• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bolehkah Melakukan Donor Darah Dua Bulan Sekali?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bolehkah Melakukan Donor Darah Dua Bulan Sekali?

Bolehkah Melakukan Donor Darah Dua Bulan Sekali?

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 16 September 2022

“Rutin menjalani donor darah memang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, jika jaraknya terlalu dekat, hal ini justru bisa mengancam kesehatan.”

Bolehkah Melakukan Donor Darah Dua Bulan Sekali?Bolehkah Melakukan Donor Darah Dua Bulan Sekali?

Halodoc, Jakarta – Kegiatan donor darah tidak hanya bermanfaat untuk orang yang menerima, tetapi juga bagi pendonornya sendiri. Penelitian mengungkapkan jika orang yang rutin donor darah berisiko rendah terkena serangan jantung. 

Supaya manfaatnya terasa, kegiatan ini juga perlu dilakukan dengan frekuensi yang ideal. Pasalnya, terlalu sering memberikan donor juga bisa membahayakan kesehatan. Misalnya, seperti anemia hingga syok. 

Amankah Mendonorkan Darah Dua Bulan Sekali?

Tak sedikit orang yang belum memahami interval melakukan donor darah. Kegiatan ini bisa dilakukan setiap 3 bulan sekali. Ini karena, usia sel darah merah umumnya berkisar 100-120 hari.

Melalui PERMENKES 91 Tahun 2015 interval waktu sejak donor darah terakhir minimal 2 bulan. Pada wanita, interval yang dianjurkan adalah 16 minggu sejak donor terakhir. Alasannya, simpanan zat besi wanita cenderung lebih sedikit daripada pria.  Jarak yang terlalu dekat dikhawatirkan bisa mengancam kesehatan.

Syarat Melakukan Donor Darah

Melansir dari UTD PMI Provinsi DKI Jakarta, syarat melakukan donor darah, yaitu:

  • Sehat jasmani dan rohani.
  •  Usia 17-60 tahun.
  • Bagi pendonor yang rutin mendonorkan darahnya bisa melakukannya hingga usia 65 tahun atau berhenti atas pertimbangan dokter.
  • Berat badan minimal 45 kilogram.
  •  Tekanan darah normal, yaitu sistolik (100-180) dan diastolik (70-100).
  • Kadar hemoglobin 12,5-17 gram per desiliter.

Kondisi yang Tidak Diperbolehkan Donor Darah

Pendonor perlu memastikan tidak memiliki penyakit yang bisa menular melalui darah. Contoh penyakit yang tidak boleh dimiliki oleh pendonor, di antaranya:

  • Menderita penyakit tertentu, seperti diabetes, kanker, penyakit jantung, masalah paru-paru, atau gangguan fungsi ginjal
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau rendah
  • Menderita epilepsi atau sering kejang
  • Menderita penyakit menular atau berisiko tinggi terkena penyakit menular, seperti sifilis, HIV/AIDS, hepatitis B, hepatitis C, atau malaria
  • Mengonsumsi obat-obatan atau sedang menjalani pengobatan tertentu
  • Memiliki gangguan perdarahan, seperti hemofilia
  • Mempunyai riwayat penggunaan narkoba dalam bentuk suntik
  • Memiliki kecanduan terhadap minuman keras

Berbagai Manfaat Donor Darah

Saat menjalani donor darah, otomatis kamu mendapatkan manfaat di bawah ini:

1. Melancarkan aliran darah

Donor darah secara berkala dapat  mengurangi risiko penyumbatan arteri, sehingga dapat memperlancar aliran darah. 

2. Pemeriksaan singkat 

Sebelum melakukan donor darah, suhu, denyut nadi, hemoglobin, dan tekanan darah akan diperiksa terlebih dahulu. 

3. Menyeimbangkan zat besi

Orang dewasa umumnya memiliki 5 gram zat besi dalam tubuhnya. Nah, mendonorkan darah dapat mengurangi seperempat gram zat besi dan menyeimbangkannya.

Jangan lupa konsumsi vitamin sebelum menjalani donor darah agar tubuh tetap fit. Segera cek kebutuhan vitamin dan suplemen di toko kesehatan Halodoc sekarang juga. Jangan tunggu anak sakit untuk minum vitamin, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
UTD PMI Provinsi DKI Jakarta. Diakses pada 2022. Tentang Donor Darah.
Universitas Gadjah Mada Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan. Diakses pada 2022. Sehat Melalui Donor Darah.
Healthline. Diakses pada 2022. The Benefits of Donating Blood.
American Journal of Epidemiology. Diakses pada 2022. Donation of Blood Is Associated with Reduced Risk of Myocardial Infarction.