BPJS Pakai Rujukan Online, Begini Prosedurnya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
BPJS Pakai Rujukan Online, Begini Prosedurnya

Halodoc, Jakarta – Berobat pakai BPJS dilakukan di faskes 1 terlebih dahulu, kecuali kamu mengalami kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera. Jika ada indikasi medis yang memerlukan penanganan khusus tapi tidak darurat, dokter akan memberikan surat rujukan ke faskes 2. Namun, tahukah kamu jika per 1 September 2018 berlaku surat rujukan online? Simak penjelasan selengkapnya, yuk.

Baca Juga: Pakai BPJS, Ketahui 5 Hal Ini Lebih Dulu

Rujukan Online Tidak Pakai Surat

Rujukan biasanya diberikan dalam bentuk surat. Namun sejak rujukan online diberlakukan, kamu bisa ke faskes 2 tanpa membawa surat atau blanko yang diberikan dokter di faskes 1. Kamu hanya perlu mengunjungi faskes 2 tujuan dengan menyebutkan nomor kartu peserta BPJS. Inovasi ini muncul untuk meningkatkan efisiensi pengobatan karena selama ini, selalu terjadi antrean panjang di RS. Implementasi sistem rujukan online mengacu pada regulasi Permenkes Nomor 001 Tahun 2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan. Kabar menyebutkan adanya rencana perubahan aturan ini dalam waktu dekat oleh Kementerian Kesehatan RI.

Uji coba rujukan online telah dihentikan setelah beberapa kali dilakukan, yakni pada 15 – 31 Agustus 2018, 1 – 15 September 2018, dan 15 – 30 September 2018 yang kemudian diperpanjang hingga 15 Oktober 2018. Selama tiga bulan dilakukan, pihak BPJS, Kemenkes, dan pihak terkait lainnya mengamati kemajuan dan kekurangan yang perlu diperbaiki ke depannya. Misalnya, penumpukan antrean akibat ketidaksesuaian petugas dalam menginput jadwal praktek dan kapasitas. Lantas, adakah keuntungan rujukan online dibanding rujukan biasa?

  • Petugas kesehatan di faskes 1 tinggal mendaftarkan kamu ke RS tujuan. Melalui sistem rujukan online, kamu bisa mengetahui data RS rujukan, nomor antrean di RS, dan jadwal dokter yang akan memberikan pengobatan.

  • Petugas kesehatan di faskes 1 bisa mengetahui RS yang tidak bisa dirujuk karena antrean penuh. Hal ini membuat proses rujukan lebih terukur dan tepat sasaran. Pengobatan bisa dialihkan ke RS lain yang antreannya belum banyak, sehingga kamu mendapatkan kepastian waktu pelayanan dengan kompetensi dan jarak RS terdekat.

  • Kamu tinggal menuju RS rujukan dan menyebutkan nomor kartu peserta. Hal ini “memotong” proses pendataan ulang di RS pada awal pengobatan.

  • Rujukan online meminimalisir adanya rujukan berulang dengan alasan tidak adanya SDM dan sarana yang dibutuhkan karena lewat cara ini, petugas kesehatan dan kamu mengetahui profil RS yang akan dirujuk.

Rujukan Online Masih Perlu Sosialisasi

Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui sistem rujukan online. Maka itu, sosialisasi rujukan online perlu digencarkan kembali mengingat banyaknya manfaat yang bisa didapat. Beberapa faskes 1 masih menerapkan rujukan biasa, sehingga masyarakat belum menyadari adanya rujukan online dan tidak mengetahui tahapan yang berlaku di dalamnya. Jika kamu sedang berobat ke faskes 1 pakai BPJS dan masih mendapatkan surat rujukan biasa, coba tanya dokter atau petugas kesehatan di sana terkait sistem rujukan online.

Baca Juga: Begini Cara Cek Kesehatan Pakai BPJS

Kalau sekarang kamu sedang sakit dan belum mau berobat ke faskes, bicara pada dokter Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat. Gunakan fitur Contact Doctor yang ada di Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!