Bubble Tea Bisa Sebabkan Diabetes, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
bubble-tea-bisa-sebabkan-diabetes-benarkah

Halodoc, Jakarta - Siapa yang tidak menyukai minuman bubble tea? Mungkin kamu termasuk salah satu penggemar minuman segar ini. Bubble tea atau yang juga dikenal sebagai boba tea terbuat dari teh susu dengan menambahkan bulir-bulir (yang dikenal sebagai bubble atau pearl) yang terbuat dari tapioka hitam. Sedangkan minumannya, selain terbuat dari teh hijau atau hitam, sering kali juga dicampur dengan jus buah, cokelat, susu, atau minuman perasa lainnya. Kedua elemen minuman ini sangat manis, terasa nikmat dan segar saat di gabung. Apalagi disajikan dengan sedotan lebar yang memungkinkan aliran deras minuman bersama bubble ke dalam mulut. 

Karena termasuk dalam minuman berbasis teh, campuran bubble tea tidak luput jadi perhatian kesehatan karena dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes. Diketahui selama ini, teh (terutama teh hijau) dikenal mengandung senyawa yang mampu melawan penyakit. Teh kaya akan bahan tumbuhan alami yang disebut polifenol yang dapat membantu mengurangi peradangan dan bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh untuk melindungi sel dari kerusakan. 

Baca juga: Bubble Tea Bisa Sebabkan Kematian, Begini Penjelasannya

Mengandung Banyak Kalori dan Gula

Sebenarnya menu minuman yang mengandung banyak kalori ini lebih seperti hidangan penutup daripada minuman. Meskipun teh secara alami sangat rendah kalori, hanya saja beberapa komposisi mengandung banyak gula tambahan berkat bahan-bahan lain seperti jus buah dan sirup. Sementara bubble juga memiliki rasa manis karena terbuat lebih dari 200 kalori per setengah cangkir. Belum lagi jika ukuran setiap bubble bisa terlalu besar. Sebuah bubble tea dengan ukuran gelas besar dapat menghasilkan lebih dari 500 kalori. 

Mungkin kamu juga pernah mendengar rumor terkait kesehatan mengenai minuman yang sedang hype ini. Diketahui bahwa mutiara tapioka (bubble) ini mengandung bahan kimia yang berpotensi berbahaya untuk kesehatan jika terlalu sering dikonsumsi.

Bubble tea memberikan kontribusi yang tidak disadari dapat meningkatkan kasus penyakit diabetes. Banyak pihak kesehatan yang mengklaim bahwa bubble tea sama tidak sehatnya dengan minuman bersoda yang hampir selalu sarat dengan tinggi gula. 

Baca juga: Hati-Hati, Konsumsi Bubble Tea Tiap Hari Tingkatkan Risiko Kanker

Resep minuman yang ditemukan di Taiwan pada 1980-an ini bervariasi, tetapi bahannya tetap sama. Bahan utama untuk membuat bubble tea termasuk susu, teh, dan mutiara tepung tapioka. Kebetulan saja mutiara tepung tapioka yang “meminjam” bahan sehat untuk bubble tea. Bahan ini mengandung sejumlah besar mineral penting termasuk zat besi, magnesium, fosfor, dan kalium, terlepas dari campuran vitamin yang sehat. 

Namun, permasalahannya adalah konsentrasi gula yang tidak sehat yang membuat bubble tea berbahaya bagi konsumen dalam jangka panjang apalagi jika dikonsumsi untuk sehari-hari. Selain itu, hal yang membuat bubble tea dianggap lebih berbahaya lagi adalah varietas yang dibuat oleh penjual yang sering mengandung bahan yang lebih tidak sehat. Beberapa bubble tea memiliki berbagai rasa, artinya terdapat penambahan sirup manis yang dapat menambah kadar gula dari versi biasa. 

Haruskan Berhenti Minum Bubble Tea?

Para pakar kesehatan hanya memperingatkan konsumen untuk minum bubble tea dalam jumlah yang dibatasi. Selain itu, minta juga pembuat minuman untuk mengurangi gula dan sirup rasa buatan. Sebagai gantinya, kamu bisa memilih campuran pure buah. Kamu juga dapat berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai kekhawatiran kamu terhadap minuman ini. Tanpa perlu repot, komunikasi dapat dilakukan kapan dan di mana saja.

Baca juga: Semakin Populer, Ini Batas Aman Konsumsi Boba 

Jika kamu terlanjur ketagihan dengan minuman ini, tapi tidak ingin berisiko mengalami diabetes, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan. Sebagian besar penjual membolehkan konsumennya untuk memilih tingkat kemanisan (bahkan tanpa pemanis). Jadi, pilihlah kadar gula yang lebih rendah daripada standarnya. Mintalah susu biasa, bukan krim manis atau susu kental manis. Kamu juga bisa memesan minuman tanpa bubble atau less bubble (sedikit bubble). Setidaknya, itu dapat menghemat 100-200 kalori. Bila perlu periksa papan menu untuk menghitung kalori. Pesanlah minuman dengan ukuran gelas yang terkecil. Selain hemat kalori, jadi hemat uang juga, kan? 

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. Is Bubble Tea Bad for You?