Bukan Hitam Putih, Ini yang Terlihat pada Buta Warna

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bukan Hitam Putih, Ini yang Terlihat pada Buta Warna

Halodoc, Jakarta - Menyoal buta warna, ada fakta penting yang perlu kita ketahui. Ternyata banyak orang  yang tak menyadari kalau mereka mengalami buta warna. Lho, kok bisa? Alasannya mereka sudah dilahirkan dengan kondisi tersebut, dan tak menyadari kalau orang lain bisa melihat berbagai macam warna melalui matanya

Dari berbagai hal yang bisa menyebabkan buta warna, faktor genetik kerap kali menjadi biang keladi. Kondisi ini biasanya diwariskan secara genetik dan diyakini diturunkan dari garis ibu. Akan tetapi buta warna juga bisa disebabkan karena kondisi kesehatan, seperti diabetes, multiple sclerosis (kondisi imun yang memengaruhi sel saraf otak dan tulang belakang), atau efek samping dari obat-obatan tertentu. 

Lantas, bagaimana buta warna ini bisa terjadi? Nah, mata memiliki sel-sel saraf khusus mengandung pigmen yang bereaksi terhadap warna dan cahaya. Sel ini punya tiga pigmen yang berfungsi untuk mendeteksi warna merah, hijau, dan biru. Namun, pada pengidap buta warna sel pigmen ini mengalami kerusakan atau tidak berfungsi. Alhasil, mereka enggak bisa mendeteksi warna-warna tertentu, atau bahkan seluruh warna. 

Baca juga: Mengapa Mata Mengalami Buta Warna?

Cuma Hitam-Putih, Benarkah? 

Banyak awam beranggapan, seseorang yang mengidap buta warna, maka dirinya hanya dapat melihat dunia sebatas hitam putih saja. Padahal, faktanya tak demikian. Sebab, beberapa pengidap warna mungkin saja hanya tak bisa membedakan nuansa warna ungu dan biru, atau melihat kuning tampak, seperti warna hijau. Sedangkan yang lainnya, mungkin akan kesulitan membedakan antara warna merah dan hitam. 

Nah, berikut ini jenis-jenis buta yang perlu diketahui: 

  • Tipe buta warna merah hijau. Tipe ini akan membuat pengidapnya kesulitan untuk membedakan warna merah dengan warna hitam, dan berbagai gradasi warna ungu. Selain itu, ketika melihat warna kuning dan hijau akan terlihat memerah. Dalam kebanyakan kasus, kaum adam lebih cenderung mengalami jenis buta warna merah hijau ketimbang wanita. 

  • Buta warna biru kuning. Tipe ini paling jarang terjadi, pengidapnya enggak bisa membedakan warna biru, hijau, dan kuning. Kondisi ini disebabkan karena fotopigeon (tritan) tak berfungsi atau hanya berfungsi sebagian. 

  • Buta warna total. Jenis buta warna ini akan membuat pengidapnya sama sekali tidak bisa melihat warna, dan ketajaman penglihatan mereka juga dapat terpengaruh. Di mata pengidap buta warna total, dunia hanya berwarna hitam dan putih (monokromasi).

Baca juga: Harus Tahu, Inilah 7 Fakta Penting Mengenai Buta Warna

Diidap Seumur Hidup, Kok Bisa? 

Buta warna bisa dibilang sebagai penyakit seumur hidup. Pasalnya, sampai kini belum ada metode pengobatan yang dapat mengembalikan kemampuan pengidap buta warna, untuk melihat warna sepenuhnya. 

Meski begitu, pengidap buta warna bisa melatih diri agar terbiasa dengan buta warna yang diidapnya. Pengidapnya bisa kok meminta bantuan dokter ahli untuk menentukan metode penanganan yang tepat dan sesuai dengan tipe buta warna yang diidap. 

Bila buta warna yang dialami merupakan dampak dari suatu penyakit atau efek samping obat, maka dokter akan melakukan penanganan yang bertujuan untuk mengatasinya penyebabnya. Singkat kata, sejauh ini memang belum ada pengobatan atau prosedur medis yang membuat buta warna bisa sembuh total.

Jadi, kesimpulannya pengidap buta warna tak hanya melihat dunia dengan warna monokromasi saja. Namun, masih ada warna-warna tertentu yang bisa mereka lihat atau bedakan. 

Memiliki masalah pada mata? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!