• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bradikardia Bisa Picu Gagal Jantung, Ini Faktanya

Bradikardia Bisa Picu Gagal Jantung, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Bradikardia adalah kondisi di mana jantung berdetak lebih lambat dari normalnya. Kondisi ini sebaiknya jangan disepelekan, karena bradikardia bisa memicu terjadinya gagal jantung. Simak penjelasannya lebih lanjut di bawah ini.

Detak jantung orang dewasa ketika sedang beristirahat normalnya antara 60–100 kali per menit. Secara umum, seseorang bisa dikatakan mengidap bradikardia bila detak jantungnya kurang dari 60 kali semenit. Namun, hal ini ada pengecualian. 

Detak jantung kamu mungkin saja berada di bawah 60 denyut per menit (BPM) bila sedang tidur nyenyak. Orang dewasa yang aktif secara fisik atau atlet juga sering memiliki detak jantung istirahat yang lebih lambat dari 60 BPM.

Perlu diingat, bradikardia bisa menjadi masalah serius bila jantung sampai tidak bisa memompa darah yang kaya akan oksigen dalam jumlah yang cukup ke seluruh tubuh. Namun, pada beberapa orang, detak jantung yang lambat tidak menyebabkan gejala maupun komplikasi. 

Baca juga: Bradikardia vs Takikardia, Lebih Bahaya Mana?

Gagal Jantung adalah Salah Satu Komplikasi Bradikardia

Bradikardia adalah kondisi kesehatan yang perlu mendapatkan penanganan medis secepatnya. Pasalnya, bila dibiarkan saja dalam waktu yang lama, bradikardia dapat berkembang semakin parah dan memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan serius. Salah satunya adalah gagal jantung. Hal ini disebabkan karena denyut jantung yang lambat membuat jantung tidak mampu memompa darah yang cukup untuk seluruh tubuh.

Selain gagal jantung, komplikasi bradikardia lainnya yang juga dapat terjadi, yaitu: 

  • Pingsan (sinkop).

  • Nyeri dada (angina pectoris).

  • Tekanan darah rendah (hipotensi).

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Henti jantung mendadak atau kematian mendadak.

Baca juga: Koarktasio Aorta Bisa Sebabkan Gagal Jantung

Waspadai Gejalanya

Agar bradikardia tidak berkembang semakin parah, penting bagi kamu untuk mewaspadai gejala kondisi jantung tersebut. Saat mengalami bradikardia, otak dan organ lain dalam tubuh kamu mungkin tidak mendapatkan oksigen yang cukup, sehingga biasanya kamu akan mengalami gejala-gejala berikut:

  • Hampir pingsan atau pingsan (sinkop).

  • Pusing.

  • Kelelahan.

  • Sesak napas.

  • Nyeri dada.

  • Kebingungan atau masalah dengan memori.

  • Mudah lelah saat melakukan aktivitas fisik.

Bila kamu mengalami gejala bradikardia seperti di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan sedini mungkin. Dengan demikian, bradikardia dapat ditangani dengan lebih baik dan komplikasi yang serius dapat dihindari.

Pengobatan Bradikardia

Pengobatan bradikardia tergantung pada jenis masalah konduksi listrik, keparahan gejala, dan penyebab denyut jantung melambat. Namun, bila kamu tidak mengalami gejala, pengobatan mungkin tidak diperlukan.

Berikut ini metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi bradikardia:

  • Mengobati Penyebabnya yang Mendasarinya

Bila bradikardia disebabkan oleh kelainan seperti hipotiroidisme atau apnea tidur obstruktif, mengobati gangguan tersebut merupakan cara untuk mengatasi bradikardia. 

  • Mengganti Obat

Sejumlah obat, termasuk obat-obatan untuk mengatasi kondisi jantung lainnya, dapat menyebabkan bradikardia. Bila detak jantung lambat diakibatkan oleh obat-obatan, dokter akan memeriksa obat yang kamu konsumsi dan mungkin merekomendasikan alternatif. Mengganti obat atau menurunkan dosisnya dapat memperbaiki detak jantung yang lambat.

  • Alat Pacu Jantung

Bila metode pengobatan lain tidak tepat atau tidak memberikan manfaat yang efektif, sedangkan gejala memerlukan pengobatan, maka memasang alat jantung dapat dilakukan.

Alat pacu jantung adalah perangkat yang dioperasikan dengan menggunakan baterai yang berukuran sebesar ponsel. Alat tersebut akan ditanamkan di bawah tulang selangka kamu. 

Kemudian, kabel-kabel dari perangkat tersebut akan dimasukkan melalui pembuluh darah ke jantung kamu. Lalu, elektroda yang ada di ujung kabel akan menempel pada jaringan jantung. 

Alat pacu jantung berfungsi untuk memonitor detak jantung kamu dan menghasilkan impuls listrik yang diperlukan untuk mempertahankan detak jantung yang sesuai. 

Baca juga: 5 Tips Sederhana Mencegah Bradikardia

Itulah penjelasan mengenai mengapa bradikardia dapat memicu gagal jantung. Untuk melakukan pemeriksaan terkait kondisi kesehatan yang kamu alami, kamu bisa langsung buat janji di rumah sakit pilihanmu lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Bradycardia.