• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bolehkah Minuman Isotonik Diminum Setiap Hari?

Bolehkah Minuman Isotonik Diminum Setiap Hari?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bolehkah Minuman Isotonik Diminum Setiap Hari?

“Minuman isotonik kerap menjadi pilihan banyak orang saat dirasa membutuhkan banyak energi untuk beraktivitas. Padahal, terlalu banyak mengonsumsi minuman olahraga ini dapat menyebabkan pertambahan berat badan dan menumpuknya gula di dalam tubuh.”

Halodoc, Jakarta – Banyak orang yang merasa harus mengonsumsi minuman dengan kandungan isotonik setiap hari agar aktivitas hariannya tetap lancar. Minuman yang kerap dikonsumsi setelah seseorang berolahraga ini kaya akan kandungan karbohidrat, mineral, dan elektrolit.

Pertanyaannya, bolehkah seseorang mengonsumsi minuman isotonik setiap hari? Tidak perlu bingung, simak penjelasan tentang minuman isotonik berikut ini, ya!

Baca juga: Benarkah Minuman Isotonik Dapat Sembuhkan Demam Berdarah?

Boleh-Tidaknya Konsumsi Minuman Isotonik Setiap Hari

Minuman olahraga diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu isotonik, hipotonik, dan hipertonik. Semua jenis dikategorikan berdasarkan jumlah karbohidrat yang dikandungnya. Untuk cairan isotonik, kandungan karbohidratnya mencapai 6-8 persen, termasuk glukosa. Hal ini memang menjadi sumber energi pilihan tubuh untuk berolahraga.

Minuman isotonik memiliki osmolalitas sebesar 280 hingga 330 mOsm/kg. Maksud osmolalitas adalah ukuran jumlah partikel karbohidrat, elektrolit, pemanis, dan pengawet dalam cairan. Peringkat osmolalitas minuman isotonik yang paling mendekati cairan alami di dalam tubuh. Maka dari itu, minuman ini banyak dipilih oleh para atlet yang membutuhkan ketahanan.

Namun, apakah minuman ini boleh diminum setiap hari? Adakah dampak buruk yang dapat terjadi?

1. Pertambahan Berat Badan

Salah satu dampak buruk yang dapat terjadi dari rutin mengonsumsi minuman isotonik adalah bertambahnya berat badan. Minuman ini dibuat untuk menggantikan kalori yang dibakar saat berolahraga. Jika kamu mengonsumsinya tidak dalam keadaan membakar kalori, karbohidrat yang terkandung di dalamnya dapat bertumpuk di dalam tubuh. 

Jika tujuan kamu berolahraga untuk menurunkan berat badan, ada baiknya lebih banyak konsumsi air putih dibandingkan minuman isotonik. Selain lebih menyehatkan, cairan ini juga bebas dari karbohidrat. Terlebih jika olahraga yang kamu lakukan terbilang ringan.

Baca juga: Fakta di Balik Minuman Isotonik

2. Kandungan Gula yang Tinggi

Selain kaya akan kandungan vitamin dan mineral, minuman isotonik juga kaya gula. Jika kamu memperhatikan labelnya, tertulis jumlah kandungan gulanya cukup banyak. Bisa disimpulkan, minuman ini hampir mirip dengan minuman bersoda.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, ada banyak gangguan kesehatan yang dapat terjadi, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Pastikan untuk membatasi pengonsumsian minuman isotonik untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan. 

Nah, jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait manfaat dan dampak buruk yang dapat terjadi saat rutin mengonsumsi minuman isotonik, dokter dari aplikasi Halodoc siap menjawabnya.

Kamu bisa berinteraksi dengan ahli medis hanya dengan download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan, kapan saja dan di mana saja. Segera gunakan aplikasinya sekarang juga!

Kapan Sebaiknya Mengonsumsi Minuman Isotonik?

Pertanyaan berikutnya, pada momen apa sebaiknya kamu mengonsumsi minuman isotonik? Sebenarnya, semua orang diperbolehkan untuk mengonsumsi minuman olahraga ini saat melakukan aktivitas dengan intensitas dan durasi yang lama.

Minuman ini tidak diperlukan untuk sebagian orang yang melakukan aktivitas fisik di gym, terlebih jika ingin menurunkan berat badan. Hal ini juga berlaku bagi seseorang yang melakukan olahraga ringan atau sedang, seperti jogging kurang dari 1 jam.

Jika kamu hanya melakukan latihan beban, kamu mungkin tidak perlu mengonsumsi minuman isotonik, meskipun menghabiskan lebih dari satu jam di gym. Banyak waktu yang dihabiskan untuk beristirahat di antara set, sehingga tidak mengurangi simpanan karbohidrat di tubuh, jauh berbeda dengan latihan ketahanan.

Baca juga: Cegah Risiko Dehidrasi saat Demam dengan Cairan ber-ION

Jika dirasa tetap ingin mengonsumsi minuman olahraga ini, ada baiknya untuk memilih ukuran yang kecil untuk durasi olahraga kurang dari satu jam. Selain itu, pastikan juga tidak lebih dari 30 gram karbohidrat untuk sesi olahraga yang berlangsung selama 1-2 jam. Sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik juga baik tubuh. 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Should You Drink Sports Drinks Instead of Water?
Live Strong. Diakses pada 2021. Health Benefits of Isotonic Drinks.