Bukan Cuma Serviks, Kanker Payudara Butuh Perjuangan untuk Sembuh

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bukan Cuma Serviks, Kanker Payudara Butuh Perjuangan untuk Sembuh

Halodoc, Jakarta - Kanker payudara adalah jenis kanker invasif paling umum yang terjadi pada wanita. Kanker ini menyumbang angka kematian tertinggi setelah kanker serviks. Kanker ini memiliki gejala berupa benjolan atau penebalan payudara yang diikuti perubahan pada kulit atau puting. Faktor risikonya dapat bersifat genetik, tetapi beberapa menunjukkan gaya hidup yang tidak sehat yang juga memicu terjadinya kanker ini.

Semua kanker memang berbahaya, karena ini menjadi penyumbang angka kematian terbesar setelah penyakit jantung dan stroke. Seperti halnya kanker serviks dan payudara yang rentan menyerang wanita, baik remaja, dewasa, maupun lansia. Tidak mudah menghadapi penyakit ganas ini, karena penyebaran sel yang sifatnya abnormal terjadi dengan cepat, sehingga jika tidak segera ditangani dapat terjadi komplikasi yang membahayakan nyawa.

Perjuangan untuk sembuh dari kanker payudara tidak bisa dibilang mudah. Terlebih lagi, dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk melaluinya. Sangat memungkinkan jika wanita mengalami stres yang tinggi pada masa ini, karena harus menghadapi proses penyembuhan yang terbilang panjang. Inilah alasan dibutuhkan dukungan besar dari orang-orang terdekat, untuk membangkitkan semangat sembuh dan terbebas dari belenggu penyakit mematikan ini.

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Cara Ini

Lalu, perjuangan apa yang dilalui seorang wanita dalam berjuang supaya bisa sembuh dari kanker payudara?

  • Operasi

Pertama adalah operasi atau pembedahan. Pada beberapa kasus kanker payudara, pembedahan dilakukan untuk mengambil tumor yang bersarang di dalamnya. Namun, tidak jarang pula dokter harus melakukan pengangkatan seluruh payudara, satu sisi maupun kedua payudara jika sel tumor telah menyebar dengan cepat pada keduanya.

  • Kemoterapi

Selanjutnya, pengidap masih harus menjalani kemoterapi untuk membunuh sel kanker yang tidak terangkat pada proses pembedahan. Kemoterapi juga tidak pernah menyenangkan, karena pada beberapa pasien, dampak yang terjadi setelahnya bisa beragam. Ada pasien yang muntah-muntah setelah menjalaninya, bahkan beberapa pasien mengalami pingsan hingga tidak sadarkan diri.

Baca juga: Ketahui 8 Penyebab Nyeri Payudara Selain Kanker

  • Konsumsi Obat-Obatan

Tidak hanya kemoterapi, pengidap kanker payudara masih harus konsumsi beberapa jenis obat untuk membersihkan sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya kembali. Bisa dikatakan pasien kanker akan terus bergantung pada obat sepanjang hidupnya, karena sel kanker bisa kembali datang kapan saja. Terlebih bagi pasien yang memiliki riwayat penyakit ini, risikonya menjadi lebih tinggi.

Tak hanya obat yang dianjurkan dari resep dokter, beberapa pengidap biasanya mencari pengobatan alternatif, seperti mengonsumsi obat herbal. Pasalnya, obat herbal diyakini lebih ramah untuk tubuh, tidak seperti obat resep yang mengandung banyak senyawa kimia yang justru bisa merusak ginjal dan menghadirkan efek samping lainnya jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Meskipun begitu, sebelum konsumsi obat herbal apa pun, harus berdiskusi kepada dokter terlebih dulu.

  • Kerontokan Rambut

Tidak hanya kehilangan satu atau seluruh payudara, wanita yang mengalami kanker payudara juga dapat mengalami kerontokan rambut yang parah sebagai dampak dari kemoterapi yang dijalani. Pada akhirnya, kebotakan identik pada pasien kanker. Oleh karena dampak ini, tidak sedikit pasien kanker payudara yang memutuskan menyerah dan tidak melanjutkan perawatan untuk sembuh.

Baca juga: Puting Payudara Sakit? Mungkin Ini Penyebabnya

Jangan pernah sepelekan kanker payudara ataupun jenis kanker lainnya. Pasalnya, tidak semua kanker menimbulkan gejala pada tahap awal, dan akan mulai tampak justru jika kanker telah memasuki tahap atau stadium lanjut. Lakukan deteksi dini untuk tindakan pencegahan, dan tanyakan pada dokter apa saja yang perlu diketahui tentang kanker payudara. Gunakan aplikasi Halodoc untuk memudahkan kamu tanya jawab dengan dokter. Segera download aplikasi Halodoc ya!