• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bolehkah Memberikan Diazepam bagi Anak Kejang?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bolehkah Memberikan Diazepam bagi Anak Kejang?

Bolehkah Memberikan Diazepam bagi Anak Kejang?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 30 Agustus 2022

“Diazepam bisa diberikan kepada anak, tetapi tidak boleh digunakan pada bayi di bawah usia 6 bulan. Diazepam rektal dapat digunakan untuk menghentikan kejang berkepanjangan ataupun kejang berulang pada anak dengan kondisi kejang demam ataupun epilepsi.”

Bolehkah Memberikan Diazepam bagi Anak Kejang?Bolehkah Memberikan Diazepam bagi Anak Kejang?

Halodoc, Jakarta –   Diazepam adalah obat yang digunakan untuk mengobati kecemasan, penarikan alkohol, dan kejang. Diazepam bekerja untuk meredakan kejang otot dan juga digunakan sebagai obat penenang sebelum melakukan prosedur medis tertentu, karena dapat memberikan efek  menenangkan otak dan saraf.

Diazepam bisa diberikan kepada anak, tetapi tidak boleh digunakan pada bayi di bawah usia 6 bulan. Diazepam rektal dapat digunakan untuk menghentikan kejang berkepanjangan ataupun kejang berulang pada anak dengan kondisi kejang demam ataupun epilepsi. Informasi selengkapnya mengenai aturan memberikan diazepam pada anak bisa dibaca di sini!

Diazepam Bisa Diberikan kepada Anak Asal Tidak Mengalami Beberapa Kondisi Kesehatan Tertentu

Tadi sudah disebutkan sebelumnya kalau diazepam adalah sejenis penenang dan masuk dalam kategori obat benzodiazepin. Diazepam sering digunakan untuk mengobati kecemasan, kegelisahan, untuk menenangkan anak sebelum prosedur medis dilakukan, termasuk juga mengobati jenis kejang tertentu. 

Obat ini bekerja sebagai sebagai pelemas otot untuk diazepam. Diazepam tersedia dalam bentuk tablet, injeksi, cairan, dan gel rektal. Walaupun obat ini umum digunakan untuk mengatasi anak kejang, namun anak dengan kondisi tertentu tidak disarankan untuk mengonsumsi obat ini. Beberapa kondisi tersebut adalah:

  • Penyakit paru-paru, hati, atau ginjal.
  • Porfiria, kelainan genetik saat tubuh memproduksi terlalu banyak porfirin.
  • Penyakit kejiwaan atau riwayat penyalahgunaan zat.
  • Hiperaktif.
  • Sleep apnea. 
  • Myasthenia gravis (melemahnya otot tubuh karena gangguan saraf).

Aturan Pemberian Diazepam pada Anak dengan Kondisi Kejang

Pemberian diazepam pada anak kejang, juga perlu resep atauinstruksi dari dokter. Ada aturan yang perlu diketahui orang tua, sebagai catatan saat hendak memberikan diazepam pada anak, yaitu:

1. Harus Selalu Sesuai dengan Anjuran Dokter

Berikan diazepam kepada anak persis seperti yang diperintahkan dokter atau apoteker. Jangan pernah memberikan dosis diazepam di luar yang direkomendasikan medis. 

2. Minum Secara Teratur

Jika anak memerlukan diazepam secara teratur, berikan diazepam pada waktu yang sama setiap hari.

3. Boleh Diminum Sebelum atau Sesudah Makan

Obat dapat diberikan dengan perut kosong atau dengan makan. Jika diazepam mengganggu perut anak, mungkin perlu diberikan dengan makanan atau susu untuk mengurangi kemungkinan sakit perut.

4. Jenis Diazepam

Diazepam juga tersedia dalam bentuk cairan, yang dapat digunakan jika anak tidak dapat menelan tablet atau jika anak menggunakan selang makanan. Jika anak mendapatkan diazepam melalui suntikan (jarum), perawat di rumah sakit akan memberikan jarum atau suntikan obat ke pembuluh darah. Diazepam juga dapat diberikan sebagai gel rektal ke dalam rektum (saluran anal). Perawat atau apoteker akan menjelaskan cara memberikan gel rektal kepada anak.

5. Jangan Berhenti Tiba-Tiba

Anak tidak boleh berhenti minum diazepam tiba-tiba. Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter, sebelum anak benar-benar berhenti minum obat ini. Biasanya dokter menyarankan untuk menurunkan dosis diazepam secara perlahan sebelum benar-benar stop, ini dilakukan  untuk mencegah gejala penarikan.

Anak mungkin mengalami beberapa efek samping saat menggunakan diazepam, seperti: 

  • Merasa pusing.
  • Mengantuk atau kelelahan.
  • Mulut kering.
  • Sakit perut termasuk diare (buang air besar encer).

Hubungi dokter anak jika mengalami efek samping seperti gemetar, agitasi, kegelisahan yang tidak biasa, kegembiraan berlebihan,  kebingungan, mimpi buruk, depresi mental, sulit atau sering buang air kecil, serta penglihatan kabur. Download aplikasi Halodoc untuk mendapatkan update seputar isu kesehatan lainnya.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. Diazepam.
About Kids Health.ca. Diakses pada 2022. Diazepam.