Bolehkah Pengidap Hipertensi Berpuasa?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
alat ukur tekanan darah, pengidap hipertensi puasa

Halodoc, Jakarta - Bagi pengidap hipertensi, mungkin memiliki keraguan tersendiri terkait apakah boleh berpuasa di bulan Ramadhan atau tidak. Sebenarnya puasa bagi pengidap hipertensi diperbolehkan, justru membawa manfaat yang baik. Namun sebelumnya, pahami dulu apa itu hipertensi dan bagaimana panduan puasanya agar tetap sehat.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi aliran darah terhadap dinding arteri cukup tinggi. Apabila tidak ditangani, hipertensi dapat memicu serangan jantung dan merusak arteri. Sedangkan dampak lainnya adalah stroke, gangguan ginjal, nyeri dada, mudah marah, sindrom metabolik, dan gangguan otak.

Tekanan darah pengidap hipertensi dapat mencapai 140/90 mmHg. Normalnya, tekanan darah pada orang yang sehat berkisar antara 90/60 mmHg sampai 120-80 mmHg. Saat puasa pun, kamu akan sangat mungkin mengalami lonjakan tekanan darah. Pasalnya, proses metabolisme dalam tubuh berjalan lebih lambat, sehingga penumpukan lemak terjadi lebih cepat.

Baca juga: Ketahui Komplikasi Perdarahan Subarachnoid yang Telah Diobati

Hal ini membuat aliran darah menjadi tidak lancar, sehingga tubuh membutuhkan tekanan yang lebih supaya darah yang mengangkut oksigen dapat segera sampai ke organ-organ tubuh. Akibatnya, tekanan darah menjadi meningkat.

Walaupun begitu, puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah pada pengidap hipertensi ringan hingga sedang. Di saat puasa, ada perubahan pola makan dan tidur. Kondisi inilah yang memengaruhi sistem saraf simpatik, sistem renin, dan hormon antidiuretik yang membuat tekanan darah menurun.

Di samping itu, puasa juga memberikan kesempatan pada tubuh untuk beristirahat dari makanan pemicu tekanan darah tinggi dan masalah emosi. Alhasil, tekanan darah cenderung lebih stabil selama puasa. Berikut beberapa manfaat puasa apabila dilakukan oleh pengidap hipertensi:

  1. Menstabilkan Tekanan Darah

Naiknya tekanan darah biasanya disebabkan pola makan yang tidak terkontrol, serta emosi yang diliputi rasa cemas. Ketika puasa, tubuh akan mengurangi produksi hormon tertentu, seperti hormon adrenalin yang menyebabkan naiknya tekanan darah. Maka itu, berpuasa setidaknya dapat meminimalisir kebiasaan tersebut hingga tekanan darah kamu pun berangsur normal.

Baca juga: Tanpa Gejala, Perdarahan Subarachnoid Bisa Sebabkan Stroke

  1. Menurunkan Kadar Kolesterol

Manfaat puasa bagi pengidap hipertensi juga sangat baik dalam menurunkan kolesterol. Kadar kolesterol yang tinggi yang menumpuk di pembuluh darah akan menyebabkan penumpukan endapan kolesterol, memperberat terjadinya kekakuan pembuluh darah yang berkaitan dengan hipertensi. Jika pengidap hipertensi menjalani puasa secara teratur, maka dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung seperti kadar gula darah, trigliserida, dan berat badan.

  1. Membuang Racun pada Tubuh

Selama puasa, secara otomati tubuh akan mengeluarkan racun melalui keringat, urine, atau buang air besar. Dengan manfaat puasa untuk pengidap hipertensi ini, tubuh pengidap hipertensi pun menjadi lebih sehat daripada sebelumnya.

Manfaat puasa di atas juga dapat kamu rasakan apabila puasa dibarengi dengan olahraga teratur. Olahraga adalah cara terbaik untuk mengendalikan tekanan darah. Aktivitas fisik yang dilakukan oleh orang yang berpuasa dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Kamu tidak perlu melakukan olahraga dengan intensitas tinggi yang melelahkan. Cukup pilih olahraga ringan seperti joging atau bersepeda di pagi atau sore hari. Selain itu, imbangi juga dengan istirahat yang cukup, setidaknya 7 jam saat tidur malam untuk menjaga stamina saat berpuasa.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Perdarahan Subarachnoid Bisa Disembuhkan

Pastikan pula kamu selalu berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai kondisi kesehatan tubuh kamu. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.