Buah Salak Bikin Susah BAB? Ini Faktanya 

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Buah Salak Bikin Susah BAB? Ini Faktanya 

Halodoc, Jakarta – Buah salak menjadi pembahasan dan viral setelah beredar video aktris Nia Ramadhani kesulitan mengupas kulitnya. Dalam video tersebut, Nia terlihat tidak bisa membuka kulit buah salak dan memilih untuk menyerah. Viralnya postingan tersebut membuat banyak netizen di Twitter berkomentar. Buah salak memang dikenal memiliki kulit yang sulit untuk dikupas. 

Sayangnya, banyak orang yang enggan dan menghindari konsumsi buah salak. Pasalnya, buah yang dijuluki “snake fruit” itu disebut bisa menjadi pemicu konstipasi alias susah BAB. Namun tahukah kamu, ternyata hal tersebut mitos belaka dan tidak terbukti kebenarannya. Sebaliknya, mengonsumsi buah salak nyatanya bisa memberi manfaat yang baik, termasuk bagi pencernaan. 

Baca juga: Pahami 6 Gejala yang Menjadi Indikasi Terkena Konstipasi

Mengetahui Kandungan Nutrisi dalam Buah Salak 

Buah salak sering dikaitkan dengan gangguan pencernaan. Ada yang menyebut bahwa mengonsumsi buah salak bersama dengan kulit arinya bisa menyebabkan susah buang air besar (BAB). Ternyata anggapan tersebut tidak benar sama sekali. Faktanya, buah salak mengandung nutrisi yang baik untuk pencernaan. Selain itu perlu diketahui, sembelit alias susah BAB tidak disebabkan oleh konsumsi buah-buahan. 

Meski sering disebut sebagai penyebab sembelit, buah salak ternyata sangat baik untuk melancarkan pencernaan. Sebab, buah yang satu ini ternyata kaya akan kandungan serat dan tanin. Seperti diketahui, mengonsumsi cukup serat merupakan salah satu rahasia untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sulit buang air besar. 

Serat yang didapat dari tumbuhan, termasuk buah-buahan, bisa membantu mempercepat proses pembuangan zat-zat sisa dan racun yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Maka dari itu, mengonsumsi buah salak malah disarankan bagi orang yang tengah mengalami sembelit. Selain serat, salak juga mengandung banyak tanin, yaitu senyawa polifenol yang berfungsi sebagai antimikroba alami di dalam usus. 

Selain tidak menyebabkan susah BAB, rutin mengonsumsi buah salak nyatanya juga bisa memberi segudang khasiat yang menyehatkan. Ada beragam manfaat yang bisa didapat setelah mengonsumsi buah salak, di antaranya: 

  • Sumber Antioksidan 

Tubuh manusia membutuhkan asupan antioksidan, salah satunya dari buah. Kamu bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi jenis buah-buahan tertentu, termasuk salak. Buah salak disebut kaya akan antioksidan yang berperan penting dalam mencegah penyakit akibat kerusakan sel-sel dalam tubuh. Antioksidan bisa membantu mencegah kanker, penyakit autoimun, serta berbagai jenis infeksi. 

Baca juga: Waspadai Buah Juga Bisa Bikin Gemuk

Asupan antioksidan juga penting untuk menjaga kesehatan kulit. Kekebalan tubuh juga lebih terjaga dengan konsumsi buah yang mengandung antioksidan. 

  • Kandungan Zat Besi dan Kalsium 

Tak hanya serat, buah salak juga kaya akan kandungan zat besi dan kalsium. Kedua mineral ini dibutuhkan tubuh untuk menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Selain itu, asupan zat besi dan kalsium juga berguna untuk memperkuat otot dan sendi, mengatur kekentalan darah, dan meningkatkan fungsi saraf di seluruh tubuh. 

  • Kaya Vitamin C 

Tidak hanya jeruk, buah salak ternyata juga kaya akan kandungan vitamin C. Asupan vitamin C dari makanan dan minuman sangat dibutuhkan karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri. Vitamin C berperan penting dalam memperbaiki jaringan-jaringan tubuh yang rusak. Vitamin C juga penting untuk meningkatkan produksi kolagen yang penting untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit. 

Baca juga: Tidak Ingin Sembelit? Hindari 5 Makanan Ini

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah kapan dan di mana saja menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
My Fitness Pal. Diakses pada 2019. Fruit - Salak (Snake Fruit).
Atlas Obscura. Diakses pada 2019. Snake Fruit.
Science Direct. Diakses pada 2019. The comparative characteristics of snake and kiwi fruits.