuci tangan.
  • Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut bila tangan dalam keadaan kotor.
  • Jangan berbagi makanan, minuman, atau peralatan makan.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Cukupi kebutuhan waktu istirahat.
  • Minum banyak cairan.
  • Vaksinasi flu setiap tahun.
  • Tanyakan pada dokter mengenai kondisi kesehatan yang diida

Selain itu, beberapa orang dengan kondisi medis tertentu seperti penyakit asam lambung atau GERD, perlu menanyakan pada dokter untuk mengatasi penyakit tersebut. Pasalnya, penyakit GERD atau beberapa penyakit lainnya juga bisa memicu sakit tenggorokan, bila dibiarkan tanpa penanganan. 

Hal lainnya yang perlu diingat, di tengah pandemi COVID-19, sakit tenggorokan yang tidak kunjung membaik sebaiknya jangan dipandang sebelah mata. Sebab, sakit tenggorokan menjadi salah satu gejala COVID-19 yang umumnya dialami oleh pengidapnya. 

Oleh sebab itu, segera temui atau tanyakan pada dokter bila sakit tenggorokan tidak kunjung mereda. Apalagi bila keluhan ini juga dibarengi oleh gejala COVID-19 lainnya. Misalnya demam, batuk kering, hingga anosmia. 

Selain itu, kamu juga bisa membeli obat atau vitamin untuk mengatasi sakit tenggorokan menggunakan aplikasi Halodoc, sehingga tidak perlu repot keluar rumah. Sangat praktis, bukan? 



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Pharyngitis - sore throat 
CDC. Diakses pada 2020. About Antibiotic Resistance 
Web Med. Diakses pada 2021. Understanding Sore Throat -- Prevention
Medscape. Diakses pada 2020. Bacterial Pharyngitis Medication.