• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Buang Air Bermasalah, Ketahui Gejala Ginjal Polikistik

Buang Air Bermasalah, Ketahui Gejala Ginjal Polikistik

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan abaikan kondisi buang air yang bermasalah dan kamu alami dalam jangka waktu yang cukup lama. Apalagi buang air bermasalah yang kamu alami disertai dengan beberapa gejala lainnya, seperti nyeri saat buang air kecil, muncul darah pada urine saat buang air kecil, nyeri pada area perut serta punggung, dan alami kulit yang menjadi lebih mudah memar. Kondisi ini bisa menunjukan adanya kista yang muncul pada ginjal atau dikenal dengan kondisi ginjal polikistik.

Baca juga: 6 Hal Ini Bantu Ginjal Pengidap Ginjal Polikistik Bekerja Lebih Lama

Ginjal polikistik atau polycystic kidney disease terjadi ketika terdapat kista dalam ginjal. Kista adalah benjolan yang tidak memiliki sifat kanker dan berisi cairan menyerupai air. Meskipun tidak dapat memicu penyakit kanker, namun, sebaiknya kondisi ini harus diatasi karena kista yang bertumbuh semakin banyak dapat mengubah ukuran ginjal dan mengganggu fungsi ginjal. 

Tidak Hanya Masalah Buang Air, Kenali Gejala Ginjal Polikistik 

Penyakit ginjal polikistik adalah kondisi kelainan genetik yang menyebabkan banyaknya kista yang muncul pada ginjal. Jika tidak segera diatasi, kista tersebut dapat bertumbuh menjadi lebih besar dan sebabkan gangguan pada ginjal yang lebih parah. Bahkan, kista yang tumbuh besar dan mengubah ukuran serta fungsi ginjal. 

Dilansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, saat awal kista muncul pada ginjal, kondisi ini tidak akan menimbulkan gejala pada pengidapnya. Gejala muncul ketika kista yang terdapat pada ginjal sudah tumbuh membesar. Ada beberapa gejala yang perlu diketahui agar dapat segera mengunjungi rumah sakit terdekat untuk lakukan pemeriksaan.

Baca juga: Selain Gagal Ginjal, Ini Komplikasi Akibat Ginjal Polikistik

Pengidap ginjal polikistik mengalami masalah buang air. Pengidap ginjal polikistik akan lebih sering melakukan buang air kecil. Dilansir dari Mayo Clinic, urine yang dikeluarkan akan bercampur dengan darah atau hematuria. Pengidap ginjal polikistik juga dapat mengalami gejala seperti nyeri saat buang air kecil, tidak dapat menahan buang air kecil, dan keinginan untuk buang air kecil terus meningkat.

Segera tanyakan kondisi kesehatan yang dialami pada dokter secara langsung melalui aplikasi Halodoc, jika kamu mengalami gejala lain, seperti demam, sakit kepala, tubuh terasa lemas, kulit yang menjadi lebih mudah memar, kulit menjadi lebih pucat, munculnya kelainan pada kuku, dan alami nyeri persendian.

Benarkah Ginjal Polikistik Penyakit Keturunan?

Penyakit ginjal polikistik adalah salah satu penyakit yang disebabkan karena adanya kelainan atau kecacatan gen yang diturunkan dari orangtua pada anak. Dilansir American Kidney Fund, ada dua jenis ginjal polikistik yang dapat dialami, yaitu:

1. Autosomal Recessive Polycystic Kidney Disease

Jenis ginjal polikistik ini dapat terdeteksi ketika usia masih anak-anak bahkan saat masih dalam kandungan. Jika salah satu orangtua memiliki riwayat penyakit ginjal polikistik jenis ini, anak memiliki risiko 25 persen mengalami hal yang serupa.

2. Autosomal Dominant Polycystic Kidney Disease

Jenis ini merupakan salah satu yang paling umum terjadi pada orang dewasa yang berusia 30-40 tahun. Jika salah satu orangtua mengalami jenis ini, anak memiliki risiko 50 persen mengalami kondisi yang sama. 

Baca juga: Bisakah Ginjal Polikistik Disembuhkan?

Namun jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar penyakit keturunan ini tidak mengganggu kesehatan fungsi ginjal. Jangan ragu untuk melakukan gaya hidup sehat. Menjaga berat badan yang ideal, rutin berolahraga setiap harinya, memenuhi kebutuhan istirahat, mengonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi, dan mengatasi tingkat stres dapat dilakukan untuk pencegahan penyakit ginjal polikistis.

Referensi:
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Diakses pada 2020. What Is Polycystic Kidney Disease
American Kidney Fund. Diakses pada 2020. Polycystic Kidney Disease
National Kidney Foundation. Diakses pada 2020. Polycystic Kidney Disease
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Polycystic Kidney Disease