• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bukan Insomnia, Ini Alasan Bayi Susah Tidur di Malam Hari

Bukan Insomnia, Ini Alasan Bayi Susah Tidur di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bukan Insomnia, Ini Alasan Bayi Susah Tidur di Malam Hari

Halodoc, Jakarta – Insomnia menjadi kondisi yang umum serta penyebab tersering seseorang mengalami kesulitan tidur di malam hari. Namun, apakah insomnia juga merupakan penyebab bayi mengalami susah tidur di malam hari? Jawabannya tidak. Lantas, apa yang menjadi alasan bayi susah tidur?

Pada masa awal kelahiran bayi, ibu dan ayah mungkin harus “berjuang” menghadapi Si Kecil yang rewel dan susah tidur. Ternyata, belum terbiasa dengan pola tidur yang ada menjadi salah satu alasan bayi kerap susah tidur di malam hari. Selain itu, siklus dan jam istirahat tubuh bayi juga belum teratur. Namun, ada kasus tertentu ketika bayi bisa mengalami gangguan tidur karena kondisi medis. 

Baca juga: 4 Cara Menidurkan Bayi yang Perlu Diketahui Ibu

Beragam Penyebab Bayi Susah Tidur

Susah tidur di malam hari adalah hal yang wajar terjadi pada bayi baru lahir. Ada banyak kondisi yang bisa menjadi alasannya, mulai dari siklus dan jam tidur yang belum teratur hingga gejala awal dari gangguan kesehatan tertentu. Ayah dan ibu harus waspada jika masalah tidur pada bayi terus berlanjut, bahkan menjadi lebih parah. 

Di usia awal, bayi biasanya membutuhkan waktu tidur sekitar 16-17 jam dalam satu hari. Pada masa tersebut, bayi biasanya hanya akan terbangun selama 1-2 jam. Setelah usianya bertambah, durasi tidur akan mulai berkurang. Pada usia 6 bulan ke atas, waktu tidur yang dibutuhkan bayi adalah sekitar 12-16 jam per hari. 

Durasi tidur bayi cenderung lebih banyak dibanding waktu bangunnya. Sesekali, bayi mungkin akan terbangun selama beberapa menit kemudian tertidur kembali. Pola tidur seperti ini biasanya akan bertahan hingga bayi berusia 3 bulan atau lebih. Namun jangan khawatir, seiring berjalannya waktu tubuh bayi akan mulai menyesuaikan pola tidur sehingga jam tidur Si Kecil akan menjadi lebih teratur. 

Meski wajar terjadi, ayah dan ibu sebaiknya tidak mengabaikan gangguan tidur pada bayi. Sebab, hal ini ternyata juga bisa menjadi gejala awal ada gangguan kesehatan tertentu. Susah tidur di malam hari juga bisa menjadi tanda bayi sedang dalam fase tumbuh gigi. 

Baca juga: Tidur Anak Tidak Nyenyak? Yuk, Kenali Penyebabnya

Jika gejala ini berlanjut atau menjadi semakin parah, orangtua disarankan untuk segera membawa bayi ke rumah sakit untuk diperiksa. Sebagai pertolongan pertama, ibu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menyampaikan gejala yang dialami bayi. Dokter bisa dihubungi kapan saja melalui Video/Voice Call atau Chat. Download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play! 

Ada beberapa tips yang bisa coba diterapkan untuk membuat bayi merasa lebih nyaman. Dengan begitu, Si Kecil bisa tidur lebih nyenyak. Di antaranya: 

  • Kasur yang nyaman, hal ini penting karena alas tidur yang digunakan bisa membantu anak lebih nyaman dan mudah terlelap. Pastikan untuk memilih kasur bayi yang empuk dan berukuran pas.
  • Jangan biarkan bayi tidur dengan perut lapar, hal ini bisa menjadi penyebab bayi susah tidur. Biasakan untuk memberi ASI atau makanan yang cukup untuk bayi. 
  • Kamar yang nyaman, termasuk pada penerangan, pendingin/penghangat ruangan, hingga kemungkinan gangguan seperti suara bising di kamar. Hindari barang-barang tambahan yang berlebihan di kasur, seperti bantal, boneka, atau mainan.

Baca juga: Rahasia Tidur Nyenyak Bayi, Ibu Bisa Beri Makanan Ini

  • Posisi tidur bayi juga harus disesuaikan, hindari bayi tidur dalam posisi tengkurap yang dapat meningkatkan risiko kematian mendadak pada bayi (sudden infant death syndrome/SIDS). Jika bayi susah tidur di malam hari, ibu juga bisa mencoba untuk memberi pijatan lembut agar membuatnya nyaman. 

Referensi:
The Bump. Diakses pada 2020. Trouble Sleeping in Babies.
KidsHealth. Diakses pada 2020. Sleep and Your 8- to 12-Month-Old.
Verywell Family. Diakses pada 2020. Why Newborn Sleep Is Unpredictable and What to Expect.