• Home
  • /
  • Bolehkah Mengobati Luka Bakar dengan Pasta Gigi?

Bolehkah Mengobati Luka Bakar dengan Pasta Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bolehkah Mengobati Luka Bakar dengan Pasta Gigi?

Halodoc, Jakarta - Kamu tentu pernah mengalami luka bakar ringan, misalnya terpercik minyak panas saat menggoreng telur. Mengalami luka bakar tentu tidak menyenangkan, meskipun ini salah satu cedera rumah tangga yang paling umum. Karena umum terjadi, biasanya bagaimana cara kamu menanganinya?

Kamu mungkin pernah menangani luka bakar dengan menggunakan pasta gigi berkat saran dari orangtua. Sayangnya, mengobati luka bakar ringan dengan pasta gigi bukanlah langkah yang efektif. Jangan sekali-kali kamu mengoleskan pasta gigi ke luka bakar. Ini hanya salah satu mitos tanpa bukti. Pasta gigi justru dapat mengiritasi luka bakar dan menciptakan daerah sekitarnya dapat terinfeksi. Apalagi pasta gigi belum tentu steril. 

Baca juga: Memakai Odol Dapat Sembuhkan Luka Bakar, Mitos atau Fakta?

Cara Tepat Mengobati Luka Bakar Ringan

Luka bakar ringan biasanya memakan waktu sekitar satu atau dua minggu untuk sembuh total dan biasanya tidak menyebabkan jaringan parut. Tujuan dari perawatan luka bakar adalah untuk mengurangi rasa sakit, mencegah infeksi, dan menyembuhkan kulit lebih cepat. Berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengobati luka bakar.

1. Mengalirkan Air Dingin

Hal pertama yang harus kamu lakukan ketika terkena luka bakar ringan adalah dengan mengalirkan air dingin (bukan dingin es) di atas area terbakar selama sekitar 20 menit. Kemudian cuci area yang terbakar dengan sabun dan air dingin. 

2. Kompres Dingin

Kompres dingin menggunakan kain basah bersih, kemudian letakkan di atas area luka bakar. Ini akan membantu meringankan rasa sakit dan pembengkakan. Kamu dapat menerapkan kompres dalam interval 5 hingga 15 menit. Cobalah untuk tidak menggunakan kompres yang terlalu dingin karena dapat menyebabkan iritasi pada luka bakar lebih banyak. 

Baca juga: Adakah Bahan Alami untuk Obati Luka Bakar?

3. Salep Antibiotik

Salep dan krim antibiotik membantu mencegah infeksi. Oleskan salep antibakteri seperti Bacitracin atau Neosporin ke luka bakar dan tutupi dengan cling film atau pembalut atau kain steril yang tidak berbulu. Kamu dapat membeli salep antibiotik berdasarkan resep dokter melalui aplikasi Halodoc, lho!

4. Lidah Buaya

Gel lidah buaya sering disebut-sebut sebagai “tanaman bakar”. Lidah buaya terbukti efektif dalam penyembuhan luka bakar tingkat pertama hingga kedua. Lidah buaya bersifat anti-inflamasi, meningkatkan sirkulasi, dan menghambat pertumbuhan bakteri. 

Oleskan lapisan gel lidah buaya murni yang diambil dari daun lidah buaya langsung ke area yang terkena. Kamu juga bisa membeli gel lidah buaya di toko, hanya saja pastikan itu mengandung persentase lidah buaya yang tinggi. Hindari produk yang memiliki zat tambahan, terutama zat pewarna dan parfum.

5. Madu

Terlepas dari rasanya yang manis dan enak, madu dapat membantu menyembuhkan luka bakar ringan saat dioleskan. Madu adalah zat anti-inflamasi dan antibakteri serta antijamur secara alami. 

6. Mengurangi Paparan Sinar Matahari

Lakukan langkah terbaik untuk menghindari paparan terhadap sinar matahari langsung. Kulit yang terbakar akan sangat sensitif terhadap sinar matahari, karenanya kamu bisa menutupinya dengan pakaian. 

7. Jangan Kelupas Luka Lecet

Meski sangat menggoda, biarkan bekas luka lecet terkelupas dengan sendirinya. Dengan mengoreknya justru dapat menyebabkan infeksi. 

8. Gunakan Obat Pereda Nyeri Bebas Resep

Jika kamu merasa sakit, gunakan penghilang rasa sakit bebas resep seperti ibuprofen atau naproxen. 

Baca juga: Begini Perawatan yang Tepat ketika Alami Luka Bakar

Pengobatan Rumahan Mitos Lainnya yang Dihindari

Pengobatan rumahan terkadang cukup aneh, belum terbukti klinis dan mitos semata. Tidak semua apa yang dikatakan nenek dapat dilakukan. Selain pasta gigi obat luka bakar rumahan yang harus dihindari yaitu mentega, minyak, dan putih telur.

  • Mentega, sebaiknya jangan digunakan. Mentega justru akan membuat luka bakar semakin parah. Sebab, mentega menahan panas dan mungkin juga menyembunyikan bakteri berbahaya yang dapat menginfeksi kulit yang terbakar.

  • Minyak, bertentangan dengan ilmu medis. Minyak seperti minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak goreng, tahan panas dan bahkan menyebabkan kulit yang terbakar. 

  • Putih telur yang mentah justru mengandung risiko infeksi bakteri dan tidak boleh diletakkan pada luka bakar. Telur juga dapat menyebabkan reaksi alergi. 

Jadi, kalau suatu waktu kamu mengalami luka bakar, sebaiknya jangan salah mengambil langkah penanganan, ya! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Home Remedies for Burn