Bukan Disfagia, Radang Tenggorokan Juga Bikin Sulit Menelan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
radang tenggorokan, disfagia, esofagitis

Halodoc, Jakarta - Penyakit radang tenggorokan yang disebut esofagitis merupakan penyakit yang memerlukan proses penyembuhan selama 2-4 minggu. Lamanya penyembuhan yang berlangsung akan tergantung pada penyebab dan kekebalan tubuh si pengidap. Gejala yang tidak ditangani, bisa menyebabkan penyakit tertentu yang akan meningkatkan risiko terjadinya kanker kerongkongan.

Baca juga: 9 Penyebab Disfagia yang Perlu Diketahui

Bukan Disfagia, Radang Tenggorokan Juga Bikin Sulit Menelan

Radang tenggorokan yang dimaksud disini adalah esofagitis, yaitu peradangan pada lapisan kerongkongan. Esofagus atau kerongkongan merupakan organ yang berbentuk seperti pipa yang berfungsi untuk menyalurkan makanan dari mulut menuju ke lambung. Pada esofagitis, proses tersebut akan menimbulkan rasa sakit dan kesulitan saat menelan, bahkan bisa menimbulkan rasa perih di bagian dada.

Ini Gejala yang Terjadi pada Pengidap Esofagitis

Pengidap radang tenggorokan akan mengalami beberapa gejala di bawah ini, seperti:

  • Sulit menelan, serta adanya rasa nyeri saat menelan.
  • Suara menjadi serak.
  • Asam lambung yang meningkat.
  • Nyeri dada yang akan bertambah parah ketika makan.
  • Mual dan muntah akibat asam lambung yang baik.
  • Berkurangnya nafsu makan.
  • Batuk-batuk.
  • Sariawan.

Disarankan untuk segera diskusikan dengan dokter jika kamu menemui gejala seperti sulit menelan air bahkan dalam jumlah yang sedikit, nyeri dada seperti ditindih, dan merasa ada makanan yang tersangkut pada kerongkongan.

Baca juga: Waspadai Esofagus Barrett, Komplikasi Esofagitis yang Bisa Berujung Kanker Kerongkongan

Ini Penyebab Terjadinya Radang Tenggorokan

Peradangan yang terjadi ini bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti:

  • Alergi yang dipicu oleh makanan seperti kacang kedelai, susu, telur, gandum, atau daging sapi. Selain makanan, kondisi ini juga bisa dipicu oleh alergi pada debu.
  • Refluks lambung atau kondisi ketika naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh adanya gangguan pada katup yang berfungsi menahan isi lambung agar tidak naik ke kerongkongan.
  • Infeksi bakteri, jamur, atau virus. Radang tenggorokan biasanya akan mengintai seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah, seperti pengidap diabetes, HIV/AIDS, atau kanker.

Selain hal-hal di atas, beberapa faktor lain yang dapat memicu seseorang mengidap kondisi ini adaalh berusia lanjut, memiliki keluarga dengan riwayat penyakit radang tenggorokan, hobi mengonsumsi makanan berlemak atau makanan dalam porsi yang banyak, mengonsumsi alkohol atau kafein, punya kebiasaan tidur setelah makan, pernah menjalani operasi atau terapi radiasi pada dada, dan merokok.

Enggak Mau Mengidap Radang Tenggorokan, Begini Pencegahannya

Beberapa pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit radang tenggorokan, yaitu:

  • Hindari konsumsi makanan yang sulit untuk ditelan, seperti kacang-kacangan dan sayuran mentah.
  • Hindari konsumsi makanan pedas dengan bubuk cabai, kari, dan merica.
  • Hindari konsumsi makanan asam, seperti tomat atau jeruk.
  • Konsumsi hanya makanan lunak saja.
  • Hindari alkohol dan rokok.
  • Hindari tidur setelah makan.
  • Posisi kepala yang lebih tinggi saat tidur.
  • Minum dengan sedotan untuk mempermudah proses menelan.

Baca juga: Penyebab Esofagitis dan Cara Mengatasinya

Untuk itu, jika kamu ingin berdiskusi seputar masalah kesehatan tubuhmu, Halodoc bisa jadi solusinya. Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di mana pun dan kapan pun via Chat atau Voice/Video Call. Kamu juga bisa membeli obat di Halodoc, lho. Tanpa perlu keluar rumah, pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di Google Play atau App Store!